Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.665 item publik

Publikasi

Halaman 96 dari 534

Hubungan Hipertensi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Hotnida Julienta Sinaga; Retno Anggraeni Puspita Sari; Sofiatun Nadzia
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Penyakit ginjal kronik (PGK) telah muncul sebagai salah satu penyebab kematian dan penderitaan paling menonjol di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan hipertensi dengan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS. Sentra Medika Cikarang tahun 2025. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 185 pasien dengan penyakit ginjal kronik, dengan sampel dipresisi menggunakan rumus Slovin. Sehingga didapatkan sampel sebanyak 72 orang responden pasien penyakit gagal ginjal yang menjalani hemodialisa, dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang menggali karakteristik responden, hipertensi dan kuesioner WHOQOL untuk mengukur kualitas hidup. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan spearman rank test. Hasil : analisis bivariat menggunakan spearman rank test, terdapat hubungan signifikan (p-value = 0,000) yang kuat dan searah antar variabel faktor risiko hipertensi dan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik. Saran : diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini, dengan mencari hubungan atau efektivitas antara varibel independen lainnya dengan kualitas hidup pada pasien penderita penyakit ginjal kronik, menggunakan metode dan desain penelitian selain analitik kuntitatif, serta analisis yang lebih mendalam demi pengembangan kebaharuan ilmu pengetahuan terhadap kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronik.

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Payudara di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor

Nila Okorida; Wulan Sari Handayani; Yulidian Nurpratiwi
2025 · Book · Open Access

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara, dengan prevalensi kematian didunia yang disebabkan kanker payudara menurut data World Health Organization 670.000, di Indonesia rata-rata kematian 17/100.000, jawa barat 594 kasus kanker payudara, Dinas Kesehatan Kota Bogor didapatkan 367 kasus, kanker payudara di tahun 2023, sedangkan di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 kasus dari bulan Januari sampai Oktober 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisa faktor-faktor yang berhubungan Dengan Stadium Kanker payudara Di RS Sentra Medika Cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, desainnya korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel Non-Probability purposive sampling dan retrospektif. Hasil analisa uji korelasi Spearman’s rho, menunjukkan nilai p value pada faktor Riwayat Menyusui (Spearman’s rho = 0.698, p-value = 0,000), Kontrasepsi Hormonal (Spearman’s rho =0.689, p-value = 0,000 ), Riwayat Keluarga (Spearman’s rho =0,885, p-value = 0,000), Usia(Spearman”s rho=0.883,p-value=0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh Variabel yang diteliti tersebut terdapat hubungan signifikan Dengan Stadium Kanker payudara di RSSM Cibinong. Diharapkan dengan penelitian ini, dapat memberikan manfaat dalam menyediakan fasilitas pemeriksaan kanker payudara yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani. Selain itu, peningkatan pelatihan bagi tenaga medis tentang cara deteksi dini dan penanganan kanker payudara juga sangat penting.

Efektifitas Perawatan Metode Kanguru Dengan Kain Stretchy Wrap yang Dilakukan Orang Tua Terhadap Kenaikan Berat Badan Pada Bayi BBLR di RS Sentra Medika Cikarang

Anita Puspita Dewi; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Lilis Simangunsong
2025 · Book · Open Access

BBLR merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari normal (<2.500 gram) dan memiliki risiko morbiditas serta mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi dengan berat badan normal, oleh karena itu diperlukan berbagai macam cara dalam perawatan bayi BBLR salah satunya yaitu dengan perawatan metode kanguru. PMK adalah metode yang melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu dan meletakkan bayi di daerah tersebut. Perawatan Metode Kanguru (PMK) mempunyai manfaat untuk meningkatkan tanda-tanda vital dan berat badan bayi lahir rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas perawatan metode kanguru dengan kain elastis yang dilakukan orang tua terhadap kenaikan berat badan pada bayi BBLR di RS Sentra Medika Cikarang. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen one group pretest posttest design dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 20 responden, dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil didapatkan rata-rata berat badan sebelum perawatan metode kanguru adalah 2275 gram dan setelah dilakukan perawatan metode kanguru rata rata berat badan bayi meningkat menjadi 2329 gram, dengan rata rata peningkatan sebesar 10,50 gram selama 4 hari dengan durasi 1 jam dimana nilai p value 0.000 ( <0,05) sehingga dikatakan bahwa perawatan metode kanguru dengan kain stertchy wrap yang dilakukan orang tua terhadap kenaikan berat pada pada bayi BBLR di RS. Sentra Medika Cikarang efektif. Sehingga diharapkan PMK dengan kain stetchy wrap dapat menjadi alternatif untuk menambah berat badan bayi baru lahir dengan BBLR

Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kejadian Miopia Pada Anak Usia 7-11 Tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur

Aprilina Sartika; Evi Nurlita Sari; Rosi Nofita
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Prevalensi miopia pada anak-anak terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Miopia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma, katarak, dan ablasi retina serta atrofi. Berdasarkan studi pendahulu di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda, prevalensi miopia meningkat dari 33% menjadi 67%. Tujuan : untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget dengan kejadian miopia pada anak usia 7-11 tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 81 anak usia 7-11 tahun yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui membagian informed consent, serta kuesioner terkait faktor risiko. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan komputer dengan program komputer. Hasil : penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian miopia dengan nilai 0,007 (p <0,05). Faktor genetik nilai p = 0,002(p <0,05). Aktivitas luar ruangan nilai p = 0,039 (p <0,05). Penggunaan gadget dengan nilai p = 0,001(p<0,05). Kesimpulan : Sebagai upaya preventif dalam menekan prevalensi miopia di Rumah Sakit Harapan Bunda dan menunjukkan pentingnya memperhatikan riwayat genetik, perbedaan jenis kelamin, pengurangan penggunaan gadget.

Hubungan Efek Samping Kanker Stadium 2 Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Berdasarkan Pengkajian Esas (Edmonton Symptom Assessment System) di Poli Kemoterapi Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

Aprilina Sartika; Jamila; Kusniati
2025 · Book · Open Access

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker payudara menyebabkan sekitar 670.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2022. Kanker ini merupakan jenis kanker yang paling umum di kalangan wanita di 157 dari 185 negara pada tahun yang sama. Sekitar 0,5-1% kasus kanker payudara terjadi pada pria. Pada tahun 2020, sekitar 45,4% dari 2,3 juta kasus kanker payudara yang didiagnosis secara global berasal dari Asia. Risiko terkena kanker payudara pada wanita Asia tertinggi terjadi antara usia 40-49 tahun, lalu mengalami penurunan atau stabil setelah usia 50 tahun. Angka kejadian kanker lebih tinggi di Asia Tenggara, dengan Republik Korea mencatat angka tertinggi sebesar 314 kasus per 100.000 penduduk. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2022, angka kejadian kanker di Indonesia mencapai 136 kasus per 100.000 penduduk, menjadikan Indonesia berada di urutan kedelapan di Asia Tenggara. Pada tahun 2020, terdapat 396.914 kasus kanker baru dan 234.511 kematian akibat kanker di Indonesia. Sri Nowo Retno, MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, melaporkan bahwa pada tahun 2021, terdapat 821 penderita kanker di Kota Bogor, dan semuanya telah menerima pelayanan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi adanya Hubungan efek samping kanker dengan kualitas hidup pasien kanker payudara berdasarkan pengakajian ESAS di poli kemoterapi Rs. Sentra Medika Cibinong. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian cross-sectional merupakan penelitian non eksperimental yang bertujuan untuk mempelajari dinamika korelasi antara efek samping kanker stadium 2 dan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, berdasarkan pengkajian ESAS di Poli Kemoterapi RS Sentra Medika Cibinong. Metode ini dilakukan dengan cara pengumpulan data secara bersamaan pada saat yang bersamaan. Populasi dan sampel pada penelitian ini seluruh pasien Kanker Payudara Stadium 2 di poli Kemoterapi RS Sentra Medika Cibinong yang berjumlah 57 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisis data menggunakan chi square. Terdapat hubungan signifikan antara efek samping kanker dan kualitas hidup pasien kanker payudara dengan nyeri, kelelahan, mual, sesak nafas, nafsu makan berkurang, depresi, kecemasan dan gejala lainnya memiliki dampak yang lebih kuat terhadap kualitas hidup pasien (p < 0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efek samping kanker dan kualitas hidup pasien kanker payudara dengan rasa kantuk (p > 0.05).

Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Perubahan Nyeri dan Ansietas Pada Pasien Acute Coronary Syndrome di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

Andhika Caesar Nurul Hakim; Hendri Asrul Nurdin; Previarsi Rahayu
2025 · Book · Open Access

Pasien Acute Coronary Syndrome akan mengalami nyeri dada dan menimbulkan ansietas, perawat harus mampu mengatasi kondisi tersebut dengan memberikan intervensi mandiri yaitu terapi relaksasi nafas dalam yang sangat terkait dengan pemenuhan suplai oksigen pada pembuluh darah jantung. Terapi ini membuat pasien menjadi rileksasi sehingga akan meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke daerah yang mengalami iskemik dengan begitu pasien mampu mengendalikan rasa nyeri, ansietas dan hemodinamik normal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest postest design without control group terhadap 34 sampel dari 52 populasi pasien ACS di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong menggunakan teknik nonprobability sampling dengan purposive sampling. Berdasarkan uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p < 0,05), oleh karena itu uji nonparametrik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan mendapatkan hasil P value 0,000 (p < 0,05) artinya ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri dan ansietas pada pasien ACS. Kesimpulan tingkat rasa nyeri pretest adalah nyeri berat (7-10) dan tingkat rasa nyeri postest adalah nyeri sedang (4-6), tingkat ansietas pretest adalah ansietas berat (28-41) dan tingkat ansietas postest adalah ansietas ringan (14-20), dan ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan nyeri dan ansietas pada pasien ACS di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.

Pengaruh Menghisap Es Batu Terhadap Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak Tahun 2025

Beatrix Elizabeth; Evriana Tri Astuti; Lidia Ardani
2025 · Book · Open Access

Penyakit ginjal kronik (PGK) dapat didefinisikan sebagai gangguan fungsi ginjal yang bersifat irreversible yang mana kemampuan ginjal dalam mengatur elektrolit, keseimbangan cairan, dan metabolisme menurun dan mengakibatkan uremia. Pembatasan cairan pada pasien penyakit ginjal kronik meningkatkan frekuensi timbulnya rasa haus. Adanya peningkatan konsentrasi natrium plasma yang menyebabkan dehidrasi intraselular pada pusat rasa haus sehingga merangsang sensasi rasa haus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menghisap es batu terhadap rasa haus pada pasien penyakit ginjal kronik di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Penelitian ini menggunakan one group pre post test design. Populasi yang diambil menggunakan total sampling sebanyak 72 pasien dengan penyakit ginjal kronis yang mendapat intervensi menghisap es batu untuk mengurangi rasa haus. Data yang dikumpulkan merupakan data skala haus sebelum dan sesudah menghisap es batu. Analisis bivariat yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Uji Paired Sample T-test. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara menghisap es batu dengan skala rasa haus pada pasien penyakit ginjal kronis dengan p= 0,000. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu menghisap es batu dapat menurunkan rasa haus pada pasien penyakit ginjal kronis.

Pengaruh Teknik Surface Cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

Aprilina Sartika; Winda Amelia; Wuri Widya
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Sepis merupakan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh melalui aliran darah dimana kondisi host mengalami infeksi yang sangat berat sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi organ-organ tubuh berujung pada kematian. Pada saat bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, tubuh akan merangsang sistem pertahanan tubuh yaitu dengan melepaskan pirogen yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Tujuan mengetahui pengaruh teknik Surface cooling terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien sepsis. Metode: quasi eksperiment dengan two group pre test dan post test design. Populasi bejumlah 36 orang dengan metode purposive sampling Hasil: uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan <0.05 menunjukan P value 0,000 (P value < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik surface cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis Di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Kesimpulan: terdapat Pengaruh Teknik Surface cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis

Pengaruh Terapi Ice Cube Terhadap Penurunan Interdialytic Weight Gain (IDWG) Pasien Hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024

Ani Astutik; Beatrix Elizabeth; Silvia Irmawati
2025 · Book · Open Access

Penderita gagal ginjal kronis perlu melakukan pencegahan komplikasi dari penyakitnya seperti melakukan diet asupan cairan yang bertujuan untuk mengurangi kelebihan volume cairan pada periode interdialitik. Peningkatan berat badan mengindikasikan kelebihan cairan dikenal dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) (Siregar, 2022). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi ice cube terhadap penurunan interdialytic weight gain (IDWG) pasien hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment dengan jumlah populasi 220 pasien dan menggunakan teknik purposive sampling ditemukan jumlah sampel 33 pasien. Terapi ice cube dilakukan selama 3 hari dengan cara mengulum ice cube ukuran 5 ml maksimal 10 kubus perhari setelah sebelumnya dilakukan pengukuran IDWG pada pasien menggunakan timbangan dan kalkulator yang sudah dikalibrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 21 (63.3%) orang yang mengalami penurunan IDWG dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh terapi ice cube terhadap penurunan interdialytic weight gain (IDWG) pasien hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol IDWG selama periode interdialytic.