Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Artikel Penelitian dan Pengabdian

Koleksi otomatis dari Artikel

4.562 item publik

Publikasi

Halaman 228 dari 229

Impact of cervical cancer counseling on the attitudes of fertile age women early detection in Padokan Lor Hamlet, Tirtonirmolo Village

Nurul Syaʼbin
2020 · Article · Open Access

Cervical cancer is the second most common cancer suffered by women in the world after breast cancer. In developed countries, the incidence of cervical cancer is around 4% of all cancer incidence in women, while in developing countries it reaches above 15% (Emilia, 2010). The purpose of this study was to determine the effect of cervical cancer counseling on the attitude of WUS to early detection (IVA) in Padokan Lor Hamlet, Tirtonirmolo Village. The type of research used is pre-experiment with the design of "one group pretest-posttest". Sampling using purposive sampling technique, the number of samples was 45 respondents. Bivariate analysis was carried out using the Wilcoxon test statistical test. The results of Wilcoxon test obtained the value (p = 0,000) less than 0,05. Conclusion, there is an influence of cervical cancer counseling on the attitude of WUS to early detection (IVA) in Padokan Lor Village, Tirtnirmolo Village, 2015.

KEPUTUSAN ORANGTUA DALAM MENYEKOLAHKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSIF BERDASARKAN KERANGKA HEALTH BELIEF MODEL

Ajeng Hayuning Tiyas
2019 · Article · Open Access

Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara di Indonesia, termasuk pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK), mempunyai kendala tersendiri dalam mencari sekolah-sekolah khusus dalam rangka memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Para orang tua ini menjadi dilema antara menyekolahkan anaknya pada sekolah pendidikan khusus atau pada sekolah-sekolah umum. Pemerintah telah mencanangkan program untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tetap bisa mendapatkan haknya untuk mengecap pendidikan, salah satunya lewat sekolah pendidikan inklusif. Artikel ini mendeskripsikan persepsi orang tua dengan anak kebutuhan khusus sehingga memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah pendidikan inklusif (yang dirangkum dari beberapa penelitian) dengan kerangka teori Health Belief Model. Beberapa hasil penelitian menunjukkan kecenderungan orangtua dengan anak berkebutuhan khusus untuk lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah pendidikan khusus (inklusif) dibandingkan sekolah luar biasa (SLB) dengan berbagai macam pertimbangan.