Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Asep

13 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 22023: 22022: 32021: 32020: 1

Hubungan Caring Perawat Dengan Kecemasaan Pasien Pre Operatif di Ruang Kamar Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Preoperatif adalah proses keperawatan untuk mengembangkan rencana asuhan secara individual dan mengkoordinasikan serta memberikan asuhan pada pasien yang mengalami pembedahan atau prosedur invasif. (AORN, 2013). Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien .Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi di kamar bedah RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta tahun 2021, dengan desain penelitian analitik cross sectional. Populasi pada penelitian pasien pre operasi dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden, Tehnik sampel acidental sampling, uji statistik dengan menggunakan analisis Chi Square. Hasil uji statistik menunjukan nilai p=0,02 < a=0,05 (OR= 0,154) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi di kamar bedah RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta tahun 2021. Kesimpulan melakukan edukasi preoperatif yang terstruktur yang bertujuan untuk menurunkan kecemasan. Saran untuk penelitian lain untuk menambahkan variabel karakteristik responden.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II yang Memiliki Ulkus Diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah ulkus diabetikum. Perawatan kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus diabetikum, yang berpotensi menyebabkan amputasi dan penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 pasien Diabetes Melitus tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), dan kuesioner Diabetic Foot Care Knowledge Scale (DFKS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penghasilan, dukungan keluarga, edukasi, dan perilaku perawatan kaki pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ulkus diabetikum (p-value <0.05). Pasien dengan tingkat penghasilan tinggi, dukungan keluarga yang baik, dan edukasi yang memadai cenderung memiliki perilaku perawatan kaki yang lebih baik. Simpulan : Perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peran penting dalam mencegah ulkus diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Edukasi dan intervensi mengenai perawatan kaki perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus diabetikum dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pengaruh Pemberian Aerobic Exercise Terhadap Kemampuan Aktifitas Fungsional Pada Lansia Stroke

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Proses penuaan adalah hal yang normal, namun bisa saja diiringi dengan masalah medis seperti terkenanya stroke salah satu masalah stroke yaitu terganggunya aktifitas fungsional pada lansia stroke. Faktor-faktor utama stroke pada lansia adalah usia semakin menua akan semakin rentan terkena hipertensi, penyakit jantung, obesitas, diabetes mellitus, stress emosional, merokok, peminum alcohol dan kurangnya berolahraga. Gangguan aktifitas fungsional pada lansia disebabkan oleh lamanya menderita stroke transisi dari ketergantungan aktivitas hidup sehari-hari menjadi independen terjadi terutama pada tahun pertama pacsa stroke sampai 5 tahun pasca stroke dan gangguan kognisi menunjukkan gangguan kognisi termasuk gangguan memori kerja memiliki korelasi yang signifikan dengan kemandirian aktivitas hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerobic exercise terhadap kemampuan aktifitas fungsioanal pada lansia stroke. Metode penelitian quasi experiment menggunakan desain penelitian one group pre-test and post-test. Jumlah responden 20 orang lansia yang berusia 60 tahun keatas yang di kunjungi ke rumah – rumah di pasien nya di bawah Yayasan Senyum Sehat Home Care yang dipilih dengan satu kelompok perlakuan dengan di berikan aerobic exercise selama 4 minggu, Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengukuran menggunakan indexs barther pre-test dan post-test. Hasil: satu kelompok pengujian menggunakan unpaired t-test didapatkan hasil p value = 0,0314* pada pasca lansia stroke.

PENGARUH PEMBERIAN AEROBIC EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN AKTIFITAS FUNGSIONAL PADA LANSIA STROKE

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses penuaan adalah hal yang normal, namun bisa saja diiringi dengan masalah medis seperti terkenanya stroke salah satu masalah stroke yaitu terganggunya aktifitas fungsional pada lansia stroke. Faktor-faktor utama stroke pada lansia adalah usia semakin menua akan semakin rentan terkena hipertensi, penyakit jantung, obesitas, diabetes mellitus, stress emosional, merokok, peminum alcohol dan kurangnya berolahraga. Gangguan aktifitas fungsional pada lansia disebabkan oleh lamanya menderita stroke transisi dari ketergantungan aktivitas hidup sehari-hari menjadi independen terjadi terutama pada tahun pertama pacsa stroke sampai 5 tahun pasca stroke dan gangguan kognisi menunjukkan gangguan kognisi termasuk gangguan memori kerja memiliki korelasi yang signifikan dengan kemandirian aktivitas hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerobic exercise terhadap kemampuan aktifitas fungsioanal pada lansia stroke. Metode penelitian quasi experiment menggunakan desain penelitian one group pre-test and post-test. Jumlah responden 20 orang lansia yang berusia 60 tahun keatas yang di kunjungi ke rumah – rumah di pasien nya di bawah Yayasan Senyum Sehat Home Care yang dipilih dengan satu kelompok perlakuan dengan di berikan aerobic exercise selama 4 minggu, Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengukuran menggunakan indexs barther pre-test dan post-test. Hasil: satu kelompok pengujian menggunakan unpaired t-test didapatkan hasil p value = 0,0314* pada pasca lansia stroke.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik yang Kurang Terhadap Kejadian Penyakit Hipertensi di Desa Pasir Gombong Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Hipertensi merupakan kondisi dimana pembuluh darah terus menerusmeningkatkan tekanan darah (Kemenkes RI,2018).Tekanan darah adalah kekuatan yangdiberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding arteri, suatu pembuluh darah utama dalam tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang terkena hipertensi yaitu yang pertama faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti genetika, usia, jenis kelamin dan ras. Faktor yang kedua yaitu faktor yang dapat dikendalikan berhubungan dengan faktor lingkungan berupa prilaku atau gaya hidup (kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, stress dan konsumsi makanan), contoh makanan yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan yang tinggi garam, manis, makanan berlemak dan konsumsi minuman berkafein. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap kejadian penyakit hipertensi di Desa Pasir Gombong. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 46 warga pasirgombong yang mengalami hipertensi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 warga desa pasirgombong yang mengalami hipertensi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner baku dan tidak baku,dan menggunakan teknik total sampling.Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Spearman. Hasil: Berdasarkan analisis statistik. Menunjukan bahwa nilai P-value 0,021 (p0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kejadian penyakit hipertensi, dan untuk nilai P-Value 0,030 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap kejadian penyakit hipertensi.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet Dengan Self Management Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sriamur Tambun Utara Kabupaten Bekasi

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Prevalensi diabetes melitus di indonesia terdapat 1,017,290 orang, pada kelompok semua umur. Sedangkan prevalensi penderita diabetes melitus berdasarkan provinsi jawa barat sebanyak 186.809 orang, pada daerah kabupaten bekasi terdiri 5.434 jiwa penderita diabetes melitus yang tertinggi ke 1 diantara kota atau kabupaten yang berada di provinsi jawa barat, Angka penderita diabetes melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara terdapat 544 jiwa. Tujuan untuk Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan diet dengan Self-Management pada pesien diabetes melitus di Puakesmas Sriamur Tambun Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada suatu saat. Variabel dinilai secara simultan pada satu saat, jadi tidak ada tindak lanjut Dalam penelitian ini peneliti menganalisis hubungan antara variabel tingkat pengetahuan diet dengan self management pada penderita Diabetes Melitus.Hasil uji statistik nilai p value =0,000 ≤ a (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Diet dengan Self Management pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara kabupaten Bekasi.Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Tingkat pengetahuan diet dengan Self Management pada Pasien Diabeteus.

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Terhadap Upaya Pencegahan Coronavirus Disease di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Upaya untuk mencegah penularan covid yaitu dengan Memakai Masker, Mencuci tangan, dan menjaga Jarak. Fasilitas Masker, Handsanitaizer, dan APD lainnya sudah difasilitasi. Tetapi tidak dapat mencegah kejadian penularan Covid- 19 terhadap Perawat di Lingkungan RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, dikarenakan masih ada sekitar 70% perawat yang tidak patuh dengan menjaga jarak dengan alasan merasa tidak enak menjauh dengan orang lain atas dasar norma sosial yang sudah melekat dalam diri sehingga perasaan tidak nyaman jika harus berjauhan dalam berkomunikasi apalagi dengan teman atau sahabat dalam bekerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap usaha pencegahan Coronavirus Disease. Metode penelitian menggunakan studi pendekatan deskriftif dengan desain penelitian cross sectional, Analisis hasil uji statistik dengan Chi Square,. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh Perawat rawat inap di RSUD Bayu Asih Purwakarta sebanyak 61 orang dengan sampel yang digunakan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan p value 0,037, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan atara pengetahuan dengan upayapencegahan corona virus disease. Hasil uji untuk variabel sikap dengan p value = 0,031, dapat disimpulakan bahwa ada hubungan anatara sikap dengan upaya pencegahan corona virus disease. Ada Hubungan signifikan antara Pengetahuan Perawat dengan upaya pencegahan corona virus disease Rsud Bayu Asih Purwakarta Ada Hubungan signifikan antara Sikap Perawat dengan upaya pencegahan corona virus disease Rsud Bayu Asih Purwakarta.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DIET DENGAN SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SRIAMUR TAMBUN UTARA KABUPATEN BEKASI.

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di indonesia terdapat 1,017,290 orang, pada kelompok semua umur. Sedangkan prevalensi penderita diabetes melitus berdasarkan provinsi jawa barat sebanyak 186.809 orang, pada daerah kabupaten bekasi terdiri 5.434 jiwa penderita diabetes melitus yang tertinggi ke 1 diantara kota atau kabupaten yang berada di provinsi jawa barat, Angka penderita diabetes melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara terdapat 544 jiwa. Tujuan untuk Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan diet dengan SelfManagement pada pesien diabetes melitus di Puakesmas Sriamur Tambun Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada suatu saat. Variabel dinilai secara simultan pada satu saat, jadi tidak ada tindak lanjut Dalam penelitian ini peneliti menganalisis hubungan antara variabel tingkat pengetahuan diet dengan self management pada penderita Diabetes Melitus.Hasil uji statistik nilai p value =0,000 ≤ α (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Diet dengan Self Management pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara kabupaten Bekasi.Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Tingkat pengetahuan diet dengan Self Management pada Pasien Diabetes Melitus.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik yang Kurang Terhadap Kejadian Penyakit Hipertensi di Desa Pasirgombong Tahun 2022

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Hipertensi merupakan kondisi dimana pembuluh darah terus menerusmeningkatkan tekanan darah (Kemenkes RI,2018).Tekanan darah adalah kekuatan yangdiberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding arteri, suatu pembuluh darah utama dalam tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang terkena hipertensi yaitu yang pertama faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti genetika, usia, jenis kelamin dan ras. Faktor yang kedua yaitu faktor yang dapat dikendalikan berhubungan dengan faktor lingkungan berupa prilaku atau gaya hidup (kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, stress dan konsumsi makanan), contoh makanan yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan yang tinggi garam, manis, makanan berlemak dan konsumsi minuman berkafein. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap kejadian penyakit hipertensi di Desa Pasir Gombong. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 46 warga pasirgombong yang mengalami hipertensi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 warga desa pasirgombong yang mengalami hipertensi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner baku dan tidak baku,dan menggunakan teknik total sampling.Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Spearman. Hasil: Berdasarkan analisis statistik. Menunjukan bahwa nilai P-value 0,021 (p0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kejadian penyakit hipertensi, dan untuk nilai P-Value 0,030 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap kejadian penyakit hipertensi.

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Terhadap Usaha Pencegahan Coronavirus Disease Di RSUD Bayu Asih Purwakarta

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, April 2021 Nama : ASEP ENGKUS KUSWARA NPM : 020319717 STUDI TENTANG HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP USAHA PENCEGAHAN CORONAVIRUS DISEASE DI RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA x (jumlah Halaman sebelum BAB I) + 85 Halaman+ 10 Tabel+ 7 Lampiran ABSTRAK Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 merupakan sebuah penyakit menular akibat Virus SARS-CoV-2. Virus ini adalah golongan baru yaang belum teridentifikasi pada manusia. setidaknya ada dua jenis Virus yang diketahui dapat menimbulkan gejala berat seperti (MERS) dan (SARS). Untuk mencegah agar kita tidak tertular virus corona Covid-19, (2020) berikut panduan lengkapnya dari WHO :Cuci tangan sesering mungkin, Terapkan social distancing, Gunakan Masker, Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, dan lakukan aturan bersin yang benar. Hubungan Pengetahuan dan sikap perawat terhadap usaha pencegahan Coronavirus Disease RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif melalui pendekatan deskriftif. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh Perawat rawat inap di RSUD Bayu Asih Purwakarta sebanyak 61 orang dengan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner. Rancangan analisis data menggunakan Uji Validitas dan reliabelitas,uji Normalitas, Analisis univariat, Analisis bivariat (Analisis proporsi atau persentase,Chi Square test, Odd Ratio (OR). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari Menurut analisis univariat 61 (62,3 %) responden memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan kurang dari setengah sebesar 23 dari 61 (37,7 %) responden memiliki pengetahuan yang kurang baik. Dengan hal tersebut menunjukan bahwa pengetahuan perawat Ruang rawat Inap dikatakan baik, yang mempunyai sikap yang baik 33 dari 61 (54,1 %) sedangkan yang kurang baik sebesar 28 dari 61(45,9%) . Dengan hal tersebut menunjukan bahwa sikap perawat dikatakan baik, yang mempunyai usaha pencegahan yang baik 38 dari 61 (62,3 %) sedangkan yang kurang baik sebesar 23 dari 61(37,7%) . Dengan hal tersebut menunjukan bahwa sikap perawat dikatakan baik. Sedangkan Menurut analisis Bivariat yang mempunyai pengetahuan kurang baik, terdapat sebanyak 13 dari 23 (56,5 %) menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik, dan sebanyak 10 dari 23 (43,5 %) responden menimbulkan usaha yang baik sedangkan perawat yang mempunyai pengetahuan baik,sebanyak 10 dari 38 (26,3%), menimbulkan usaha yang kurang baik dan terdapat sebanyak 28 dari 38 (73,7 %) responden menimbulkan usaha pencegahan yang baik, yang mempunyai Sikap kurang baik, terdapat sebanyak 6 dari 28 (21,4 %) menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik, dan sebanyak 22 dari 28 (78,6 %) responden menimbulkan usaha yang baik sedangkan perawat yang mempunyai Sikap baik,sebanyak 17 dari 33 (51,5%), menimbulkan usaha yang kurang baik dan terdapat sebanyak 16 dari 33(48,5 %) responden menimbulkan usaha pencegahan yang baik.. Dari dua variabel yaitu pengetahuan dan sikap perawat memiliki hubungan yang sangat signifikan terhadap usaha pencegahan Coronavirus Disease. Kesimpulannya adalah pengetahun yang baik akan mempengaruhi usaha pencegahan yang baik pula dengan yang kurang baik akan menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik pula. Sedangkan sikap yang baik maka akan menimbulkan usaha yang baik dan sikap yang kurang baik akan menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik pula.

Pengaruh Pemberian Water Tepid Sponge dengan Kompres Air Biasa Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Usia Sekolah dengan Hipertemia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi Tahun 2019

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Hipertermia adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu tubuh diatas kisaran normal. Kompres merupakan metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan hangat atau biasa yang bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian water tepid sponge dan kompres air biasa terhadap penurunan suhu tubuh pada anak usia sekolah dengan hipertermia. Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain pretest - posttest two group. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan 16 respoden untuk setiap perlakuan. Hasil : Hasil analisis dari 16 responden yang diberikan perlakuan water tepid sponge, rata–rata penurunan suhu tubuh sebesar 1,2℃. Sedangkan 16 responden yang diberikan perlakuan kompres air biasa mengalami rata–rata penurunan suhu tubuh sebesar 0,5℃. Hasil uji Paired Sample T-Test pada pengaruh pemberian water tepid sponge dan kompres air biasa menunjukan nilai p=0,000 (p=<0,05). Kesimpulan : Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh pemberian water tepid sponge dan kompres air biasa terhadap penurunan suhu tubuh pada anak usia sekolah dengan hipertermia di RSUD Kota Bekasi. Saran : Diharapkan keluarga mampu mengaplikasinya dirumah dan bermanfaat bagi keluarga sebagaimana tindakan alternative dalam menurunkan suhu tubuh yang efektif yang dapat di lakukan secara mandiri dirumah.