Lilis Setiawati; Neneng Julianti
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Baby blues merupakan gangguan emosional yang dialami ibu pasca persalinan dan sering kali diabaikan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang baby blues dapat meningkatkan risiko kejadian tersebut. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar umur ibu hamil tidak berisiko (20-35 tahun) yaitu sebanyak 23 orang (76,7%), berpendidikan tinggi (≥SMA) sebanyak 24 orang (80%), dan tidak bekerja sebanyak 21 orang (70%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 responden (70%). Setelah intervensi, Sebagian besar ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan menjadi 29 responden (96,7%) dengan kategori baik. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,011 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi Tahun 2025. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menjadikan leaflet sebagai media edukasi rutin dalam pelayanan antenatal care.
Musmundiroh; Nur Fadilah
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca operasi sectio caesarea (SC) merupakan proses penting dalam masa nifas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, mobilisasi, pendidikan, dan adanya penyakit penyerta. Penyembuhan luka yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lain. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status gizi, mobilisasi, dan penyakit penyerta. Variabel dependen adalah penyembuhan luka pasca operasi SC. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,000), mobilisasi (p=0,004), pendidikan (p=0,011) dan sumber informasi(p=0,000) dengan penyembuhan luka pasca operasi SC. Sementara itu, usia (p=0,261) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka pasca operasi SC pada ibu nifas di RS Sentra Medika Cikarang adalah status gizi, mobilisasi, dan pendidikan dan sumber informasi.
Musmundiroh; Norma Try Putri Pratiwi
2025 · Book · Open Access
Status gizi dan perkembangan anak usia dini merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Balita dengan status gizi kurang memiliki risiko tinggi mengalami keterlambatan perkembangan, baik secara fisik maupun kognitif. Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar berperan penting dalam memantau kedua aspek tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita usia 1–3 tahun di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square karena data berdistribusi tidak normal. Sebagian besar balita memiliki status gizi baik (86%) dan perkembangan yang normal (90%). Balita dengan gizi kurang cenderung mengalami perkembangan meragukan atau menyimpang (71,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan balita. Terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah tahun 2025. Pemantauan gizi dan perkembangan secara berkala di posyandu sangat penting untuk deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan lebih memperhatikan asupan gizi anak, dan kader posyandu dapat meningkatkan edukasi tentang gizi dan stimulasi perkembangan.
Erika Utami; Hajar Nur Fathur Rohmah
2025 · Book · Open Access
Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami.
Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.
Ida Widaningsih; Ismawati
2025 · Book · Open Access
Pendahuluan : HIV/AIDS di kalangan remaja telah menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama karena meningkatnya jumlah kasus pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karangasih Bekasi Tahun 2025. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya dan sumber informasi. Variabel terikat yaitu pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 75 responden. Teknik analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value 0,001), usia (p-value 0,014), pendidikan (p-value 0,009), dukungan orang tua (p-value 0,000), dukungan teman sebaya (p-value 0,000), sumber informasi (p-value 0,000) dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan jenis kelamin, usia remaja, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, dan sumber informasi. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS memerlukan pendekatan komprehensif dengan menyediakan akses ke informasi yang akurat, tidak menstigma, dan sesuai dengan perkembangan remaja.
Indah Dwi Apriyani; Rosi Kurnia Sugiharti
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Lama kala I persalinan yang berlangsung terlalu lama dapat
meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin, seperti kelelahan, distress janin, dan
tindakan medis invasif. Pelvic rocking merupakan teknik non-farmakologis yang terbukti
dapat mempercepat pembukaan serviks. Tujuan: Mengetahui pengaruh pelvic rocking
terhadap lama kala I persalinan. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain
kuantitatif dengan metode pra-eksperimen dan pendekatan static group comparison.
Penelitian dilakukan di TPMB Bidan Yuyun Tahun 2025 dengan jumlah sampel 30 ibu
bersalin yang diambil secara total sampling. Variabel dependen adalah lama kala I
persalinan, sedangkan variabel independen adalah pelvic rocking. Analisis data
menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Pada kelompok
intervensi, 73,3% ibu bersalin mengalami kala I normal, sedangkan pada kelompok kontrol
73,3% mengalami kala I tidak normal. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh
signifikan antara pelvic rocking dengan lama kala I persalinan (p=0,011). Kesimpulan:
Pelvic rocking efektif digunakan untuk mempercepat kala I persalinan secara fisiologis dan
aman.
Dita Utari Basuki; Hajar Nur Fathur Rohmah
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Kesehatan mental bukan sekadar ketiadaan gangguan psikologis, melainkan juga kemampuan individu mengenali potensi diri, mengatasi tekanan hidup, produktif, dan berkontribusi pada komunitas. Remaja putri sangat rentan terhadap gangguan mental akibat paparan media social termasuk cyberbullying, konten negatif, dan fenomena fear of missing out (FoMO). Di Indonesia, tren gangguan mental remaja meningkat bersamaan dengan intensitas penggunaan media sosial, namun studi lokal khusus di MTsN 3 Karawang masih terbatas. Tujuan: Menilai hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025. Metode: Studi kuantitatif cross sectional dengan total sampel 85 siswi kelas VIII berusia 12–15 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada Mei–Juni 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif (frekuensi), chi-square, dan Odds Ratio (OR). Hasil: Instagram merupakan platform paling sering digunakan (24,7 %), disusul Facebook dan WhatsApp (masing-masing 23,5 %), TikTok (10,6 %), dan lainnya (YouTube, Telegram, LINE, Twitter/X, Pinterest) sebesar 17,6 %. Sebanyak 50,6 % responden tergolong pengguna media sosial berisiko, sementara 98,8 % menunjukkan gejala risiko gangguan kesehatan mental. Chi-square menunjukkan p = 0,042 (< 0,05), bermakna terdapat hubungan signifikan. OR sebesar 3,0 mengindikasikan remaja putri dengan penggunaan media sosial berisiko memiliki peluang tiga kali lebih tinggi mengalami gangguan mental dibanding yang tidak berisiko. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan gangguan kesehatan mental pada remaja putri MTsN 3 Karawang tahun 2025. Remaja dalam kategori berisiko memiliki peluang tiga kali lebih besar mengalami gangguan mental.
Euis Atikah; Hajar Nur Fathur Rohmah
2025 · Book · Open Access
Kejadian AKI di Indonesia menurut data Kemenkes tahun 2022 yaitu sebesar 189
per 100.000 kelahiran hidup, dan berdasarkan Data dari Data dari RSIA Nurul Anisa
menunjukkan bahwa selama periode 2023–2024 terdapat 70 kasus partus lama dari total
389 persalinan. Dengan prevalensi presentase partus lama masih tinggi yaitu sekitar 18%,
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya faktor-faktor yang berkaitan dengan
kejadian partus lama kala II pada ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa pada tahun 2025.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik kuantitatif
dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu$ be$rsalin di
RSIA Nu$ru$l Anisa de$ngan ju$mlah 389 pasie$n ibu$ be$rsalin secara partus pervaginam
maupun operasi sectio caesarea (SC) se$lama 2 tahu$n te$rakhir pada tahu$n 2023 - 2024.
sedangkan besar sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total
sampling. untuk analisis data yang digunakan adalah analisis proporsi (persentasi) untuk
analisis univariat. Uji hipotesis menggunakan analisis bivariat dengan statistik Chi-
Square dan analisis risiko Odd Ratio.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan variabel Usia ibu dengan
partus lama pada kala II dengan P value 0,003 , kemudian terdapat hubungan variabel
paritas dengan partus lama pada kala II dengan nilai P = 0,017, selanjutnya terdapat
hubungan variabel taksiran berat janin dengan partus lama pada kala II dengan nilai P =
0,004, dan terdapat hubungan variabel his dengan partus lama pada kala II dengan nilai P
= 0,005.
Kesimpulan terdapat hubungan semua variabel yaitu usia ibu, paritas, taksiran
berat janin, dan his dengan partus lama pada kala II. Saran dalam penelitian ini, pada ibu
hamil sebagai upaya pencegahan partus lama antara lain adalah dengan rutin mengikuti
senam hamil, melakukan latihan pernapasan, serta menjaga kebugaran fisik melalui
aktivitas ringan yang sesuai dengan usia kehamilan.
Ria Afriyani; Rohani Siregar
2025 · Book · Open Access
Latar belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena
mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat
besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada kehamilan akan
membahayakan ibu dan janin. Dari studi pendahuluan di TPMB Bidan Ria, Desa
Sukaraya, ditemukan 2 dari 10 ibu hamil mengalami anemia ringan dengan kadar Hb
10–11,9 gr/dL. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang
berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di TPMB Bidan Ria Desa
Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional untuk
mengungkapkan hubungan antara variabel dependen dan independen. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan Kadar Hb di TPMB Bidan
Ria yaitu berjumlah 50 orang ibu hamil dan teknik pengambilan sampel yaitu
menggunakan total sampling dengan jumlah 50 orang. Pengumpulan data dengan cara
menyebarkan kuisioner. Analisis statistik yang digunakan adalah dsitribusi frekuensi
dan Chi Square. Hasil penelitian: memperlihatkan bahwa ibu hamil anemia yaitu
sebanyak 18 orang responden ( 36%). Dan kejadian anemia pada ibu hamil diTPMB
Bidan Ria sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya umur (p=0,001), paritas
(p=0,007), Pendidikan(p=0,002), pekerjaan(p=0,007), pengetahuan(p=0,000) dan
keterpaparan informasi(p=0,000). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan
kejadian Anemia Adalah pengetahuan dengan nilai OR 15,000 (CI 95%). Artinya ibu
hamil yang memiliki Tingkat pengetahuan kurang memiliki peluang 15 kali untuk
mengalami Anemia. Kesimpulan: untuk TPMB Bidan Ria agar lebih aktif lagi
melaksanakan konseling-konseling gizi selama kehamilan dan penyuluhan-penyuluhan
Kesehatan.
Devi Indriani; Herlina Simanjuntak
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial di
Indonesia, terutama pada remaja putri yang belum siap secara fisik, mental, dan sosial.
Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang
memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual dengan
pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap minat pernikahan dini
pada remaja putri di Desa Mulyajaya tahun 2025. Subjek dan Metode: Penelitian ini
menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group.
Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri usia 15–18 tahun di Desa Mulyajaya
(n=44), dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan purposive
sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang diberikan sebelum dan
sesudah intervensi media audiovisual berbasis KIE. Analisis data menggunakan uji Paired
T Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 13–15 tahun (58,1%) dan berpendidikan SMA
(67,7%). Rata-rata skor minat pernikahan dini menurun dari 136,1 sebelum intervensi
menjadi 89,5 sesudah intervensi. Paired T Test menunjukkan hasil signifikan (Z = -4,876;
p < 0,001). Kesimpulan: Media audiovisual berbasis KIE efektif menurunkan minat
pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya.
Karina Apita Sari; Neneng Julianti
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Kekerasan dalam pacaran (KDP) merupakan salah satu bentuk kekerasan yang kerap tidak disadari oleh remaja putri, akibat minimnya pengetahuan serta normalisasi terhadap perilaku agresif dalam hubungan. Penggunaan media leaflet sebagai sarana edukasi dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai isu ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan tentang kekerasan dalam pacaran pada remaja putri di SMP Negeri Satu Atap 01 Jonggol Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini sebanyak 305, sampel penelitian sebanyak 75 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan remaja putri tentang kekerasan dalam pacaran setelah diberikan edukasi menggunakan media leaflet. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,176 dan p-value 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara nilai pretest dan posttest. Kesimpulan: Media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kekerasan dalam pacaran. Edukasi melalui media cetak sederhana ini dapat menjadi strategi pencegahan kekerasan yang tepat pada remaja.
Ika Kania Fatdo Wardani; Rosmala Rahma Aulia
2025 · Book · Open Access
Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p < 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia <30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.
Ai Hanifah Nurlatifah; Rosi Kurnia Sugiharti
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Menurut (WHO) terdapat 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin, diperkirakan akan mencapai 6,3 juta ditahun 2050. Di Asia rupture perineum dalam masyarakat tercatat 50% dari kejadian rupture perineum di dunia yang menunjukkan bahwa masalah ini memerlukan perhatian lebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dari bulan Januari - Desember 2024 sebanyak 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil penelitian di ketahui bahwa dari hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,003 < α (0,05), artinya ada hubungan paritas dengan rupture perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,063 < α (0,05), artinya ada hubungan umur ibu dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,004 < α (0,05), artinya ada hubungan jarak kehamilan dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,031 < α (0,05), artinya ada hubungan berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Hasil penelitian ini bertujuan sebagai masukan kepada bidan dilingkungan sekitar untuk memberikan asuhan kebidanan yang bermanfaat dan mengurangi dampak terjadinya ruptur perineum.
Nabela Aulia Fitriyani Anggara; Neneng Julianti
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang : Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian : menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, diperoleh dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala numerik (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan massage effleurage terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode non farmakologis yang aman, mudah, dan tanpa efek samping untuk mengatasi dismenore.
Amanda Dwi Rusty; Herlina Simanjuntak
2025 · Book · Open Access
Pengetahuan diperoleh melalui proses kognitif dan berperan penting dalam membentuk perilaku terkait kebersihan diri, termasuk saat menstruasi. Remaja putri perlu memahaminya sejak dini sebagai langkah persiapan. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi saluran kemih dan keputihan. Edukasi menggunakan media yang menarik seperti video dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kebersihan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi personal hygiene menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 1 Muaragembong, Kabupaten Bekasi, tahun 2025. Jenis penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 76 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah edukasi personal hygiene menggunakan media video, sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan kebersihan menstruasi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Sebelum intervensi edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (75%). Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat ke kategori “baik” (84,2%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi personal hygiene menggunakan video terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan menstruasi. Kesimpulan: Edukasi personal hygiene melalui media video secara signifikan meningkatkan pengetahuan kebersihan menstruasi pada remaja putri. Media video dapat digunakan sebagai metode alternatif edukasi kesehatan reproduksi di sekolah, idealnya sebelum remaja mengalami menarce. Sekolah diharapkan rutin memberikan edukasi kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan menstruasi, melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, atau kerja sama dengan tenaga kesehatan. Remaja putri juga didorong untuk lebih proaktif mencari informasi serta menerapkan kebersihan menstruasi sejak sebelum menarke guna mencegah infeksi.
Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak sekolah, menambahkan kelompok kontrol, serta menilai aspek pengetahuan, sikap, perilaku, dan retensi jangka panjang.
Ida Widaningsih; Iim Imroah
2025 · Book · Open Access
Pendahuluan : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh orang tua. Dampak kurang gizi terhadap balita dapat berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025.
Metode : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang memiliki hubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Variabel terikat yaitu status gizi balita. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025 adalah usia balita (p-value 0,024), pendidikan ibu (p-value 0,000), pekerjaan ibu (p-value 0,007), status ekonomi (p-value 0,000), asupan makan balita (p-value 0,000), riwayat penyakit infeksi balita 3 bulan terakhir (p-value 0,000), pengetahuan ibu (p-value 0,000).
Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan balita, penyakit infaksi balita, dan pengetahuan ibu. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencegahan terjadinya gizi kurang pada balita, dengan mengikuti penyuluhan gizi yang dilakukan kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada balita.
Ika Kania Fatdo Wardani; Kiki Fatmawati
2025 · Book · Open Access
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur
(WUS). Kurangnya pengetahuan dalam membedakan keputihan normal dan abnormal
dapat meningkatkan risiko infeksi. Di Kabupaten Bekasi, prevalensi keputihan pada WUS
mencapai 29,48% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
media audio visual terhadap pengetahuan wanita uisa subur tentang keputihan di TPMB Ira
Meykumala Dewi Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan
desain one group pretest-posttest pada 57 responden yang ditentukan melalui teknik total
sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan
pengetahuan responden setelah intervensi (p = 0,000), dengan mayoritas responden
sebelum intervensi berada pada kategori cukup (61,4%) dan kurang (36,8%), sedangkan
setelah intervensi seluruh responden (100%) masuk kategori baik. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa media audio visual efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia
subur mengenai keputihan dan dapat digunakan sebagai alternatif media edukasi kesehatan
reproduksi.
Sri Annisa Febrianti; Yulianti
2025 · Book · Open Access
Pada tahun 2022, kanker serviks mengalami kasus baru diseluruh dunia sekitar 660.000 kasus, kanker menjadi urutan keempat yang paling umum terjadi diantara wanita. Pada negara dengan pendapatan rendah – menengah terjadi kematian sekitar 94% dari 350.000 akibat dari kanker serviks. Rencana Aksi Nasional untuk Eliminasi Kanker Serviks, yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, menyerukan agar 90% remaja berusia 15 tahun mendapatkan vaksin HPV pada tahun 2027 dan 90% anak laki-laki melakukannya antara tahun 2028 dan 2030. Mengetahui bagaimana pengetahuan siswa tentang pentingnya vaksinasi HPV di SMAN 1 Sukatani dipengaruhi oleh edukasi kesehatan melalui media booklet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Pretest-Post Test Only One Group Design adalah desain pre-eksperimental. Sampel terdiri dari 40 remaja putri yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed Rank Test dikarenakan data tidak berdistribusi norma. Adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi Kesehatan melalui media booklet nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Dari 40 remaja putri mengalami peningkatan dan tidak ada dalam pengetahuan kurang. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah menerima edukasi melalui media booklet.
Ida Widaningsih; Jayanti
2025 · Book · Open Access
Latarbelakang: Kehamilan merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian khusus, termasuk upaya menjaga kebugaran dan kesiapan menghadapi persalinan. Salah satu intervensi yang terbukti bermanfaat adalah senam hamil, yang dapat membantu mengurangi nyeri punggung, memperkuat otot, serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu. Namun, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat senam hamil di Kabupaten Bekasi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 ibu hamil dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dengan data analisi yaitu univariat dan bivariat dengan Chi-Square test untuk melihat hubungan berbagai faktor dengan tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,000), sumber informasi (p = 0,000), serta dukungan tenaga kesehatan (p = 0,001) dengan pengetahuan ibu hamil. Sebaliknya, variabel umur (p = 0,789), paritas (p = 0,497), dan pekerjaan (p = 0,099) tidak berhubungan secara signifikan. Mayoritas responden (51,7%) masih memiliki pengetahuan rendah tentang senam hamil. Kesimpulan dan saran, pendidikan, akses informasi yang memadai, dan dukungan tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai senam hamil. Temuan ini menegaskan perlunya program edukasi kesehatan yang lebih efektif, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang berkelanjutan.
Ferantika Sustiawanti; Ida Widaningsih
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global, salah satunya disebabkan keterlambatan deteksi tanda bahaya kehamilan. Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya sangat penting untuk mencegah komplikasi. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi tahun 2025.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Jayanti pada Mei 2025 dengan jumlah sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,004), pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,025), paritas (p=0,013), sumber informasi (p=0,003), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,006) dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III.
Kesimpulan: Faktor umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.