2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Preoperatif adalah proses keperawatan untuk mengembangkan rencana asuhan secara individual dan mengkoordinasikan serta memberikan asuhan pada pasien yang mengalami pembedahan atau prosedur invasif. (AORN, 2013). Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien
.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi di kamar bedah RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta tahun 2021, dengan desain penelitian analitik cross sectional. Populasi pada penelitian pasien pre operasi dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden, Tehnik sampel acidental sampling, uji statistik dengan menggunakan analisis Chi Square. Hasil uji statistik menunjukan nilai p=0,02 < a=0,05 (OR= 0,154) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi di kamar bedah RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta tahun 2021. Kesimpulan melakukan edukasi preoperatif yang terstruktur yang bertujuan untuk menurunkan kecemasan. Saran untuk penelitian lain untuk menambahkan variabel karakteristik responden.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah ulkus diabetikum. Perawatan kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus diabetikum, yang berpotensi menyebabkan amputasi dan penurunan kualitas hidup pasien.
Tujuan Penelitian : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 pasien Diabetes Melitus tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), dan kuesioner Diabetic Foot Care Knowledge Scale (DFKS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penghasilan, dukungan keluarga, edukasi, dan perilaku perawatan kaki pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ulkus diabetikum (p-value <0.05). Pasien dengan tingkat penghasilan tinggi, dukungan keluarga yang baik, dan edukasi yang memadai cenderung memiliki perilaku perawatan kaki yang lebih baik.
Simpulan : Perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peran penting dalam mencegah ulkus diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Edukasi dan intervensi mengenai perawatan kaki perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus diabetikum dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Proses penuaan adalah hal yang normal, namun bisa saja diiringi dengan masalah medis seperti terkenanya stroke salah satu masalah stroke yaitu terganggunya aktifitas fungsional pada lansia stroke. Faktor-faktor utama stroke pada lansia adalah usia semakin menua akan semakin rentan terkena hipertensi, penyakit jantung, obesitas, diabetes mellitus, stress emosional, merokok, peminum alcohol dan kurangnya berolahraga. Gangguan aktifitas fungsional pada lansia disebabkan oleh lamanya menderita stroke transisi dari ketergantungan aktivitas hidup sehari-hari menjadi independen terjadi terutama pada tahun pertama pacsa stroke sampai 5 tahun pasca stroke dan gangguan kognisi menunjukkan gangguan kognisi termasuk gangguan memori kerja memiliki korelasi yang signifikan dengan kemandirian aktivitas hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerobic exercise terhadap kemampuan aktifitas fungsioanal pada lansia stroke. Metode penelitian quasi experiment menggunakan desain penelitian one group pre-test and post-test. Jumlah responden 20 orang lansia yang berusia 60 tahun keatas yang di kunjungi ke rumah – rumah di pasien nya di bawah Yayasan Senyum Sehat Home Care yang dipilih dengan satu kelompok perlakuan dengan di berikan aerobic exercise selama 4 minggu, Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengukuran menggunakan indexs barther pre-test dan post-test. Hasil: satu kelompok pengujian menggunakan unpaired t-test didapatkan hasil p value = 0,0314* pada pasca lansia stroke.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses penuaan adalah hal yang normal, namun bisa saja diiringi dengan masalah medis seperti terkenanya stroke salah satu masalah stroke yaitu terganggunya aktifitas fungsional pada lansia stroke. Faktor-faktor utama stroke pada lansia adalah usia semakin menua akan semakin rentan terkena hipertensi, penyakit jantung, obesitas, diabetes mellitus, stress emosional, merokok, peminum alcohol dan kurangnya berolahraga. Gangguan aktifitas fungsional pada lansia disebabkan oleh lamanya menderita stroke transisi dari ketergantungan aktivitas hidup sehari-hari menjadi independen terjadi terutama pada tahun pertama pacsa stroke sampai 5 tahun pasca stroke dan gangguan kognisi menunjukkan gangguan kognisi termasuk gangguan memori kerja memiliki korelasi yang signifikan dengan kemandirian aktivitas hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerobic exercise terhadap kemampuan aktifitas fungsioanal pada lansia stroke. Metode penelitian quasi experiment menggunakan desain penelitian one group pre-test and post-test. Jumlah responden 20 orang lansia yang berusia 60 tahun keatas yang di kunjungi ke rumah – rumah di pasien nya di bawah Yayasan Senyum Sehat Home Care yang dipilih dengan satu kelompok perlakuan dengan di berikan aerobic exercise selama 4 minggu, Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengukuran menggunakan indexs barther pre-test dan post-test. Hasil: satu kelompok pengujian menggunakan unpaired t-test didapatkan hasil p value = 0,0314* pada pasca lansia stroke.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Hipertensi merupakan kondisi dimana pembuluh darah terus menerusmeningkatkan
tekanan darah (Kemenkes RI,2018).Tekanan darah adalah kekuatan yangdiberikan oleh sirkulasi darah
terhadap dinding arteri, suatu pembuluh darah utama dalam tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi
seseorang terkena hipertensi yaitu yang pertama faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti genetika,
usia, jenis kelamin dan ras. Faktor yang kedua yaitu faktor yang dapat dikendalikan berhubungan
dengan faktor lingkungan berupa prilaku atau gaya hidup (kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, stress
dan konsumsi makanan), contoh makanan yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan yang tinggi
garam, manis, makanan berlemak dan konsumsi minuman berkafein. Tujuan : Penelitian bertujuan
untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap kejadian penyakit
hipertensi di Desa Pasir Gombong. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif
dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 46 warga
pasirgombong yang mengalami hipertensi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 warga desa
pasirgombong yang mengalami hipertensi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner baku dan
tidak baku,dan menggunakan teknik total sampling.Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu Uji Spearman. Hasil: Berdasarkan analisis statistik. Menunjukan bahwa nilai P-value 0,021
(p0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan
terhadap kejadian penyakit hipertensi, dan untuk nilai P-Value 0,030 (p0,05), maka dapat disimpulkan
bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap kejadian penyakit
hipertensi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Prevalensi diabetes melitus di indonesia terdapat 1,017,290 orang, pada kelompok semua umur.
Sedangkan prevalensi penderita diabetes melitus berdasarkan provinsi jawa barat sebanyak 186.809
orang, pada daerah kabupaten bekasi terdiri 5.434 jiwa penderita diabetes melitus yang tertinggi ke 1
diantara kota atau kabupaten yang berada di provinsi jawa barat, Angka penderita diabetes melitus di
Puskesmas Sriamur Tambun Utara terdapat 544 jiwa. Tujuan untuk Menganalisis hubungan tingkat
pengetahuan diet dengan Self-Management pada pesien diabetes melitus di Puakesmas Sriamur
Tambun Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
dengan pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan jenis penelitian yang
menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu
kali pada suatu saat. Variabel dinilai secara simultan pada satu saat, jadi tidak ada tindak lanjut Dalam
penelitian ini peneliti menganalisis hubungan antara variabel tingkat pengetahuan diet dengan self
management pada penderita Diabetes Melitus.Hasil uji statistik nilai p value =0,000 ≤ a (0,05) yang
menunjukan bahwa ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Diet dengan Self Management pada
pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara kabupaten Bekasi.Penelitian ini
menyimpulkan ada hubungan antara Tingkat pengetahuan diet dengan Self Management pada Pasien
Diabeteus.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Upaya untuk mencegah penularan covid yaitu dengan Memakai Masker, Mencuci tangan, dan menjaga Jarak. Fasilitas Masker, Handsanitaizer, dan APD lainnya sudah difasilitasi. Tetapi tidak dapat mencegah kejadian penularan Covid-
19 terhadap Perawat di Lingkungan RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, dikarenakan masih ada sekitar 70% perawat yang tidak patuh dengan menjaga jarak dengan alasan merasa tidak enak menjauh dengan orang lain atas dasar norma sosial yang sudah melekat dalam diri sehingga perasaan tidak nyaman jika harus berjauhan dalam berkomunikasi apalagi dengan teman atau sahabat dalam bekerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap usaha pencegahan Coronavirus Disease. Metode penelitian menggunakan studi pendekatan deskriftif dengan desain penelitian cross sectional, Analisis hasil uji statistik dengan Chi Square,. Populasi pada penelitian
ini adalah Seluruh Perawat rawat inap di RSUD Bayu Asih Purwakarta sebanyak
61 orang dengan sampel yang digunakan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan p value 0,037, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan atara pengetahuan dengan upayapencegahan corona virus disease. Hasil uji untuk variabel sikap dengan p value = 0,031, dapat disimpulakan bahwa ada hubungan anatara sikap dengan upaya pencegahan corona virus disease. Ada Hubungan signifikan antara Pengetahuan Perawat dengan upaya pencegahan corona virus disease Rsud Bayu Asih Purwakarta
Ada Hubungan signifikan antara Sikap Perawat dengan upaya pencegahan corona virus disease Rsud Bayu Asih Purwakarta.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi diabetes melitus di indonesia terdapat 1,017,290 orang, pada kelompok semua umur. Sedangkan prevalensi penderita diabetes melitus berdasarkan provinsi jawa barat sebanyak 186.809 orang, pada daerah kabupaten bekasi terdiri 5.434 jiwa penderita diabetes melitus yang tertinggi ke 1 diantara kota
atau kabupaten yang berada di provinsi jawa barat, Angka penderita diabetes
melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara terdapat 544 jiwa. Tujuan untuk
Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan diet dengan SelfManagement pada pesien diabetes melitus di Puakesmas Sriamur Tambun Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan jenis penelitian
yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada suatu saat. Variabel dinilai secara simultan pada satu saat, jadi tidak ada tindak lanjut Dalam penelitian ini peneliti menganalisis hubungan antara variabel tingkat pengetahuan diet dengan self management pada penderita Diabetes Melitus.Hasil uji statistik nilai p value =0,000 ≤ α (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Diet dengan Self
Management pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Sriamur Tambun Utara kabupaten Bekasi.Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Tingkat pengetahuan diet dengan Self Management pada Pasien Diabetes Melitus.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Hipertensi merupakan kondisi dimana pembuluh darah terus
menerusmeningkatkan tekanan darah (Kemenkes RI,2018).Tekanan darah adalah
kekuatan yangdiberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding arteri, suatu
pembuluh darah utama dalam tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang
terkena hipertensi yaitu yang pertama faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti
genetika, usia, jenis kelamin dan ras. Faktor yang kedua yaitu faktor yang dapat
dikendalikan berhubungan dengan faktor lingkungan berupa prilaku atau gaya
hidup (kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, stress dan konsumsi makanan),
contoh makanan yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan yang tinggi
garam, manis, makanan berlemak dan konsumsi minuman berkafein. Tujuan :
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas
fisik terhadap kejadian penyakit hipertensi di Desa Pasir Gombong. Metode : Jenis
penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan
cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 46 warga pasirgombong
yang mengalami hipertensi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 warga desa
pasirgombong yang mengalami hipertensi. Instrumen penelitian ini menggunakan
kuesioner baku dan tidak baku,dan menggunakan teknik total sampling.Analisa
data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Spearman. Hasil: Berdasarkan
analisis statistik. Menunjukan bahwa nilai P-value 0,021 (p0,05), maka dapat
disimpulkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan
terhadap kejadian penyakit hipertensi, dan untuk nilai P-Value 0,030 (p0,05), maka
dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara aktivitas
fisik terhadap kejadian penyakit hipertensi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, April 2021 Nama : ASEP ENGKUS KUSWARA NPM : 020319717 STUDI TENTANG HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP USAHA PENCEGAHAN CORONAVIRUS DISEASE DI RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA x (jumlah Halaman sebelum BAB I) + 85 Halaman+ 10 Tabel+ 7 Lampiran ABSTRAK Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 merupakan sebuah penyakit menular akibat Virus SARS-CoV-2. Virus ini adalah golongan baru yaang belum teridentifikasi pada manusia. setidaknya ada dua jenis Virus yang diketahui dapat menimbulkan gejala berat seperti (MERS) dan (SARS). Untuk mencegah agar kita tidak tertular virus corona Covid-19, (2020) berikut panduan lengkapnya dari WHO :Cuci tangan sesering mungkin, Terapkan social distancing, Gunakan Masker, Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, dan lakukan aturan bersin yang benar. Hubungan Pengetahuan dan sikap perawat terhadap usaha pencegahan Coronavirus Disease RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif melalui pendekatan deskriftif. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh Perawat rawat inap di RSUD Bayu Asih Purwakarta sebanyak 61 orang dengan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner. Rancangan analisis data menggunakan Uji Validitas dan reliabelitas,uji Normalitas, Analisis univariat, Analisis bivariat (Analisis proporsi atau persentase,Chi Square test, Odd Ratio (OR). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari Menurut analisis univariat 61 (62,3 %) responden memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan kurang dari setengah sebesar 23 dari 61 (37,7 %) responden memiliki pengetahuan yang kurang baik. Dengan hal tersebut menunjukan bahwa pengetahuan perawat Ruang rawat Inap dikatakan baik, yang mempunyai sikap yang baik 33 dari 61 (54,1 %) sedangkan yang kurang baik sebesar 28 dari 61(45,9%) . Dengan hal tersebut menunjukan bahwa sikap perawat dikatakan baik, yang mempunyai usaha pencegahan yang baik 38 dari 61 (62,3 %) sedangkan yang kurang baik sebesar 23 dari 61(37,7%) . Dengan hal tersebut menunjukan bahwa sikap perawat dikatakan baik. Sedangkan Menurut analisis Bivariat yang mempunyai pengetahuan kurang baik, terdapat sebanyak 13 dari 23 (56,5 %) menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik, dan sebanyak 10 dari 23 (43,5 %) responden menimbulkan usaha yang baik sedangkan perawat yang mempunyai pengetahuan baik,sebanyak 10 dari 38 (26,3%), menimbulkan usaha yang kurang baik dan terdapat sebanyak 28 dari 38 (73,7 %) responden menimbulkan usaha pencegahan yang baik, yang mempunyai Sikap kurang baik, terdapat sebanyak 6 dari 28 (21,4 %) menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik, dan sebanyak 22 dari 28 (78,6 %) responden menimbulkan usaha yang baik sedangkan perawat yang mempunyai Sikap baik,sebanyak 17 dari 33 (51,5%), menimbulkan usaha yang kurang baik dan terdapat sebanyak 16 dari 33(48,5 %) responden menimbulkan usaha pencegahan yang baik.. Dari dua variabel yaitu pengetahuan dan sikap perawat memiliki hubungan yang sangat signifikan terhadap usaha pencegahan Coronavirus Disease. Kesimpulannya adalah pengetahun yang baik akan mempengaruhi usaha pencegahan yang baik pula dengan yang kurang baik akan menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik pula. Sedangkan sikap yang baik maka akan menimbulkan usaha yang baik dan sikap yang kurang baik akan menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik pula.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hipertermia adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu tubuh
diatas kisaran normal. Kompres merupakan metode pemeliharaan suhu tubuh
dengan menggunakan cairan hangat atau biasa yang bermanfaat untuk menurunkan
suhu tubuh pada anak yang mengalami demam.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian water tepid sponge dan kompres
air biasa terhadap penurunan suhu tubuh pada anak usia sekolah dengan
hipertermia.
Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain pretest - posttest two group.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan 16 respoden
untuk setiap perlakuan.
Hasil : Hasil analisis dari 16 responden yang diberikan perlakuan water tepid
sponge, rata–rata penurunan suhu tubuh sebesar 1,2℃. Sedangkan 16 responden
yang diberikan perlakuan kompres air biasa mengalami rata–rata penurunan suhu
tubuh sebesar 0,5℃. Hasil uji Paired Sample T-Test pada pengaruh pemberian
water tepid sponge dan kompres air biasa menunjukan nilai p=0,000 (p=<0,05).
Kesimpulan : Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh
pemberian water tepid sponge dan kompres air biasa terhadap penurunan suhu
tubuh pada anak usia sekolah dengan hipertermia di RSUD Kota Bekasi.
Saran : Diharapkan keluarga mampu mengaplikasinya dirumah dan bermanfaat
bagi keluarga sebagaimana tindakan alternative dalam menurunkan suhu tubuh
yang efektif yang dapat di lakukan secara mandiri dirumah.