Afif Wahyudi Hidayat; Mohammad Haikhal Ramadani
2025 · Book · Open Access
Rumah sakit memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, baik sebagai tempat pelayanan, pendidikan tenaga kesehatan, maupun sebagai pusat rujukan dan penelitian. Oleh karena itu, untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien, rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan tertentu yang salah satunya diwujudkan melalui proses akreditasi. Motivasi perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta dalam menghadapi akreditasi mengalami demotivasi yaitu tidak memiliki dorongan kuat untuk melakukan sesuatu dan mengakibatkan menjadi kurang atau bahkan tidak bersemangat seperti kehilangan arah, beberapa perawat yang melakukan akreditasi melakukannya dengan setengah hati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat dalam menghadapi akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Penelitian ini dilakukan 30 juni – 11 Agustus 2025 di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta yang berjumlah 378 orang dan sampel 86 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara gaji atau tunjangan (p value = 0.000), tanggung jawab (p value = 0.000), hubungan interpersonal (p value = 0.000). Variabel yang tidak berhubungan pengawasan (p value = 1.000), prestasi (p value = 0.470), potensi pengembangan individu (p value = 1.000). Terdapat hubungan antara gaji atau tunjangan, tanggung jawab, hubungan interpersonal. Sedangkan pengaawasan, prestasi dan pengembangan potensi individu tidak berhubungan.
Emmelia Kristina Hutagaol; Tahta Tarzeti Ridayati
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Balita dengan berat badan kurang (underweight) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data Puskesmas Wanasari tahun 2024 terdapat 321 balita (6,1%) mengalami berat badan kurang, angka ini termasuk tertinggi ke-3 di Kabupaten Bekasi. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat berperan penting dalam upaya deteksi dini, edukasi gizi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Optimalisasi peran kader dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi peran kader posyandu dalam penanganan balita dengan berat badan kurang di wilayah kerja Puskesmas Wanasari Cibitung tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 206 kader posyandu, dengan sampel 127 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, motivasi, sikap, dan dukungan petugas kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah peran kader. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel sikap (p = 0,023; OR = 2,789) dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,027; OR = 0,371) berhubungan signifikan dengan peran kader. Sedangkan variabel pendidikan (p = 0,530), pengetahuan (p = 0,633), dan motivasi (p = 0,041; OR = 0,479) menunjukkan hasil yang tidak sejalan dengan teori namun tetap signifikan secara statistik pada motivasi. Kesimpulan: Optimalisasi peran kader dalam penanganan balita berat badan kurang dipengaruhi oleh faktor sikap dan dukungan petugas kesehatan, sementara pendidikan, pengetahuan, dan motivasi tidak berhubungan secara signifikan atau menunjukkan arah yang berlawanan dengan teori. Upaya peningkatan peran kader perlu difokuskan pada pembentukan sikap positif, pemberian dukungan yang tepat, serta pelatihan berkelanjutan agar kader lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya.
Deni Alamsah; Putri Budianingsih Dzandini
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang : Pengukuran antropometri balita yang tidak akurat oleh rangkaian posisi merupakan masalah signifikan yang dapat menghambat deteksi dini stunting dan masalah gizi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lama kerja dan pengetahuan dengan keterampilan pada pengukuran antropometri balita di Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini berfokus pada 41 kader yang memenuhi kriteria inklusi di wilayah kerja Kecamatan Cikarang Selatan, khususnya di Desa Pasirsari, Kabupaten Bekasi. Analisis uji yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan pada variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran tinggi badan ditemukan hubungan yang signifikan (p-value = 0,000) dengan (OR = 0,417) dan variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran berat badan (p-value = 0,003) dengan (OR = 0,095). Pengetahuan kader juga berhubungan secara signifikan dengan keterampilan pengukuran tinggi badan (p-value = 0,000) dengan (OR = 45,500). Lalu hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,120) dengan (OR = 2,963). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa lama kerja secara signifikan berhubungan dengan keterampilan antropometri dan pengetahuan kader dengan keterampilan pengukuran tinggi badan secara signifikan berhubungan. Sedangkan pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak ada hubungan secara signifikan. Kader yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih terampil dalam pengukuran antropometri.
Sylvia Huriyanti Taufik; Utami Putri Kinayungan
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas generasi muda. Mengingat pentingnya edukasi gizi sebagai strategi preventif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media permainan monopoli terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Cikarang Utara pada bulan Juni 2025. Sampel sebanyak 92 siswi yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi gizi melalui permainan monopoli, sedangkan kelompok kontrol melalui metode ceramah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan (p =0,000) dan sikap (p = 0,000) pencegahan anemia sebelum dan sesudsh edukasi gizi melalui permainan monopoli dan metode ceramah. Kesimpulan: Edukasi gizi yang diberikan melalui media permainan monopoli dan metode ceramah menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja putri. Kedua metode tersebut efektif digunakan dalam menyampaikan informasi gizi, namun media permainan monopoli memberikan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Guo Zhi Chen
2025 · Book · Open Access
M. Ferry Wong
2025 · Book · Open Access
Aryaprana Nanda; Hari Iskandar Kang; Willie Japaries
2025 · Book · Open Access
Aryaprana Nanda; Willie Japaries
2025 · Book · Open Access
Zhang Bo-Li
2025 · Book · Open Access
Clara Meliyanti Kusharto; I Dewa Nyoman Supariasa; Purnawati Hustina Rachman
2025 · Book · Open Access
Herlina Simanjuntak; Ika Kania Fatdo Wardani
2025 · Book · Open Access
Sandy Gunarso
2025 · Book · Open Access
Mifta Novikasari
2025 · Book · Open Access
Marliana Rahma
2025 · Book · Open Access
Nana Noviana
2025 · Book · Open Access
Masniah Abdul Rouf; Sugeng Jitowiyono
2025 · Book · Open Access
Wahyuningsih Djaali; Yoshua Viventius
2025 · Book · Open Access
M. Ferry Wong
2025 · Book · Open Access
M. Ferry Wong
2025 · Book · Open Access
Tri Wahyuni Ismoyowati
2025 · Book · Open Access