Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.665 item publik

Publikasi

Halaman 79 dari 534

Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Keputihan di TPMB Ira Meykumala Dewi Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Ika Kania Fatdo Wardani; Kiki Fatmawati
2025 · Book · Open Access

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur (WUS). Kurangnya pengetahuan dalam membedakan keputihan normal dan abnormal dapat meningkatkan risiko infeksi. Di Kabupaten Bekasi, prevalensi keputihan pada WUS mencapai 29,48% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan wanita uisa subur tentang keputihan di TPMB Ira Meykumala Dewi Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest pada 57 responden yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan responden setelah intervensi (p = 0,000), dengan mayoritas responden sebelum intervensi berada pada kategori cukup (61,4%) dan kurang (36,8%), sedangkan setelah intervensi seluruh responden (100%) masuk kategori baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media audio visual efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia subur mengenai keputihan dan dapat digunakan sebagai alternatif media edukasi kesehatan reproduksi.

Pengaruh Edukasi Melalui Media Booklet Terhadap Tingkat Pengetahuan Mengenai Pentingnya Vaksinasi HPV Pada Remaja Putri di SMAN 1 Sukatani Tahun 2025

Sri Annisa Febrianti; Yulianti
2025 · Book · Open Access

Pada tahun 2022, kanker serviks mengalami kasus baru diseluruh dunia sekitar 660.000 kasus, kanker menjadi urutan keempat yang paling umum terjadi diantara wanita. Pada negara dengan pendapatan rendah – menengah terjadi kematian sekitar 94% dari 350.000 akibat dari kanker serviks. Rencana Aksi Nasional untuk Eliminasi Kanker Serviks, yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, menyerukan agar 90% remaja berusia 15 tahun mendapatkan vaksin HPV pada tahun 2027 dan 90% anak laki-laki melakukannya antara tahun 2028 dan 2030. Mengetahui bagaimana pengetahuan siswa tentang pentingnya vaksinasi HPV di SMAN 1 Sukatani dipengaruhi oleh edukasi kesehatan melalui media booklet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Pretest-Post Test Only One Group Design adalah desain pre-eksperimental. Sampel terdiri dari 40 remaja putri yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed Rank Test dikarenakan data tidak berdistribusi norma. Adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi Kesehatan melalui media booklet nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Dari 40 remaja putri mengalami peningkatan dan tidak ada dalam pengetahuan kurang. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah menerima edukasi melalui media booklet.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil di Klinik Cahaya Medika Tahun 2025

Ida Widaningsih; Jayanti
2025 · Book · Open Access

Latarbelakang: Kehamilan merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian khusus, termasuk upaya menjaga kebugaran dan kesiapan menghadapi persalinan. Salah satu intervensi yang terbukti bermanfaat adalah senam hamil, yang dapat membantu mengurangi nyeri punggung, memperkuat otot, serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu. Namun, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat senam hamil di Kabupaten Bekasi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 ibu hamil dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dengan data analisi yaitu univariat dan bivariat dengan Chi-Square test untuk melihat hubungan berbagai faktor dengan tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,000), sumber informasi (p = 0,000), serta dukungan tenaga kesehatan (p = 0,001) dengan pengetahuan ibu hamil. Sebaliknya, variabel umur (p = 0,789), paritas (p = 0,497), dan pekerjaan (p = 0,099) tidak berhubungan secara signifikan. Mayoritas responden (51,7%) masih memiliki pengetahuan rendah tentang senam hamil. Kesimpulan dan saran, pendidikan, akses informasi yang memadai, dan dukungan tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai senam hamil. Temuan ini menegaskan perlunya program edukasi kesehatan yang lebih efektif, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang berkelanjutan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda-tanda Bahaya Trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi Tahun 2025

Ferantika Sustiawanti; Ida Widaningsih
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global, salah satunya disebabkan keterlambatan deteksi tanda bahaya kehamilan. Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya sangat penting untuk mencegah komplikasi. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Jayanti pada Mei 2025 dengan jumlah sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,004), pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,025), paritas (p=0,013), sumber informasi (p=0,003), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,006) dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III. Kesimpulan: Faktor umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Menstruasi Terhadap Kecemasan Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri di SDN Wanajaya 03 Cibitung Tahun 2025

Musmundiroh; Nita Khoirunisa
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Kecemasan yang terkait dengan menarche menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja perempuan, terutama disebabkan oleh kurangnya akses pada informasi yang akurat dan menyeluruh mengenai menstruasi pertamanya. Menarche yang terjadi tanpa adanya persiapan dapat menjadi sumber rasa cemas dan takut yang berpengaruh langsung pada kesiapan mental serta emosional remaja putri saat menghadapi perubahan fisik yang muncul. Di Indonesia, sekitar 50% remaja putri belum mendapatkan pendidikan yang cukup mengenai menarche, sehingga tingkat kecemasan pada tahap ini cukup tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan kesehatan yang memanfaatkan media cetak, seperti booklet, yang dianggap praktis dan mudah dipahami Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan booklet terhadap tingkat kecemasan menarche pada remaja putri. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Terdapat 109 responden yang diambil sebagai sampel melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Uji normalitas dilaksanakan dengan Kolmogorov-Smirnov, sedangkan analisis data menggunakan Uji T-parametik. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan sedang (62,4%) dan berat (30,3%). Setelah dilakukan intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,9%) dan sebagian kecil tidak mengalami kecemasan (9,2%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap penurunan kecemasan menarche. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan dengan media booklet terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah dasar agar remaja putri lebih siap menghadapi menstruasi dengan pemahaman yang benar dan sikap yang positif.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Akseptor KB Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Kampung Teluk Ambulu Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Dea Nur Syalimah; Hajar Nur Fathur Rohmah
2025 · Book · Open Access

Latar belakang: Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan salah satu upaya efektif untuk menekan angka kelahiran, namun masih rendahnya pengetahuan akseptor KB menyebabkan pemilihan MKJP belum optimal. Media video sebagai salah satu media edukasi diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan akseptor KB mengenai MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video terhadap pengetahuan akseptor KB tentang MKJP di Kampung Teluk Ambulu Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 79 responden yang dipilih dengan Teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan MKJP yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan melalui media video. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Pengetahuan akseptor KB sebelum intervensi sebagian besar berada pada kategori kurang dengan rata-rata nilai 22,95%. Setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media video, pengetahuan responden meningkat menjadi 83,42%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui media video berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan akseptor KB tentang metode kontrasepsi jangka panjang. media video dapat dijadikan salah satu alternatif metode penyuluhan yang efektif dan menarik untuk meningkatkan pengetahuan serta mendukung program keluarga berencana.

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Insomnia Pada Remaja di SMAN 1 Cikarang Timur Tahun 2025

Siska Bella Nurfadilla; Yulianti
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami remaja dan berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, serta prestasi akademik. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat insomnia pada remaja kelas X SMAN 1 Cikarang Timur. Metode Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 49 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria mengalami insomnia. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Skala Baku Pengukuran Insomnia Remaja (KSBPJ-IRS). Intervensi berupa pemberian aromaterapi lavender spray pada bantal atau selimut responden setiap malam selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami insomnia ringan (75,5%) dan insomnia berat (24,5%). Setelah intervensi, 81,6% responden tidak lagi mengalami insomnia, sedangkan 18,4% mengalami insomnia ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor insomnia sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aromaterapi lavender spray berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat insomnia pada remaja, sehingga dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dalam Menghadapi Kesiapan Menarche Pada Remaja Putri di SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Aliszza Ulfa Hifdzilah; Herlina Simanjuntak
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Menarche merupakan tanda awal kedewasaan reproduksi pada perempuan yang seringkali menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan dalam menghadapi kesiapan menarche pada remaja putri. Subyek dan Metode : Sampel penelitian ini seluruh siswi kelas IV dan V di SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi sebanyak 83 orang dengan teknik Purposive. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest Instrumen ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang menarche dengan media audio visual. Hasil :Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum diberikan intervensi yaitu sebanyak 28,9% siswi memiliki pengetahuan kurang, 66,3% siswi pengetahuan cukup, dan 4,8% siswi pengetahuan baik. Setelah diberikan intervensi, 95,2% siswi memiliki pengetahuan baik dan 4,8% meiliki pengetahuan cukup. Analisis data penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed rank test, yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual (p = 0,000). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi kesiapan menarche. Disarankan pihak sekolah agar dapat menfasilitasi pembelajaran dengan pendidikan kesehatan dengan media audio visual tentang kesehatan reproduksi mengenai menarche secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan khususnya pada remaja putri melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Siti Komala Sari; Yulianti
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Dampak dari siklus menstruasi yang tidak teratur yaitu infertile, endometriosis, dan gangguan psikologis. Infertile dapat terjadi jika siklus menstruasi tidak teratur sehingga mengakibatkan ovulasi terganggu dan dapat terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang punya pengaruh besar terhadap ovulasi. Tujuan : Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Muara Gembong. Metode : Penelitian ini mengadopsi metode analitik kuantitatif dengan Rancangan penelitian ini adalah crossectional, Populasi penelitian ini sebanyak 76, sampel penelitian sebanyak 76 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji chi square, Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik terhadap gangguan siklus menstruasi yang di dapatkan nilai untuk faktor usia : p-value = 0,001, tingkat stress : p-value = 0,003, aktivitas fisik : p-value = 0,005 yang berarti ada hubungan yang signifikan dari ketiga faktor tersebut, Kesimpulan : Faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik termasuk dalam faktor-faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi, yang Dimana para remaja putri di harapakan untuk menjaga stabilitas dari segi tingkat stress dan aktivitas fisik agar mengurangi potensi mengalami gangguan siklus menstruasi.

Pengaruh Kompres Air Hangat Terhadap (Dysmenorrhea) Pada Remaja Putri Kelas X & XI di SMA IT Nurul Fajri Tahun 2025

Noviana Gita Ramandhani; Rosi Kurnia Sugiharti
2025 · Book · Open Access

Pendahuluan: Dismenore merupakan salah satu gangguan yang umum dialami oleh remaja putri saat menstruasi dan dapat berdampak pada aktivitas, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Penanganan dismenore umumnya dilakukan dengan obat pereda nyeri, namun penggunaan metode non-farmakologis seperti kompres air hangat menjadi alternatif yang aman, murah, dan minim efek samping. Kompres hangat memberikan kehangatan untuk kenyamanan dan mengurangi rasa sakit atau kram otot. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap nyeri haid (dismenore) pada remaja putri kelas 10 & 11 di SMAIT Nurul Fajri. Metode: Menerapkan metode kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian kompres air hangat pada perut bawah dilakukan selama 15–20 menit. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, rata-rata usia responden adalah 15,90 tahun dengan rentang usia 15–17 tahun. Skor nyeri sebelum perlakuan memiliki nilai rata-rata 4,87 (kategori nyeri sedang), dan setelah perlakuan turun menjadi 2,20 (kategori nyeri ringan). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kompres air hangat terhadap penurunan nyeri haid. Kesimpulan: Kompres air hangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Metode ini dapat dijadikan alternatif penanganan non-farmakologis yang aman dan praktis untuk mengurangi dismenore.

Pengaruh Pemberian Edukasi Media Booklet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan Dini di Kelas VIII SMPN 3 Cibarusah Kabupaten Bekasi

Devi Triana; Ika Kania Fatdo Wardani
2025 · Book · Open Access

Pernikahan dini mengacu pada pernikahan yang melibatkan remaja, yaitu individu yang berusia antara 13 hingga 18 tahun, yang sebetulnya belum sepenuhnya matang baik secara fisik maupun mental. Kegiatan menikah di usia muda menjadi hal yang dianggap biasa oleh beberapa kelompok dalam masyarakat atau budaya Indonesia. Tingginya angka pernikahan dini di Indonesia, khususnya di Kecamatan Cibarusah, menjadi perhatian serius karena berdampak pada aspek kesehatan, pendidikan, dan psikososial remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi media booklet terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di kelas VIII SMPN 3 Cibarusah. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja kelas VIII di SMPN 3 Cibarusah yang berjumlah 359 siswa. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 189 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan setelah diberikan edukasi dengan media booklet, dan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi menggunakan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini. Diharapkan media ini dapat digunakan sebagai salah satu metode edukatif dalam upaya pencegahan pernikahan dini.

Pengaruh Konseling MPASI Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Pada Bayi Usia 6-12 Tahun di Posyandu Karang Sari Tahun 2025

Marlinda; Neneng Julianti
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6–12 bulan. MPASI harus diberikan sesuai waktu, jenis, tekstur, dan porsi yang dianjurkan agar dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal. Namun, kenyataannya masih banyak ibu yang memiliki pengetahuan kurang mengenai praktik pemberian MPASI, sehingga berisiko menimbulkan masalah gizi maupun hambatan tumbuh kembang anak. Upaya edukasi melalui konseling kesehatan di posyandu diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu terkait pemberian MPASI yang benar. Tujuan: Menganalisis pengaruh konseling MPASI terhadap pengetahuan ibu dalam memberikan MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Karang Sari 9, Cikarang Timur, pada tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berjumlah 20 item. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebelum diberikan konseling, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup (46,6%) dan kurang (36,7%). Setelah konseling, terjadi peningkatan pengetahuan, dengan 66,7% responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,684 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konseling MPASI terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Kesimpulan: Konseling MPASI terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukasi dalam program posyandu untuk mendukung praktik pemberian MPASI yang tepat.

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Menopause di Klinik Central Medika 2 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2025

Musmundiroh; Nurmala Sari
2025 · Book · Open Access

Menopause merupakan fase alamiah yang akan dialami oleh semua Wanita biasanya terjadi diatas usia 45-55 tahun. Menopause ini adalah dalam fase peralihan menuju masa non produktif dari masa produktif, dengan berhentinya menstruasi seorang wanita merupakan suatu tanda yang akan mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita ( Widaningsih,I., 2022). Data WHO bahwa sekitar 1,2 milyar wanita berusia diatas 50 tahun pada 2030 yang akan datang, di Asia ada peningkatan Wanita menopause sebanyak 373 juta jiwa. Kualitas hidup atau quality of life (QOL) setiap wanita berbeda-beda.Tujuan penelitian Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi. Populasi 60 responden dan jumlah sampel 60 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan Total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner MENQOL (Menopause Spesific Quality of Life Questionare), serta lembar kuesioner untuk dukungan suami dan dukungan teman sebaya dan kuesioner aktivitas fisik. Analisis yang digunakan uji Chi Square dilanjutkan dengan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian ini berdasarkan uji Chi-Square dengan SPSS ada hubungan pendidikan dengan kualitas hidup P=0,00, OR 3,923, Ada hubungan Dukungan Suami dengan kualitas hidup P=0,00, OR ,043, ada hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan kualitas hidup P=0,00, OR 20,000, ada hubungan Aktivitas Fisik dengan kualitas hidup P=0,00, OR 53,833 dengan kualitas hidup.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan, dukungan suami, dukungan teman sebaya, aktivitas fisik dengan kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa karang Asih Kec.Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Saran ibu menopause perlu meningkatkan kesehatan dan dukungan sosial, sementar tenaga kesehatan diharapkan memperkuat edukasi serta penelitian selanjutnya diperluas agar lebih komprehensif.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian ASI Ekslusif 0-6 Bulan di Desa Kedungjeruk Kabupaten Karawang Tahun 2025

Rohani Siregar; Siti Marpu'ah
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi. Namun, angka cakupan ASI eksklusif masih rendah di beberapa wilayah. Perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, sikap, dan dukungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi. Metode: Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, sikap, sumber informasi, dan dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pemberian ASI eksklusif. Hasil: Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan bivariat dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan pemberian ASI eksklusif. Univariat menunjukkan mayoritas responden memberikan ASI eksklusif (75,0%), berpendidikan > SMA (67,5%), tidak bekerja (70,0%), memiliki pengetahuan baik (73,8%), bersikap positif (76,3%), mendapat dukungan keluarga (71,3%), dan terpapar sumber informasi (67,5%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pendidikan (p=0,001), pekerjaan (p=0,010), pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,015), dukungan keluarga (p=0,005), serta sumber informasi (p=0,025) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sumber informasi. Upaya peningkatan ASI eksklusif perlu difokuskan pada peningkatan edukasi, penyediaan informasi, serta dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pengaruh Kombinasi Pijat Breast Care dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang Tahun 2025

Enok Ulfah Shintia; Hajar Nur Fathur Rohmah
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Namun, pada masa postpartum masih banyak ibu yang mengalami kendala berupa rendahnya produksi ASI. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pijat breast care dan pijat oksitosin, yang bekerja merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest design. Sampel berjumlah 30 responden, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan pretest–posttest dalam masing-masing kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil: Sebelum intervensi, produksi ASI pada kelompok kontrol didominasi kategori rendah–sedang, sedangkan kelompok eksperimen pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya sedikit meningkat (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan dalam kedua kelompok (kontrol: peningkatan rata-rata –1,000; p = 0,006, eksperimen: peningkatan rata-rata –4,733; p = 0,000). Uji Independent Samples t-test menghasilkan selisih rata-rata 5,267 (p < 0,001), menegaskan adanya perbedaan signifikan produksi ASI antara kedua kelompok. Kesimpulan: penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.

Pengaruh Pijat Bayi Pada Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan di TPMB Bidan Nur Asiah di Perumnas Blok LD No. 18 di Karawang Tahun 2025

Musmundiroh; Nur Asiah
2025 · Book · Open Access

Latar belakang: Pijat bayi merupakan perawatan kesehatan berupa terapi sentuh dengan teknik-teknik tertentu yang diberikan kepada bayi sehingga dapat meningkat kan kualitas tidur, Masalah tidur pada bayi dan balita sebagian besar seperti kesulitan untuk tidur, bangun saat malam disertai anak mudah menangis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pijat pada bayi 0-12 bulan Di TPMB Bidan Nur asiah Di Perumnas Blok LD No 18 Di Karawang. Subyek dan metode: Menggunakan Metode kuantitatif dengan dengan desain preetest dan posttest. Populasi dalam penelitian 40 bayi, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Kualitas tidur bayi 0-12 bulan dengan kategori kurang tidur terdapat 32 bayi dan balita (80%), dan kategori kualitas cukup tidur terdapat 8 bayi (20%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat adanya pengaruh pijat pada kualitas tidur bayi usia 0- 12 bulan. Kesimpulan: Pemijatan pada bayi sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala, dimulai dari usia 0 bulan, minimal setiap satu bulan 2 kali, baik itu oleh orang tua maupun oleh tenaga profesional yang sudah bersertifikat

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Tahun 2025

Nabillah Nuraeni; Neneng Julianti
2025 · Book · Open Access

Latar belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak-anak di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai. Kondisi ini berdampak negatif tidak hanya pada kualitas hidup anak tetapi juga pada beban ekonomi dan sosial keluarga serta masyarakat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin pada tahun 2025. Metode penelitian : analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 57 responden ibu dengan anak balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada ibu kemudian dilakukan analisis menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR) untuk mengetahui hubungan dan kekuatan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 (47,4%) anak balita mengalami diare, hampir seluruh responden 38 (66,7%) memiliki pengetahuan kurang tentnag diare, hampir sebagian dari responden 28 (49,1%) memiliki lingkungan tidak bersih dan hampir sebagian responden 21 (36,8%) mengkonsumsi makanan tidak layak. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada anak (p = 0,000; OR = 1,11), kondisi lingkungan yang kurang sehat (p = 0,002; OR = 2,25), serta kelayakan makanan yang dikonsumsi anak (p = 0,000; OR = 3,79). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, kondisi lingkungan, dan makanan dengan kejadian diare.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Hipermessi Gravidarum Pada Ibu Hamil di Trimester 1 di RS DKH Sukatani Tahun 2025

Usniyah; Yulianti
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Pada tahun 2021, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa jumlah HEG mencapai 12,5% dari jumlah seluruh kehamilan di Dunia, di Indonesia data ibu dengan HEG mencapai 14,8% dari seluruh kehamilan dan di Jawa Barat data HEG mencapai 14,2%. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Hiperemesis Gravidarum Di Rumah Sakit DKH Sukatani Tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan Cross Sectional adalah pendekatan penelitian dimana waktu yang bersamaan dalam waktu periode tertentu. Sampel berjumlah 51 ibu hamil yang rawat inap Trimester 1. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value <0,05) antara umur ibu (p=0,002), paritas (p=0,005), pekerja (p=0,039), pendidikan (p=0,021) dengan kejadian HEG di Rumah Sakit DKH Sukatani Tahun 2025. Kesimpulan dan Saran : Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara umur ibu, paritas, pekerja dan pendidikan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025

Rosi Kurnia Sugiharti; Yulia Citra
2025 · Book · Open Access

Pada tahun 2020, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa KPD di Indonesia sebanyak 65%, angka kejadian KPD di Jawa Barat sebanyak 230 kasus. Rencana strategi Nasional memperdayakan wanita, keluarga dan masyarakat melalui promosi kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Case Control adalah studi analitik yang menganalisis hubungan dengan menggunakan logika terbalik yaitu menentukan penyakit (Outcome) terlebih dahulu kemudian mengidentifikasi penyebab. Sampel berjumlah 528 ibu hamil yang mengalami KPD dan yang non KPD. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value <0,05) antara usia ibu (p=0,003), paritas (p=0,011), usia kehamilan (p=0,033), riwayat KPD (p=0,009), pekerja (p=0,003) dengan kejadian KPD di Sentra Medika Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, riwayat KPD dan pekerjaan.

Pengaruh Pemberian Sari Daun Jambu Biji Terhadap Frekuensi Diare Pada Balita di RS Cenka Tahun 2025

Vivi Silviana; Yulianti
2025 · Book · Open Access

Latar belakang Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada balita karena dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian apabila tidak ditangani dengan tepat. Penggunaan obat herbal sebagai terapi komplementer menjadi alternatif yang aman dan murah, salah satunya adalah sari daun jambu biji yang diketahui mengandung flavonoid, tanin, dan saponin dengan efek antidiare. Tujuan Mengetahui pengaruh pemberian sari daun jambu biji terhadap penurunan frekuensi diare pada balita. Metode Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 30 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi frekuensi diare sebelum dan sesudah pemberian sari daun jambu biji. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Sebelum intervensi, mayoritas balita mengalami diare dengan frekuensi 4–5 kali/hari (73,3%). Setelah pemberian sari daun jambu biji selama 3 hari, terjadi penurunan frekuensi, di mana sebagian besar balita hanya mengalami diare 1–2 kali/hari (46,7%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,878 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara frekuensi diare sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan Pemberian sari daun jambu biji efektif menurunkan frekuensi diare pada balita. Sari daun jambu biji dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang aman, murah, dan mudah diaplikasikan untuk membantu penanganan diare.