Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.659 item publik

Publikasi

Halaman 77 dari 533

Faktor-faktor yang Berhubugan Dengan Terjadinya Keputihan Pada Remaja Putri Kelas VIII dan IX di SMP Qur'an Eltahfidh Tahun 2025

Putri Yuliana Lubis; Rosi Kurnia Sugiharti
2025 · Book · Open Access

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat berdampak pada aktivitas harian maupun psikososial. Data WHO (2021) menunjukkan bahwa 75% perempuan di dunia pernah mengalami keputihan, dengan 45% di antaranya lebih dari dua kali. Di Indonesia, prevalensi mencapai sekitar 90%, di mana 60% kasus terjadi pada kelompok usia remaja. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2021 mencatat prevalensi keputihan pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 31,8%. Hasil survei awal di SMP Qur’an ElTahfidh mengungkapkan bahwa 21,5% siswi mengalami keputihan, namun mayoritas belum memahami perbedaan antara keputihan fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Hal ini mengindikasikan masih terbatasnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian keputihan pada remaja putri kelas VIII dan IX di SMP Qur’an ElTahfidh tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 93 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta Odds Ratio (OR). Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000; OR=7,875), usia (p=0,001; OR=0,257), personal hygiene (p=0,000; OR=7,286), serta sumber informasi (p=0,007; OR=0,295) dengan kejadian keputihan. Diperlukan program edukasi kesehatan reproduksi yang lebih intensif dan berkelanjutan, baik melalui sekolah, keluarga, maupun tenaga kesehatan, agar remaja mampu memahami perbedaan keputihan normal dan patologis, meningkatkan kebersihan diri, serta menerapkan perilaku pencegahan sejak dini. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi strategi promosi kesehatan remaja secara lebih terarah.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri di MTS Tarbiyyatul Assas Kabupaten Bekasi 2025

Rosi Kurnia Sugiharti; Sabrina Gusti Nova
2025 · Book · Open Access

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada pertumbuhan serta prestasi belajar. Data WHO tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif cukup tinggi (29,6), termasuk pada remaja meningkat dari 21,6% menjadi 22,3%. Di Jawa Barat, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 40%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja putri. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Intervensi berupa pemutaran video edukatif berdurasi sekitar 10 menit yang menguraikan pengertian, penyebab, gejala, pencegahan, serta cara konsumsi tablet tambah darah (TTD). Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah intervensi. Sampel penelitian adalah 62 siswi yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden berpengetahuan kurang (74,2%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi berpengetahuan baik (82,3%). Uji statistik memperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang anemia. Simpulan dari penelitian ini adalah media video efektif sebagai sarana edukasi kesehatan. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan lebih memanfaatkan media audiovisual dalam program promosi kesehatan remaja.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Siswa dan Siswi Tentang Perilaku Seks Bebas di MTS Tarbiyyatul Assas Kabupaten Bekasi 2025

Ika Kania Fatdo Wardani; Tri Yuni Komala Hati
2025 · Book · Open Access

Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosial maupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamil diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Subyek dan mtode: Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di Klinik Rumah Sehat Keluarga Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Tia Idmar Suhita; Yulianti
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Tingkat cakupan imunisasi TT di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dan kurangnya informasi yang akurat serta masih adanya mitos mengenai efek samping vaksinasi menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, salah satunya melalui media buku saku yang bersifat praktis, informatif, dan mudah dipahami. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi tetanus toksoid di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tanpa kelompok kontrol, yaitu one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 70 ibu hamil trimester 1 dan 2 yang menjalani pemeriksaan kehamilan di Klinik Rumah Sehat Keluarga selama bulan April–Mei 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dimana semua ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan responden. pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi media buku saku. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,3%) memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, 35,7% dalam kategori kurang, dan hanya 10% dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi menggunakan media buku saku, terjadi peningkatan yang signifikan: 85,7% responden menunjukkan pengetahuan baik, 14,3% cukup, dan tidak ada responden yang berada dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 61,64 sebelum intervensi menjadi 82,93 setelah intervensi, dengan nilai p = 0,000 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku sangat efektif guna meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT. Buku saku dapat dijadikan media edukatif yang praktis dan efisien untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil terhadap imunisasi TT, Upaya peningkatan dukasi buku saku ini juga perlu dukungan keluarga, dan peran aktif dari tenaga kesehatan.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) di Kobak Rotan Desa Sukamakmur Tahun 2025

Ika Kania Fatdo Wardani; Sulastri
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Tingkat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Sukamakmur. Salah satu faktor utama yang memengaruhi adalah rendahnya tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS). Pendidikan kesehatan dinilai sebagai upaya efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait MKJP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang MKJP terhadap peningkatan pengetahuan WUS di Kobak Rotan Desa Sukamakmur Bekasi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian sebanyak 30 orang WUS yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan WUS setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang MKJP dengan nilai p < 0,05. Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, namun setelah intervensi terjadi peningkatan ke kategori cukup dan baik. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang MKJP berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan WUS di Desa Sukamakmur. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan kegiatan edukasi terkait MKJP dalam upaya mendukung keberhasilan program keluarga berencana.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap di Klinik Amelia Tahun 2025

Putri Nursaadah; Rohani Siregar
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Imunisasi adalah proses pemberian vaksinasi kepada seseorang untuk membantu mereka menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Vaksin merangsang system kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibody yang dapat melawan penyakit tertentu. Indikator data dari Klinik Amelia. Jumlah anak Indonesia yang tidak divaksinasi pada tahun 2018 hingga 2023 adalah 1.879.820 anak. Cakupan vaksinasi dasar di Indonesia juga mengalami penurunan, dari 93,7% pada tahun 2019 menjadi 84,5% pada tahun 2021. Capain imunisasi dasar lengkap dari januari sampai dengan maret 2025 hanya 62,5% yang tercapai Imunisasi dasar lengkap. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor- faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di klinik Amelia tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan desain cross sectional, populasi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan yang tinggal di wilayah layanan Klinik Amelia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisis hubungan antar variable menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian : Hasil Penelitian ini dengan uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukan bahwa usia (p= 0,000) , pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,000), sumber informasi (p=0,000). Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara usia, pekerjaaan, pendidikan, sumber informasi dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di klinik amelia tahun 2025.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hypnobirthing di TPMB Riris Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Gusnawati Tambunan; Ida Widaningsih
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Proses persalinan sering menimbulkan nyeri hebat yang dapat memicu stres dan kecemasan. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ketegangan saat melahirkan adalah hypnobirthing. Namun, pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing masih tergolong rendah. Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional, di lakukan di TPMB Riris. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Riris pada bulan Mei-Juli 2025 sebanyak 60 arang dan jumlah sampel sama dengan jumlah sampel 60 orang yaitu total sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing dan variabel independen yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi dan dukungan tenaga kesehatan. Instrumen pengukuran variabel menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Didapatkan hasil variabel pengetahuan baik 60%, usia ibu tidak beresiko 83,3%, pendidikan tinggi 85%, ibu hamil tidak bekerja 75%, paritas tidak beresiko 85%, terpapar sumber informasi 85% dan dukungan tenaga kesehatan yg mendukung 86,7%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p=0,073) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,033), paritas (p=0,002), sumber informasi (p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,005) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Kesimpulan : Faktor pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

Pengaruh Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Keputihan Pada Remaja Putri Kelas VIII di SMPN 5 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025

Anggraeni Dwi Safiva; Hajar Nur Fathur Rohmah
2025 · Book · Open Access

Keputihan adalah keluarnya cairan bukan darah dari vagina yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Kurangnya pengetahuan dan perilaku menjaga kebersihan area genital menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya keputihan., sehingga perlu dicegah sejak dini untuk menghindari dampak jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Dilaksanakan di SMPN 5 Tambun Selatan tahun 2025 pada 128 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner pretest dan posttest yang mengukur tingkat pengetahuan tentang keputihan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi melalui media Leaflet. Sebelum diberikan edukasi, mayoritas responden memiliki rata-rata skor pengetahuan responden adalah 59,41 dan Sesudah intervensi, rata-rata meningkat menjadi 84,69. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media Leaflet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi menggunakan media Leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang keputihan. Diharapkan media ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi berkelanjutan dalam upaya promosi kesehatan reproduksi remaja di lingkungan sekolah.

Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka Tahun 2025

Yayah Andriyani RS; Yulianti
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang sering dilakukan dalam proses persalinan, namun memiliki dampak berupa nyeri pascaoperasi. Penanganan nyeri yang efektif sangat penting untuk mendukung pemulihan pasien. Teknik relaksasi napas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dinilai aman dan efektif untuk menurunkan nyeri. Tujuan penelitian: tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka Tahun 2025. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden post sectio caesarea yang dipilih secara total sampling. Teknik relaksasi napas dalam diberikan selama dua hari, dengan pengukuran nyeri menggunakan skala NRS sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat penurunan yang signifikan pada intensitas nyeri setelah diberikan intervensi (p < 0,001), dari nyeri berat menjadi sedang dan ringan. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea, dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam asuhan kebidanan.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Sadari di SMK Jayabeka 01 Karawang Tahun 2025

Rahma Novianti; Rosi Kurnia Sugiharti
2025 · Book · Open Access

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dengan jumlah kasus mencapai 2,3 juta pada tahun 2020 dan diperkirakan bertambah hingga tahun 2040 (WHO). Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pencegahan, salah satunya melalui edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya pendidikan kesehatan dengan metode yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMK Jayabeka 01 Karawang Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 103 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest yang berisi 20 pertanyaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan setelah intervensi, dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 85 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 18 responden tidak mengalami perubahan, dan tidak ada yang mengalami penurunan. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori cukup (67%), namun setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi, sebagian besar (82,5%) berada pada kategori baik. Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukatif yang tepat dalam upaya deteksi dini kanker payudara pada remaja, serta direkomendasikan untuk diterapkan secara berkesinambungan di sekolah.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual di SMP Islam Al-Mu'min Tahun 2025

Rifqi Amalia Putri Yahya; Rosi Kurnia Sugiharti
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku berisiko. Di Indonesia tahun 2022 tercatat 20.783 kasus IMS, menunjukkan masih tingginya prevalensi. Minimnya pengetahuan remaja menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya angka tersebut. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pendidikan kesehatan dengan media cetak, seperti leaflet, yang dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov test, sedangkan Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil univariat dan bivariat penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet tentang infeksi menular seksual sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan rendah. Setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan remaja. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan kesehatan dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual. Oleh karena itu, disarankan bagi petugas kesehatan agar dapat menggunakan media leaflet dalam melakukan pendidikan kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB AKDR Pada Wanita Usia Subur di TPMB Bdn Hj. Wiwin Wulandari, SST., M.Si Tahun 2025

Putri Henida; Rosi Kurnia Sugiharti
2025 · Book · Open Access

Wanita usia subur (WUS) 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Namun, tingkat penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih rendah. Data SDKI 2017 menunjukkan hanya 4% WUS menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi awal di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menemukan bahwa 90% dari 20 responden lebih memilih suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat ini mendorong peneliti untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Terdapat pengaruh yang signifikan antara usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan terhadap pemilihan AKDR. Diperlukan peran aktif bidan dalam memberikan edukasi serta dukungan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, guna mendukung program KB jangka panjang yang efektif.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024

Cica Rosalia; Herlina Simanjuntak
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu, termasuk salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada bulan Januari sampai bulan Desember 2024 angka kejadian kelahiran prematur di RS Sentra Medika Cikarang sebanyak 100 kasus yang di akibatkan ketuban pecah dini (KPD), Preeklamsi/Eklamsi, usia lebih dari 40 tahun, paritas, kurangnya pengetahuan tentang komplikasi dalam kehamilan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 318 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik sampling random sampling. Instrumen penelitian berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p=0,036), pendidikan (p= 0,003), usia (p=0,037), KPD (p=0,014), preeklamsi/eklamsi (p=0,041). Kesimpulan: Faktor paritas, pendidikan, usia, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi memiliki hubungan signifikan terhadap persalinan prematur. Upaya untuk meningkatan wawasan tentang faktor yang mempengaruhi persalinan prematur khususnya faktor dari ibu, meningkatan edukasi pemeriksaan hamil rutin, dukungan keluarga dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah persalinan prematur.

Pengaruh Pijat Oketani Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Posyandu Merpati 8 Wilayah Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Lia Yulia; Neneng Julianti
2025 · Book · Open Access

Produksi ASI pada ibu menyusui tidak selalu berjalan optimal, dan salah satu permasalahan yang kerap muncul adalah jumlah ASI yang tidak mencukupi. Kondisi ini menjadi hambatan dalam pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, padahal program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting (Juniar & Akhyar, 2023). Pijat Oketani merupakan bentuk intervensi non-farmakologis yang bertujuan untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pijt oketani pada ibu menyusui di Posyandu Merpati 8 Wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kebupaten Bekasi Tahun 2025. Metode penelitian metode ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test Lokasi penelitian di Posyandu Merpati 8 Desa karang Asih Cikarang Utara. Populasinya adalah ibu menyusui 0-6 bulan yang berkunjung ke posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi. Sampel pada penelitian ini Ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan sebanyak 15 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan Total Sampling. Dengan sampel jumlah minimal. Variabel independent dalam penelitian ini adalah pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI, dan sebagai variabel dependen Produksi ASI pada ibu menyusui. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025. Hasil uji Wilcoxon P-value 0,001 < α=0,05. Kesimpulan adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Saran peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut memberikan edukasi dan informasi tentang cara untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025

Pengaruh Akupresur (P6) Terhadap Keluhan Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester Pertama di TPMB Bidan Siska Tahun 2025

Ika Kania Fatdo Wardani; Sri Nurfadilla Oktaviani
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang : Mual dan muntah merupakan keluhan fisiologis yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan, dengan prevalensi 70–80% pada ibu hamil. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas, menurunkan asupan nutrisi, hingga berdampak pada pertumbuhan janin. Akupresur Titik P6 pada titik Pericardium 6 (P6) merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang aman dan alami untuk mengurangi gejala tersebut. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Akupresur Titik P6 terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Metode : Penelitian menggunakan desain praeksperimental one-group pretest-posttest yang dilakukan di TPMB Bidan Siska, Bekasi, pada bulan Mei–Juni 2025. Sampel sebanyak 38 ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah dipilih dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah Akupresur Titik P6, sedangkan variabel dependen adalah tingkat mual muntah yang diukur dengan kuesioner PUQE (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal (P <0,05). Hasil : Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami mual muntah sedang (76,3%), sedangkan setelah intervensi mayoritas bergeser menjadi mual muntah ringan (71,1%). Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat penurunan signifikan keluhan setelah Akupresur Titik P6 (mean rank=10,00; p=0,000; 95% CI). Kesimpulan : Akupresur Titik P6 terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama, sehingga dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang aman untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil.

Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025

Ika Kania Fatdo Wardani; Syifa Fauziah
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Jumlah persalinan dengan metode SC meningkat setiap tahunnya, berbagai faktor dengan berbagai indikasi. Pasien operasi caesar sering kali merasakan nyeri sebagai salah satu akibat yang paling nyata, Salah satu teknik distraksi untuk menurunkan intensitas nyeri adalah dengan mendengarkan murotal Al-Qur’an. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap penurunan nyeri pada pasien post SC di ruang nifas Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025. Metode : Penelitian ini melakukan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu Post Sectio Caesaria di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma, Sampel penelitian nya adalah Ibu Post Sectio Caesaria yang memenuhi syarat inklusi sebanyak 65 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dalam bentuk kuesioner observasional yang menggunakan skala penilaian numerik (NRS) untuk mengukur nyeri sebelum dan sesudah intervensi terapi murotal surat Ar Rahman. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada penurunan nyeri pasien post SC setelah diberikan intervensi terapi surat Ar Rahman dengan nilai p < 0,005. Sebelum intervensi, mayoritas responen memiliki skala nyeri berat. Namun setelah intervensi terjadi penurunan skala nyeri sedang dan ringan. Kesimpulan : terapi murotal surat Ar Rahman berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri pasien post SC di ruang Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar bisa menerapkan terapi murotal dalam upaya menurunkan nyeri pada post SC.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi DPT di TPMB Hesty Nurul Desa Sukajaya Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Hesty Nurul Ummah Jamaludin; Ida Widaningsih
2025 · Book · Open Access

Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2016-2018 yaitu pada tahun 2016 sebesar 91,58%. Pada tahun 2017 cakupan imunisasi dasar lengkap mengalami penurunan 85,41%. Pada tahun 2018 mengalami penurunan 57,95%. Data pada tahun 2019 cakupan imunisasi rutin di Indonesia masih dalam kategori kurang memuaskan, dimana cakupan Pentavalent-3 dan MR tidak mencapai 90% dari target. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik hubungan antara umur,pendidikan,paritas,ekonomi,partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional yang memiliki tujuan untuk untuk mengetahui umur, Pendidikan, paritas, ekonomi, partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Hasil dari uji pada hubungan antara umur dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, kemudian Pendidikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,016, hubungan paritas dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,055, hubungan ekonomi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, hubungan partisipasi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,016 dan hubungan dukungan keluarga dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,037. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa Sukajaya. Sedangkan faktor pendidikan memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa sukajaya karena nilai p value 0,016

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subur di Desa Sukaragam Tahun 2025

Musmundiroh; Novita Sari
2025 · Book · Open Access

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Selain itu, karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas berusia <35 tahun (73%), menikah ≤5 tahun (60%), berpendidikan rendah (62%), dan tidak bekerja (53%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Baby Blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025

Lilis Setiawati; Neneng Julianti
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Baby blues merupakan gangguan emosional yang dialami ibu pasca persalinan dan sering kali diabaikan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang baby blues dapat meningkatkan risiko kejadian tersebut. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar umur ibu hamil tidak berisiko (20-35 tahun) yaitu sebanyak 23 orang (76,7%), berpendidikan tinggi (≥SMA) sebanyak 24 orang (80%), dan tidak bekerja sebanyak 21 orang (70%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 responden (70%). Setelah intervensi, Sebagian besar ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan menjadi 29 responden (96,7%) dengan kategori baik. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,011 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi Tahun 2025. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menjadikan leaflet sebagai media edukasi rutin dalam pelayanan antenatal care.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Pasca Operasi Sectio Caesaria Pada Ibu Nifas di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2025

Musmundiroh; Nur Fadilah
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca operasi sectio caesarea (SC) merupakan proses penting dalam masa nifas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, mobilisasi, pendidikan, dan adanya penyakit penyerta. Penyembuhan luka yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lain. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status gizi, mobilisasi, dan penyakit penyerta. Variabel dependen adalah penyembuhan luka pasca operasi SC. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,000), mobilisasi (p=0,004), pendidikan (p=0,011) dan sumber informasi(p=0,000) dengan penyembuhan luka pasca operasi SC. Sementara itu, usia (p=0,261) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka pasca operasi SC pada ibu nifas di RS Sentra Medika Cikarang adalah status gizi, mobilisasi, dan pendidikan dan sumber informasi.