Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.665 item publik

Publikasi

Halaman 82 dari 534

Analisis Perbedaan Nilai SPF dan Aktivitas Antioksidan Antara Ekstrak Terpurifikasi dan Ekstrak Daun Jambu Air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston)

Ramadhanty Raudya Tuzzahra; Salma Hilmy Rusydi Hashim
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti penuaan dini dan kanker kulit. Tanaman jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan vitamin C yang berpotensi sebagai fotoprotektor dan antioksidan alami. Proses purifikasi ekstrak dilakukan untuk meningkatkan kadar senyawa aktif yang berkontribusi terhadap efektivitas perlindungan tersebut. Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai Sun Protection Factor (SPF) dan aktivitas antioksidan (IC₅₀) antara ekstrak terpurifikasi dan ekstrak kental daun jambu air. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental in vitro dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian nilai SPF dilakukan dengan metode Mansur menggunakan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA melalui SPSS. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10.000 ppm, ekstrak terpurifikasi memiliki nilai SPF 43,98 ± 0,559, sedangkan ekstrak kental 28,00 ± 0,409. Aktivitas antioksidan keduanya tergolong sangat kuat, dengan nilai IC₅₀ masing-masing 1,518 µg/mL dan 3,893 µg/mL.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat dan Luaran Klinis Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Setu 1 Kabupaten Bekasi

Intan Auliya Putri; Marselina
2025 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya di wilayah industri seperti Kabupaten Bekasi. Pengetahuan pasien terhadap penyakit hipertensi memengaruhi kepatuhan dalam menjalani pengobatan dan keberhasilan terapi yang diukur melalui luaran klinis berupa ketercapaian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan luaran klinis pada pasien hipertensi di Puskesmas Setu 1 Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 91 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner HK-LS untuk menilai pengetahuan, MMAS-8 untuk kepatuhan, serta data rekam medis untuk luaran klinis. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,009) dan luaran klinis tekanan darah (p = 0,003). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien, maka semakin tinggi pula kepatuhan terhadap pengobatan dan keberhasilan pencapaian tekanan darah sesuai target.

Efektivitas Biaya Pengobatan Pasien Demam Tifoid Rawat Inap BPJS di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2024

Fadly Agung Fatah; Rosiana
2025 · Book · Open Access

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas klinis dan efisiensi biaya pengobatan demam tifoid menggunakan terapi tunggal ceftriaxon, cefixime, serta terapi kombinasi ceftriaxon dan cefixime. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan analisis cost-effectiveness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas pengobatan pada kelompok terapi tunggal adalah sebesar 66,66% untuk ceftriaxon dan 66,66% untuk cefixime, sedangkan terapi kombinasi ceftriaxon dan cefixime pada kelompok B menunjukkan efektivitas 100%. Rata-rata total biaya pengobatan yang dikeluarkan untuk masing-masing terapi adalah Rp4.721.391 (ceftriaxon), Rp5.303.698 (cefixime), dan Rp4.599.894 (ceftriaxon dan cefixime). Analisis biaya-efektivitas rata-rata (Average Cost-Effectiveness Ratio/ACER) menunjukkan nilai sebesar Rp70.827 untuk ceftriaxon, Rp79.563 untuk cefixime, dan Rp45.998 untuk terapi kombinasi. Sementara itu, nilai Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) untuk peralihan terapi dari ceftriaxone tunggal ke cefixime tunggal adalah Rp582.307. Berdasarkan hasil tersebut, terapi kombinasi ceftriaxon dan cefixime memberikan efektivitas klinis tertinggi dengan nilai efisiensi biaya yang paling optimal dibandingkan terapi tunggal. Oleh karena itu, terapi kombinasi dapat dipertimbangkan sebagai pilihan yang lebih cost-effective dalam penanganan pasien demam tifoid.

Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dewasa di Instalasi Rawat Inap RS Sentra Medika Cikarang 2024

Napsiah Atika Sari; Rosiana
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Berdasarkan data World Health Organization (WHO), pneumonia menyerang sekitar 450 juta orang setiap tahun, dengan 9,2 juta kasus secara global. Penyakit ini menempati peringkat ketiga sebagai penyebab kematian tertinggi, dengan 92% kasus berasal dari Asia dan Afrika. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik pasien dewasa pneumonia dan mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik di instalasi rawat inap RS Sentra Medika Cikarang tahun 2024. Metode : Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan desain deskriptif yang menggunakan pendekatan retrospektif melalui data rekam medis. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil : Berdasarkan data rekam medis pasien pneumonia dewasa yang memenuhi kriteria inklusi di RS Sentra Medika Cikarang, mayoritas pasien berusia 56–65 tahun (69%) dan didominasi oleh laki-laki (54%). Penyakit penyerta terbanyak adalah TB Paru (23%). Terapi antibiotik yang paling banyak digunakan adalah terapi tunggal Levofloxacin (38%). Evaluasi dengan Metode Gyssens menunjukkan bahwa 77% penggunaan antibiotik tergolong tidak rasional. Kesimpulan : Evaluasi menggunakan Metode Gyssens di RS Sentra Medika Cikarang menunjukkan bahwa mayoritas penggunaan antibiotik tergolong tidak rasional.

Hubungan Kepatuhan Terhadap Terapi Antidipertensi Dengan Risiko Kardiovaskular Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

Marselina; Rahmi Anggita
2025 · Book · Open Access

Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat dicegah melalui pengelolaan tekanan darah dan kepatuhan terapi. Namun, hubungan keduanya belum konsisten. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Metode: Penelitian analitik kuantitatif cross-sectional pada 85 pasien hipertensi usia 40-79 tahun yang dipilih secara purposive. Kepatuhan diukur dengan kuesioner MARS-5 dan MPR, sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan skor ASCVD. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji linearitas. Hasil: Mayoritas pasien memiliki kepatuhan tinggi (MARS-5 = 91,8%; MPR = 76,5%) dan risiko kardiovaskular rendah (64,7%). Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan dengan risiko kardiovaskular (MARS-5 p = 0,041; MPR p = 0,049). Kesimpulan: Kepatuhan tinggi berhubungan dengan risiko kardiovaskular lebih rendah, terutama berdasarkan MARS-5. Edukasi berkelanjutan dan pemantauan rutin diperlukan untuk menjaga kepatuhan serta mencegah komplikasi.

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan Peredaran Kosmetik Oleh Balai POM Bogor

Embriana Dinar Pramestyani; Risda Maulida Esa
2025 · Book · Open Access

Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Balai POM Bogor memiliki tugas melakukan pengawasan post-market guna menjamin bahwa produk kosmetik yang beredar aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada di kuadran I (agresif), yaitu situasi yang mendukung penerapan strategi pengembangan dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan peluang eksternal yang tersedia. Tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B)

Embriana Dinar Pramestyani; Nur Aliyah Husna
2025 · Book · Open Access

Kosmetik kini menjadi bagian penting gaya hidup masyarakat. Namun, peredaran kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya seperti pewarna merah K10 (Rhodamin B) masih ditemukan di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam mencegah peredaran kosmetik yang mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kuantitatif melalui metode SWOT dan Matriks QSPM. Hasil penelitian Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan koordinat (0,15;0,12), menunjukkan BPOM dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal. Namun, hasil Matriks QSPM menunjukkan adanya ketidaksesuaian, di mana strategi WT memperoleh nilai tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dihasilkan yaitu Strategi 1 dengan nilai TAS 11,32, Strategi 2 dengan nilai TAS 11,15, dan Strategi 10 dengan nilai TAS 10,90. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kombinasi strategi SO dan WT perlu dijalankan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga menutup kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dari paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.

Analisis Strategi Pengawasan Pengelolaan Obat Oleh Balai POM Bogor

Aeni Kusno; Embriana Dinar Pramestyani
2025 · Book · Open Access

Pengawasan pengelolaan obat merupakan upaya krusial untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat yang beredar di masyarakat. Balai POM Bogor memiliki peran strategis dalam melaksanakan pengawasan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor dan Kota Depok yang memiliki tantangan distribusi obat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengawasan pengelolaan obat yang diterapkan oleh Balai POM Bogor dengan pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan yaitu observasi/wawancara dilanjutkan dengan pemetaan strategi prioritas melalui Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada pada kuadran III (turn-around strategy), yang mencerminkan tingginya peluang eksternal namun masih dihadapkan pada kelemahan internal yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah Balai POM Bogor memiliki kekuatan ( Kewenangan hukum, kolaborasi lintas sektor, dukungan sistem informasi), Kelemahan ( Keterbatasan dana operasional dan kurangnya fasilitas), Peluang (Edukasi publik melalui media sosial, program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO)), dan Ancaman (Adanya potensi gratifikasi kepada aparat penegak hukum). Dari Matriks QSPM, lima strategi prioritas yang direkomendasikan adalah: (1) pengajuan dukungan dana tambahan untuk pembangunan gedung dan laboratorium, (2) pemanfaatan kerja sama lintas sektor dan teknologi digital, (3) pelibatan masyarakat dalam pengawasan dan program ABSO, (4) penyusunan edukasi berbasis komunitas, serta (5) pemanfaatan UU BPOM untuk memperkuat sarana dan prasarana pengawasan.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Terhadap Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Telaga Murni Kecamatan Cikarang Barat

Hanifah Ikka Salamah; Masita Sari Dewi
2025 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan tingkat kejadian yang tinggi terutama di wilayah Jawa Barat. Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan terhadap keberhasilan pengobatan pasien Tuberkulosis di Puskesmas Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 pasien Tuberkulosis Paru yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, kuesioner kepatuhan MMAS-8, dan data rekam medis mengenai status keberhasilan pengobatan. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (90%) dan tingkat kepatuhan rendah (85%). Keberhasilan pengobatan tercapai pada (12,5%) pasien. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keberhasilan pengobatan (p = 0,827) dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan keberhasilan pengobatan (p = 0,365).

Evaluasi Farmakovigilans Terhadap Pengobatan Hipertensi Pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

Cyto Yudha Kurniawan; Ike Maya Permanasari
2025 · Book · Open Access

Hipertensi adalah salah satu penyakit jangka panjang yang umum di Indonesia dan dapat menyebabkan masalah serius pada jantung dan pembuluh darah. Pengobatan hipertensi biasanya melibatkan penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu lama, yang dapat menyebabkan reaksi negatif terhadap obat (ADR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kejadian farmakovigilans terkait pengobatan hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-analitik melalui accidental sampling pada 61 pasien hipertensi antara Januari hingga April 2025. Informasi diperoleh melalui rekam medis dan lembar Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok obat yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) amlodipin (75%), diikuti oleh kombinasi CCB+CCB (12,5%), CCB+Diuretik (3,13%), ACEI (3,13%), dan ARB (3,13%). Efek samping yang dilaporkan meliputi pusing, mual, dan sesak napas (40,6%), nyeri di dada (25%), kesulitan bernapas (3,1%), serta rasa lelah yang berlebihan (31,2%). Evaluasi farmakovigilans menyatakan bahwa sebagian besar ADR termasuk dalam kategori "kemungkinan besar" menurut skala Naranjo.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat dan Luaran Klinis Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

Antih Puspita Dewi; Marselina
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Pengetahuan pasien tentang penyakit dan pengobatannya diyakini berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat serta luaran klinis. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan luaran klinis pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain potong lintang (Cross-sectional) pada 51 pasien hipertensi yang menjalani terapi minimal 3 bulan, menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner HK-LS untuk pengetahuan, MMAS-8 untuk kepatuhan, serta rekam medis untuk luaran klinis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Correlation Pearson. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (70,59%), namun kepatuhan rendah (47,06%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (p=0,039), tetapi tidak dengan luaran klinis (p=0,733). Kesimpulan: Pengetahuan tinggi berhubungan dengan kepatuhan, namun tidak selalu menghasilkan luaran klinis optimal, sehingga faktor lain perlu dipertimbangkan dalam manajemen hipertensi.

Uji Aktivitas Antibakteri Face Mist Ekstrak Kombinasi Daun Jambu Air dan Daun Mangga Terhadap Propionibacterium Acnes Dengan Metode Dilusi

Kurnia Pebriyanti Harahap; Salma Hilmy Rusydi Hashim
2025 · Book · Open Access

Jerawat merupakan peradangan kulit yang salah satunya disebabkan oleh Propionibacterium acnes. Alternatif penggunaan bahan alam sebagai antibakteri dinilai lebih aman dibandingkan antibiotik sintetis. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak kombinasi kedua daun dalam bentuk sediaan face mist terhadap P. acnes dengan metode dilusi. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70% kemudian diformulasikan menjadi face mist dengan konsentrasi 3%, 5%, 7%, dan 10%. Uji meliputi Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), serta evaluasi fisik sediaan. Hasil menunjukkan ekstrak kombinasi memiliki KHM pada 5% dan KBM pada 7%. Sediaan face mist memenuhi syarat fisik (pH, homogenitas, viskositas, bobot jenis, daya semprot) dan menunjukkan aktivitas antibakteri optimal pada konsentrasi 7%. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Kesimpulannya, kombinasi ekstrak daun jambu air dan daun mangga berpotensi dikembangkan sebagai face mist antibakteri alami untuk pencegahan jerawat.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Kejadian Adverse Drug Reaction di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cikarang

Ike Maya Permanasari; Kharissa Damayanti
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Adverse Drug Reaction (ADR) merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatan yang dapat meningkatkan angka kesakitan, mortalitas, dan beban biaya perawatan. Pengetahuan perawat berperan penting dalam mendeteksi serta melaporkan ADR secara tepat. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan perawat terhadap kejadian ADR di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 58 perawat ruang rawat inap yang dipilih melalui total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan tinggi mengenai ADR (79,3%), sedang (19%), dan rendah (1,7%). Dari variabel yang diteliti, hanya tingkat pendidikan yang menunjukkan hubungan signifikan dengan pengetahuan perawat (p = 0,030). Variabel lain tidak signifikan (p > 0,05). Kesimpulan: Tingkat pendidikan merupakan faktor utama yang memengaruhi pengetahuan perawat terhadap ADR. Diperlukan strategi edukasi dan pelatihan berbasis peningkatan kompetensi untuk meningkatkan kesiapsiagaan perawat dalam menangani ADR.

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik yang Mengandung Merkuri & Hidrokuinon

Eka Ayu Riyanto; Embriana Dinar Pramestyani
2025 · Book · Open Access

Peredaran kosmetik mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di era digital yang mempermudah distribusi ilegal. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki peran strategis dalam menjamin keamanan produk, namun dihadapkan pada kendala seperti terbatasnya jangkauan wilayah, keterbatasan sumber daya, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM terhadap peredaran kosmetik berbahaya merkuri dan hidrokuinon melalui pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), serta menentukan strategi prioritas menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data primer dari wawancara dengan BPOM dan pelaku usaha kosmetik. Hasil analisis menunjukkan BPOM memiliki kekuatan berupa SDM profesional, sistem pengawasan digital (SIPT dan EWAS), serta dukungan regulasi yang kuat. Sementara itu, kelemahan seperti keterbatasan SDM dan jangkauan edukasi masih perlu diperbaiki. Posisi strategi BPOM berada pada Kuadran I (agresif) dengan titik koordinat (0,86 ; 0,64), yang menunjukkan lembaga ini berada pada posisi kuat dan memiliki peluang besar. Strategi prioritas melalui QSPM adalah kolaborasi dengan influencer (skor 13), pendirian laboratorium forensik digital (skor 12,8), dan pengembangan chatbot AI untuk edukasi dan pelaporan cepat (skor 11,7). Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan sistem pengawasan BPOM yang adaptif dan kolaboratif di tengah pesatnya dinamika industri kosmetik digital.

Pengembangan Sediaan Nutrasetikal Tablet Effervescent Umbi Bit (Beta vulgaris L) Kombinasi Apel Hijau (Malus sylvestris Mill) Sebagai Antianemia

Ilyas Ramadani Sidiq; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Triya Aryani Putri
2025 · Book · Open Access

Anemia merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh. Salah satu solusi untuk mengatasi anemia adalah dengan menggunakan tablet effervescent yang mengandung bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan tablet effervescent dengan kombinasi umbi bit (Beta vulgaris L.) dan apel hijau (Malus sylvestris Mill) sebagai solusi alami untuk mengatasi anemia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji efektivitas tablet effervescent dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada tikus yang diinduksi anemia dengan menggunakan phenylhydrazine. Umbi bit dan apel hijau digunakan karena kandungan zat besi dan vitamin C-nya yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Formula tablet effervescent yang diuji terdiri dari tiga variasi, yaitu Formula I, Formula II, dan Formula III, dengan konsentrasi serbuk yang berbeda. Hasil uji menunjukkan bahwa Formula III, yang mengandung 300 mg umbi bit dan 600 mg apel hijau, memberikan peningkatan kadar hemoglobin tertinggi. Evaluasi uji hedonik terhadap rasa, warna, aroma, tekstur, dan kesukaan keseluruhan menunjukkan bahwa Formula III juga paling disukai oleh responden, menandakan bahwa formulasi tersebut tidak hanya efektif secara farmakologis, tetapi juga diterima secara organoleptik.

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keamanan Pangan Dengan Personal Hygiene Pada Pedagang Jajanan di Desa Pasir Gombong

Amanda Shifa Burhanuddinnisa; Utami Putri Kinayungan
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Keamanan pangan merupakan upaya mencegah makanan dari cemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi masalah global, termasuk di Indonesia, seperti kasus keracunan di Kabupaten Bekasi dan Cikarang. Hal ini menunjukkan jajanan masih berisiko kurang higienis. Banyak pedagang mengabaikan higiene karena keterbatasan informasi, modal, dan bimbingan, padahal pengetahuan serta sikap sangat berperan dalam menjaga personal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene pedagang jajanan di Desa Pasir Gombong sebagai dasar edukasi dalam meningkatkan kualitas jajanan yang aman bagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian ini menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi - Square untuk melihat hubungan variabel. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 1,000 (˂0.05). Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan dengan personal hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0, 170 (˂0.05) Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan pangan dengan personal hygiene. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki, berusia dewasa madya, berpendidikan tinggi, memiliki pengalaman berdagang yang cukup lama, berpenghasilan menengah ke atas, serta sebagian besar belum pernah mengikuti pelatihan keamanan pangan dan personal hygiene. Secara umum, responden memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene yang tergolong baik. Namun demikian, analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan maupun sikap keamanan pangan dengan perilaku personal hygiene (p > 0,05).

Hubungan Kejadian Hipotermi Dengan Waktu Pulih Sadar Pasca General Anestesi di Ruang Pemulihan RSUD Kabupaten Bekasi

Izhan Aldiansyah Rizky Ramadhan; Salva Fatihah Tuljanah; Suanda Saputra
2025 · Book · Open Access

General anestesi adalah tindakan pembiusan yang ditandai dengan hilangnya kesadaran, nyeri, memori, dan relaksasi.Komplikasi yang paling sering muncul setelah tindakan anestesi salah satunya adalah hipotermi. Penyebabnya adalah karena saraf simpatis di block oleh obat anestesi sehingga terjadi vasodilatasi dan mengakibatkan terjadinya penurunan suhu tubuh atau hipotermi Tujuan peneliti: Tujuan Umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara hipotermi dengan waktu pulih sadar pasca general anestesi di ruang pemulihan RSUD Kabupaten Bekasi.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif uji Chi square.Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 36 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan observasi.Data dianalisis menggunakan uji Chi square.Hasil: Berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki (55,6%),berdasarkan usia 17-25 tahun (33,3%) dan berdasarkan berat badan 44 – 55 kg (36,1%) dan 66-80 kg (36,1%). Berdasarkan suhu tubuh 33⁰-35⁰C (63.9%) berdasarkan waktu pulih sadar <15 menit sebanyak 16 orang (44,4) Uji perbedaan waktu pulih sadar dengan kejadian hipotermi didapatkan P-Value 0,001 <0,05.Kesimpulan: Ada hubungan waktu pulih sadar dengan hipotermi pada pasien pasca general anestesi di rumah sakit umum daerah kabupaten bekasi

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Status Fisik Asa Dengan Waktu Pulih Sadar Pasca General Anestesi di Rumah Sakit Amanda Cikarang

Aan Navilah; Anas Kiki Anugrah; Dedy Saputra
2025 · Book · Open Access

Latar belakang : General anestesi normalnya memiliki waktu pulih sadar 15 menit, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pemanjangan waktu pulih sadar, salah satunya adalah IMT dan status fisik ASA dengan waktu pulih sadar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tuhuh (IMT) dan status fisik ASA terhadap waktu pulih sadar pada pasien General anestesi di RS Amanda cikarang. Metode : Jenis penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengambailan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 35 responden di RS Amanda Cikarang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi berisi IMT, status fisik ASA dan waktu pulih sadar. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian didapatkan responden IMT dengan obesitas sebagian besar mengalami keterlambatan waktu pulih sadar sebanyak 9 responden, responden status fisik ASA I sebagian besar mengalami keterlambatan waktu pulih sadar sebanyak 16 responden. Hasil uji chisquare didapatkan bahwa ada hubungan antara IMT terhadap waktu pulih sadar dengan p-value (0.018) dan status fisik ASA terhadap waktu pulih sadar dengan p-value (0.005). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dan status fisik ASA terhadap waktu pulih sadar.

Hubungan Pemberian Anestesi Spinal Levobupivacaine dengan Kejadian Hipotensi Pada Pasien Anestesi Spinal di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

Alfi Husein; Maria Antonia Mesu; Zuhrah Giatamah
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang:.Pembedahan merupakan prosedur medis yang dimulai dengan sayatan untuk membuka area tubuh dan diakhiri dengan penjahitan untuk menutup luka. Anestesi spinal adalah menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subarachnoid. Levobupivacaine isobarik 10 mg dianggap efektif untuk anestesi spinal dengan efek samping lebih sedikit dibandingkan bupivacaine, termasuk toksisitas yang lebih rendah. Penggunaan levobupivacaine juga dapat menyebabkan efek samping seperti hipotensi. Hipotensi yang tidak mendapatkan penanganan cepat dan tepat dapat menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran, aspirasi pulmonal, depresi pernapasan dan henti jantung. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hipotensi pasca anestesi spinal untuk meningkatkan keselamatan pasien selama prosedur pembedahan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemberian anestesi spinal levobupivacaine dengan kejadian hipotensi pada pasien yang menjalani anestesi spinal Metode: Ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dengan rancangan cross-sectional study. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dan didapatkan sebanyak 33 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi tanda dan gejala hipotensi pada pasien pre spinal dan lembar observasi anestesi.Analisis data menggunakan uji sperman Rank correlation Hasil: Mayoritas responden mengalami hipotensi sebanyak 21 responden (63,6%) dan mayoritas mengalami penurunan TD ≤ 20% yaitu sebanyak 21 orang (63.6%). Hasil dari analisis spearman rank didapatkan nilai (r) sebesar 0,045 dan p < 0,003 Kesimpulan: Terdapat hubungan siginifikan antara pemberian spinal anastesi levobupivacaine dengan kejadian hipotensi.

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Pada Anak di Sekolah Dasar Cikarang Kota Kabupaten Bekasi

Dandi Sanjaya; Feni Hidayah
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Obesitas pada anak menjadi masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Ketidakseimbangan pola makan dan rendahnya aktivitas fisik berkontribusi terhadap penumpukan lemak tubuh. Kondisi ini berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial anak sehingga perlu dicegah melalui pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik sejak usia sekolah. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data didapatkan dengan pengukuran antropometri, pengisian kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) dan kuesioner aktivitas fisik yang dipandu oleh peneliti. Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS, penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Cikarang Kota Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian dari total 43 anak menjadi sampel penelitian terdapat 30 anak (69,8%) mengalami obesitas. Selain itu, ditemukan 24 anak (55,8) dengan pola makan yang kurang, dan 26 anak (60,5%) memiliki aktivitas fisik yang baik. Hasil analisis statistik hubungan pola makan dengan obesitas (p-value 0,001) dan hubungan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,002). Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi.