Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.640 item publik

Publikasi

Halaman 516 dari 532

Gambaran Faktor-faktor Penyebab Miopia Pada Siswa SMA Negeri 1 Sukatani Tahun 2019

Nadia Nurfitriani; Putri Mahardika
2019 · Book · Open Access

Latar Belakang : Miopia adalah sinar-sinar yang berjalan sejajar dengan sumbu mata tanpa akomodasi dibias di depan retina, tajam penglihatan selalu kurang. Berdasarkan data WHO 2014 terdapat 285 juta penduduk dunia menderita gangguan penglihatan, dimana 39 juta orang mengalami kebutaan dan 246 juta mengalami penurunan penglihatan (low vision) atau miopia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang faktor-faktor penyebab miopia pada siswa SMA Negeri 1 Sukatani. Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan dengan deskriptif. Jumlah sampel penelitian 45 siswa dengan cara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Gambaran faktor-faktor penyebab miopia pada siswa SMA Negeri 1 Sukatani. Berdasarkan faktor kebiasaan 34 responden (75,6%) memiliki kebiasaan kurang baik. Berdasarkan faktor keturunan 25 responden (55,6%). Sedangkan faktor lingkungan 29 responden (64,4%), dan penderita miopia yang tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah 34 responden (75,6%). Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Miopia Pada Siswa SMA Negeri 1 Sukatani memiliki ada beberapa faktor-faktor penyebab yang lebih tinggi seperti faktor penyebab berdasarkan kebiasaan memiliki 34 responden (75,6%) memiliki kebiasaan kurang baik. Saran : Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan pengetahuan yang baru dalam upaya penurunan kejadian miopia.

Pengaruh Terapi Musik Terhadap Skala Nyeri Pemasangan Infus Pada Anak Usia Prasekolah di Ruang Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

Mila Sartika; Ratri Wulansari
2019 · Book · Open Access

Prosedur pemasangan infus merupakan salah satu prosedur infasif yang menyebabkan nyeri. Reaksi anak usia prasekolah yang mengalami nyeri dapat ditandai dengan menangis kemudian tidak kooperatif dan merasa takut. Salah satu tanggung jawab perawat adalah mempertimbangkan kenyamanan anak baik sebelum, saat dan sesudah melakukan prosedur medis ataupun keperawatan. Distraksi adalah teknik yang efektif untuk menurunkan nyeri. Terapi musik merupakan salah satu teknik distraksi yang dapat menurunkan nyeri pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap skala nyeri pemasangan infus pada anak usia prasekolah. Desain yang digunakan adalah quasi eksperimen. Pengumpulan data di dilakukan pada bulan Januari sampai Februari dengan sampel 50 anak yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang didapat menggunakan lembar observasi dan format pengkajian nyeri FLACC. Analisa data pada penelitian ini menggunakan Uji Independent T Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa P value 0,000 (P value <0,005), artinya ada pengaruh terapi musik terhadap skala nyeri pemasangan infus pada anak dengan skala nyeri pada kelompok kontrol yaitu 4,56 dan skala nyeri pada kelompok intervensi yaitu 1,64. Terapi musik terbukti dapat menurunkan skala nyeri pemasangan infus pada anak usia prasekolah. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar perawat ruangan dapat menerapkan terapi musik dalam asuhan keperawatan langsung pada anak yang akan dilakukan pemasangan infus.

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Mengkonsumsi Minuman Berkafein Pada Perawat yang Bekerja Shift Malam di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2018

Aan Andriani; Armi
2019 · Book · Open Access

Kualitas tidur kelompok perawat kerja shift paling banyak kualitas buruk. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas tidur yaitu minuman berkafein. Kafein merupakan zat psikoaktif yang mempengaruhi kualitas tidur seseorang, termasuk perawat. Hasil wawancara kepada 4 perawat shift malam di ruang orchid di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, 4 perawat tersebut menyukai minum kopi instan saat kerja shift malam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan mengkonsumsi minuman berkafein pada perawat yang bekerja shift malam di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini adalah survey analytic cross sectional, untuk mengetahui kualitas tidur perawat yang bekerja shift malam di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan mengkonsumsi minuman berkafein. Tekhnik penelitian consecutive sampling dengan 61 responden dan menggunakan kuisioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur serta uji statistic chi square. Hasil penelitian hubungan kualitas tidur dengan konsumsi minuman berkafein diperoleh 14 (93,3%) responden kualitas tidur baik dengan konsumsi rendah minuman berkafein dan 39 (84,8%) responden kualitas tidur buruk dengan konsumsi tinggi minuman berkafein, dimana 30 (49,2%) responden menyukai minuman berkafein (kopi instant) saat kerja shift malam. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa ada hubungan antara kualitas tidur dengan mengkonsumsi minuman berkafein bila dilihat dari hasil uji statistik (p=0.000;α<0.05).

Pengaruh Terapi Bermain Menggunakan Teknik Menggambar Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Anak Pra Sekolah di Ruang Anak RSSM Cibinong Tahun 2017

Nining Kusmiwati; Yuli Erlina
2019 · Book · Open Access

Cemas merupakan dampak hospitalisasi yang dialami anak usia pra sekolah. Reaksi kecemasan pada anak usia pra sekolah tersebut dapat ditunjukkan dengan cara seperti menangis, takut, kehilangan kendali, bingung, menolak untuk makan, dan menolak tindakan invasif. Dampak ini beresiko dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan proses penyembuhan pada anak. Perawatan bagi anak yang sakit tidak lepas dari pemberian terapisalah satunya adalah terapi bermain untuk menurunkan kecemasan dan merangsang pertumbuhan serta perkembangan anak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain menggunakan teknik menggambar terhadap tingkat kecemasan pada anak usia pra sekolah di ruang anak RS Sentra Medika Cibinong 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental, dengan menggunakan tipe one group pre-post test design.Dengan populasi 43 orang dan sampel sebanyak 31 orang dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah terapi bermain menggunakan instrument HRSA dan dianalisis dengan uji paired t-test. Uji Statistik menggunakan paired t-test dengan tingkat kemaknaan 95 % ( = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beda yang signifikan pada tingkat kecemasan anak antara sebelum dan sesudah diberi terapi bermain menggunakan teknik menggambar di ruang anak RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2017 dengan nilai p-value = 0,000 (< 0,05 ) Kesimpulan dari penelitian adalah Pemberian terapi bermain dengan teknik menggambar dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan pada anak usia pra sekolah selama menjalani hospitalisasi.Saran hendaknya rumah sakit menyediakan fasilitas peralatan bermain bagi pasien anak yang di rawat di rumah sakit.

Pengaruh Transfusi Darah Terhadap Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah Dengan Thalasemia Beta Mayor di RS Sentra Medika Cikarang

Suti Ragen Ulfa
2019 · Book · Open Access

Thalasemia ß termasuk penyakit yang memerlukan pengobatan dan perawatan yang berkelanjutan atau defek genetik yang mengakibatkan berkurang atau tidak adanya sintesis satu atau lebih rantai globin pada darah yang ditandai anemia mikrositik hipokrom dengan berbagai derajat keparahan, hal tersebut berdampak terhadap kualitas hidup anak jika transfusi darah tidak dilakukan dengan rutin maka kualitas hidup buruk. Transfusi darah bertujuan untuk mempertahankan kadar Hb sebagai dampak adanya anemia berat. Hb pasien dipertahankan antara 8g/dl sampai 9,58g/dl dimana keadaan ini akan memberikan supresi sumsum tulang yang adekuat. Jumlah pasien penyakit Thalasemia Beta Mayor dari bulan maret 2018 ada 120 pasien dan bulan juli 2018 terjadi peningkatan menjadi 158 pasien terjadi peningkatan 38 pasien selama 5 bulan terakhir , dan kecenderungannya meningkat dengan cepat yang dapat menyebabkan angka morbiditas Thalasemia Beta Mayor dengan memberikan kewaspadaan bagi keluarga dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kualitas hidup anak usia sekolah dengan Thalasemia beta mayor dengan menggunakan Pediatric Quality of Life Inventory (Peds QL). Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menjelaskan pengaruh transfusi darah terhadap kualitas hidup anak thalasemia beta mayor. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-postest, dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden yang berasal dari Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh transfusi darah dengan kualitas hidup anak usia sekolah dengan thalasemia beta mayor. Dengan pre transfusi darah mean 62,44, SD 6,659, dan SE 1,332, kemudian nilai berubah berdistribusi normal dengan nilai post transfusi darah mean 71,60, SD 4,311, SE ,862 dengan hasil akhir p = (sig-2 tailed 0,000 artinya ada pengaruh dan penelitian berdistribusi normal). Dari penelitian ini diharapkan perawat thalasemia dapat memberikan pelayanan dengan memberikan perhatian lebih agar kualitas hidup anak semakin baik dan perawat memberikan edukasi tentang thalasemia, bagaimana pencegahannya dan bisa dijelaskan tentang tes skrining. Agar kualitas hidup pasien tetap baik, pasien dapat melakukan transfusi darah secara rutin yaitu 2 minggu sekali atau mengikuti jadwal yang sudah dijadwalkan dari Rumah Sakit. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan jumlah waktu yang lebih lama dan mengembangkan variabel-variabel lain yang belum diteliti.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Overweight (Gizi Lebih) Pada Remaja Usia 15-18 Tahun di SMK Islam Al-Amin Tahun 2018

Ida Widaningsih
2019 · Book · Open Access

Latar Belakang : Overweight (gizi lebih) merupakan status gizi tidak seimbang akibat asupan gizi yang berlebihan sehingga menghasilkan ketidakseimbangan energi antara konsumsi makanan dan pengeluaran energi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin Tahun 2018. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja usia 15-18 tahun adalah genetik, penghasilan, aktivitas fisik, umur, jenis kelamin dan pola makan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin Tahun 2018. Metode : Metode Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan metode Cross sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran dengan cara pendekatan, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus suatu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mempunyai overweight (gizi lebih) pada usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin, jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Jadi jumlah responden yang akan di teliti sebanyak 278 responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur, jenis kelamin, genetik, penghasilan, pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin dengan P value 0,011<0,05, P value 0,012<0,05, P value 0,005<0,05, P value 0,022<0,05, P value 0,030<0,05 dan 0,025<0,05 yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin. Kesimpulan : Kesimpulan Penelitian ini adalah ada pengaruh pola makan dan aktivitas fisik yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja yaitu dengan cara berkonsultasi dengan dokter, orang yang lebih tahu, serta mengikuti penyuluhan kesehatan tentang kesehatan remaja, dan meningkatkan aktivitas fisik guna mencegah terjadinya overweight. Saran : Dengan saran diharapkan remaja mampu menjaga Berat badan agar tetap normal.

Gambaran Faktor Resiko Terjadinya Penyakit Ispa Pada Balita di RW01 Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Aam Anjani; Yumi Dian Lestari
2019 · Book · Open Access

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung hingga alveoli yang berlangsung selama kurang lebih 14 hari. Penyakit ini sering terjadi pada balita dan anak-anak. Prevalensi balita yang mengalami gejala ISPA dan berobat ke fasilitas kesehatan tahun 2017 meningkat menjadi 92% (SDKI, 2017). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor resiko terjadinya penyakit ISPA pada balita di RW 01 desa Sukamulya kecamatan Sukatani kabupaten Bekasi tahun 2019. Metode peneilitian yang digunakan deskriptif kuantitatif, populasi 47 responden, pengambilan sampel dengan total sampling, instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian : Gambaran terjadinya penyakit ISPA padabalita di RW 01 Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani tahun 2019 sebanyakan 29 balita (61.7%), tidak ISPA sebanyakan 18 balita (38.3%), balita usia 12-60 bulan sebanyakan 33 balita (70.2%), tidak BBLR sebanyakan 33 balita (70.2%), balita tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyakan 32 balita (68.1%), imunisasi tidak lengkap 27 balita (57.5%), lingkungan tidak sehat 31 balita. Kesimpulan : Dari 47 responden yang di teliti terdapat 29 balita (61.7%) menderita ISPA dan rata-rata bayi tinggal dilingkungan tidak sehat sebanyakan 31 balita (66.0%)

Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur (Usia 19-49 Tahun) Pada Deteksi Dini Kanker Payudara (Sadari) di RT01 RW04 Des Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Suanda Saputra; Vivi Alfiyyah
2019 · Book · Open Access

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit menakutkan bagi kaum wanita. Insiden kanker payudara di Negara-negara Asia mencapai 20 per 100.000 penduduk. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara di RT.01 RW.004 Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2019. Metode dalam penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah wanita usia subur pada deteksi dini kanker payudara sebanyak 170 orang. Sampel yang diambil 70 responden dengan metode pengambilan Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara (SADARI) di RT.001 RW.004 Desa Cibuntu dalam distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak ialah wanita usia subur dengan pengetahuan kurang sebanyak 47 responden (67,1%), pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (17,2%), pengetahuan baik sebanyak 11 responden (15,7%). Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara (SADARI) di RT.01 RW.004 di Desa Cibuntu memiliki pengetahuan kurang. Saran: untuk wanita usia subur lebih meningkatkan pengetahuan mengenai deteksi dini kanker payudara dengan cara lebih aktif bertanya kepada tenaga kesehatan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi di Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Bekasi Tahunu 2018

Eko Sasih; Triseu Setianingsih
2019 · Book · Open Access

Latar Belakang : Data yang di dapatkan pada saat aplikasi di Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Pada 2 Februari 2017 di dapatkan ibu yang mempunyai bayi dengan usia sekitar 0-12 bulan Sebanyak 15 responden. terdapat 10 dari 15 keluarga. mengatakan tidak tahu tentang pijat bayi. karena kurangnya informasi yang di dapatkan.dan pada tanggal juli-juni di dapatkan ibu yang mempunyai bayi sekitar 60 keluarga. Tingkat pengetahuan Pijat bayi terjadi akibat kurangnya informasi, pengalaman, yang mempengaruhi ibu mendapatkan pengetahuan tentang pijat bayi. Tujuan : Mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 60 ibu yang mempunyai bayi di Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi Hasil : Ada Hubungan antara Pendidikan Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 5,313 Ada Hubungan antara usia Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 4,368 Ada Hubungan antara Pekerjaan Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 4,714 Ada Hubungan antara Lingkungan Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 4,073 Kesimpulan : ibu yang kurang mendapatkan informasi (media televisi, Handphone, Radio, dll) tentang pijat bayi 35 kali lebih tinggi mengalami tingkat pengetahuan renda di banding dengan ibu yang mendapatkan informasi yang baik Saran : Di harapkan bagi pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan bayi. khususnya memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat bayi agar masyarakat mengetahui manfaat pijat bayi. Serta melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan baik

Gambaran Pengetahuan Ibu Siswa Kelas I Tentang Pentingnya Peberian Sarapan Pada Anak di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01 Tahun 2019

Putri Mahardika; Sri Aenun
2019 · Book · Open Access

Sarapan pagi yang baik memenuhi 15-30% dari angka kebutuhan gizi harian, aktif dan cerdas. Penelitian dilakukan oleh Perdana (2013) membuktikan bahwa masih banyak anak Indonesia sebanyak 69,6% % yang belum mengkonsumsi sarapan dengan anjuran gizi seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengetahuan ibu siswa kelas I tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01. Jenis penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 responden dengan cara accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian gambaran pengetahuan ibu siswa kelas I tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01 didapatkan bahwa pengetahuan baik sebanyak 35 responden (63,6%). Berdasarkan pendidikan ibu sebanyak 37 responden (67,3%) memiliki pendidikan yang tinggi. Banyak ibu yang memiliki pengalaman paling banyak, yaitu 53 responden (96,4%). Informasi paling banyak dari tenaga kesehatan sebanyak 24 responden (43,6 %). Secara ekonomi ibu yang paling banyak memiliki ekonomi rendah yaitu 36 responden (65,5%). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa Ibu siswa kelas I di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01 memiliki pengetahuan yang baik tentang pentingnya sarapan pada anak. Sehingga disarankan sebaiknya ibu mempertahankan pengetahuan tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Pengaruh Edukasi Terhadap Pernurunan Kecemasan Pada Pasien Pre Cateter Double Luman di Ruangan Tulip RS Sentra Medika Cibinong

Mila Sartika; Siti Ruspianna Pane
2019 · Book · Open Access

Kecemasan merupakan perasaan yang dirasakan seseorang yang dapat menggambarkan keadaan kekhawatiran, kegelisahan yang tidak jelas. Edukasi atau penyuluhan kesehatan merupakan salah satu sarana yang membantu dalam menambah pengetahuan masyarakat tentang hidup sehat. Adapun jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Pengaruh edukasi Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Pre Cateter Double Lumen Di Ruangan Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan desain penelitian quasi eksperimental design: one group pre test and post test design. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pre cateter double lumen di ruangan Tulip RS. Sentra Medika Cibinong. Tahap pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara total sampling. Berdasarkan uji statistik tentang distribusi tingkat kecemasan sebelum dan setelah pemberian edukasi terhadap tingkat kecemasan pasien, dengan menggunakan uji statistik wilcoxon signed ranks test diperoleh nilai P-value = 0,000 (< α = 0,05). Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan atau referensi tambahan bagi Rumah Sakit dan Profesi khususnya perawat dalam memberikan edukasi Kesehatan untuk mengurangi kecemasan pasien khususnya pasien pre Cateter double Lumen.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Perempuan Usia Subuh (15-49 Tahun) Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode Tes IV A di RT003/RW003 Desa Karang Asih Keca,atan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Diana Septianingrum; Putri Mahardika
2019 · Book · Open Access

Latar Belakang : Kanker serviks adalah pertumbuhan sel yang bersifat abnormal yang terjadi pada serviks uterus. Deteksi dini kanker serviks adalah pengujian pra-kanker dan kanker pada perempuan yang tidak memiliki gejala dan mungkin merasa sangat sehat. Kejadian kanker serviks di dunia pada tahun 2015 sebanyak 85%. Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan di Rt 003/Rw 003 Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perempuan usia subur (15-49 tahun) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah 311 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random smpling yaitu 77 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Tingkat pengetahuan kurang sebanyak 42 responden (54,4%), cukup sebanyak 25 responden (32,5%), baik sebanyak 10 responden (13,0%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang didapatkan gambaran tingkat pengetahuan perempuan usia subur (15-49 tahun) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode tes IVA memiliki pengetahuan kurang sebanyak 42 responden (54,4%), cukup sebanyak 25 responden (32,5%), Baik sebanyak 10 responden (13,0%). Saran : untuk puskesmas Cikarang Utara lebih meningkatkan edukasi pentingnya deteksi dini kanker serviks untuk mendapat kesejahteraan dan mencapai kesehatan yang optimal.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Osteoporosis Pada Perempuan Usia 45-69 Tahun di RT01 dan RT11 RW06 Desa Karangreja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Hariyanto; Syaefunnuril Anwar Huda
2019 · Book · Open Access

Latar Belakang : Mengutip data WHO menunjukan bahwa diseluruh dunia ada sekitar 200 juta orang telah menderita osteoporosis. Diketahuinya gambaran tingkat pengetahuan tentang osteoporosis pada perempuan usia 45 - 60 tahun di RT.10 dan RT.11 RW.06 Desa Karangreja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu suatu penelitian yang digunakan dengan tujuan untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi didalam masyarakat secara objektif dan sampel penelitian 48 klien dengan cara total sampling. Hasil Penelitian : Berdasarkan tingkat pengetahuan yang terbanyak adalah tingkat pengetahuan kurang sebanyak 23 responden (47,92%), berdasarkan tingkat pendidikan rendah yaitu sebanyak 48 responden (100%), berdasarkan gaya hidup yang cukup yaitu sebanyak 18 responden (37,5%), dan berdasarkan sumber informasi kurang yaitu sebanyak 24 responden (50%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan Lansia Tentang Osteoporosis di RT.10 dan RT.11 RW.06 Desa Karangreja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Hasil penelitian bahwa yang paling banyak adalah berpengetahuan kurang dengan pendidikan rendah. Saran : Untuk dinas pendidikan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pendidikan tinggi untuk mendapat kesejahteraan dan mencapai kesehatan yang optimal.

Efektivitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Distraksi Audio Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien yang Terpasang IR Band Pasca Keterisasi Jantung di Ruang HCCU RSSM Cibinong

Palupi Andriyani
2019 · Book · Open Access

Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi diseluruh dunia. Serangan jantung ini akibat terhambatnya aliran darah menuju jantung.Kateterisasi Jantung merupakan prosedur medis yang dilaksanakan dengan tujuan mengembalikan aliran koroner pada arteri yang berhubungan dengan area infrak, mengurangi ukuran infrak, dan menurunkan mortalitas jangka panjang. Tindakan ini dapat menimbulkan nyeri selain daerah penusukan, tekanan TR band menyebabkan ketidaknyamanan. Pengaruh negative dari nyeri dapat ditangani dengan tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi audio. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi Audio terhadap penurunan skala nyeri pada pasien yang terpasang TR Band pasca kateterisasi jantung di ruang HCCU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan two group pre test dan post test. Jumlah sample 150 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling terdiri dari 75 kelompok intervensi relaksasi nafas dalam dan 75 kelompok distraksi audio. Penilaian nyeri menggunakan Numeric Ranting Scale (NRS), analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji mann whitney Hasil uji statistik Wilcoxon setelah relaksasi nafas dan setelah distraksi audio dalam menunjukan P value 0,000 (P value < 0,05) sehingga tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi audio secara signifikan dapat menurunkan nyeri. Di lanjutkan dengan uji Mann withney untuk melihat perbandingan tehnik relaksasi dan distraksi audio nilai P = 0,553 (P > 0,05) secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan antara efektifitas relaksasi nafas dalam dan distraksi audio Kesimpulan: Tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi audio efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien yang terpasang TR Band Pasca Katerisasi Jantung.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Perawatan Post Operasi Phaco di RS Sentra Medika Cibinong

Ni Luh Wayan Megawati; Yuli Erlina
2019 · Book · Open Access

Perawatan post operasi phaco diperlukan pengetahuan yang memadai untuk melakukan perawatan dengan benar sehingga mengurangi resiko infeksi.Upaya dalam meningkatkan pengetahuan tentunya ditunjang dengan informasi yang adekuat salah satunya melalui pendidikan kesehatan.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pasien dalam perawatan post operasi phaco di rumah sakit sentra medika cibinong. Jenis rancangan penelitian quasi eksperimental design yang digunakan pada penelitian ini adalah the one group pretest postest disign.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 orang.Analisa data hasil penelitian menggunakan uji paired sampel T test. Hasil uji paired sampel T test diprolrh nilai P value = 0,000 (< 0,05 ) artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuantentang perawatan post operasi phaco. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang perawatan post operasi phaco di rumah sakit sentra medika cibinong.Diharapkan kepada pihak rumah sakit agar menerapkan pendidikan kesehatan kepada pasien untuk menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam perawatan post operasi phaco.