Nadia Nurfitriani; Putri Mahardika
2019 · Book · Open Access
Latar Belakang : Miopia adalah sinar-sinar yang berjalan sejajar dengan sumbu mata tanpa akomodasi dibias di depan retina, tajam penglihatan selalu kurang. Berdasarkan data WHO 2014 terdapat 285 juta penduduk dunia menderita gangguan penglihatan, dimana 39 juta orang mengalami kebutaan dan 246 juta mengalami penurunan penglihatan (low vision) atau miopia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang faktor-faktor penyebab miopia pada siswa SMA Negeri 1 Sukatani.
Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan dengan deskriptif. Jumlah sampel penelitian 45 siswa dengan cara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Gambaran faktor-faktor penyebab miopia pada siswa SMA Negeri 1 Sukatani. Berdasarkan faktor kebiasaan 34 responden (75,6%) memiliki kebiasaan kurang baik. Berdasarkan faktor keturunan 25 responden (55,6%). Sedangkan faktor lingkungan 29 responden (64,4%), dan penderita miopia yang tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah 34 responden (75,6%).
Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Miopia Pada Siswa SMA Negeri 1 Sukatani memiliki ada beberapa faktor-faktor penyebab yang lebih tinggi seperti faktor penyebab berdasarkan kebiasaan memiliki 34 responden (75,6%) memiliki kebiasaan kurang baik.
Saran : Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan pengetahuan yang baru dalam upaya penurunan kejadian miopia.
Mila Sartika; Ratri Wulansari
2019 · Book · Open Access
Prosedur pemasangan infus merupakan salah satu prosedur infasif yang menyebabkan
nyeri. Reaksi anak usia prasekolah yang mengalami nyeri dapat ditandai dengan menangis
kemudian tidak kooperatif dan merasa takut. Salah satu tanggung jawab perawat adalah
mempertimbangkan kenyamanan anak baik sebelum, saat dan sesudah melakukan prosedur
medis ataupun keperawatan.
Distraksi adalah teknik yang efektif untuk menurunkan nyeri. Terapi musik
merupakan salah satu teknik distraksi yang dapat menurunkan nyeri pada anak. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap skala nyeri pemasangan
infus pada anak usia prasekolah. Desain yang digunakan adalah quasi eksperimen.
Pengumpulan data di dilakukan pada bulan Januari sampai Februari dengan sampel 50 anak
yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan
menggunakan teknik accidental sampling. Data yang didapat menggunakan lembar
observasi dan format pengkajian nyeri FLACC.
Analisa data pada penelitian ini menggunakan Uji Independent T Test. Hasil
penelitian menunjukan bahwa P value 0,000 (P value <0,005), artinya ada pengaruh terapi
musik terhadap skala nyeri pemasangan infus pada anak dengan skala nyeri pada kelompok
kontrol yaitu 4,56 dan skala nyeri pada kelompok intervensi yaitu 1,64. Terapi musik
terbukti dapat menurunkan skala nyeri pemasangan infus pada anak usia prasekolah. Hasil
penelitian ini merekomendasikan agar perawat ruangan dapat menerapkan terapi musik
dalam asuhan keperawatan langsung pada anak yang akan dilakukan pemasangan infus.
Aan Andriani; Armi
2019 · Book · Open Access
Kualitas tidur kelompok perawat kerja shift paling banyak kualitas buruk. Salah satu faktor yang mempengaruhi
kualitas tidur yaitu minuman berkafein. Kafein merupakan zat psikoaktif yang mempengaruhi kualitas tidur
seseorang, termasuk perawat. Hasil wawancara kepada 4 perawat shift malam di ruang orchid di Rumah Sakit
Sentra Medika Cibinong, 4 perawat tersebut menyukai minum kopi instan saat kerja shift malam. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan mengkonsumsi minuman berkafein pada
perawat yang bekerja shift malam di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini adalah survey analytic
cross sectional, untuk mengetahui kualitas tidur perawat yang bekerja shift malam di Rumah Sakit Sentra Medika
Cibinong dengan mengkonsumsi minuman berkafein. Tekhnik penelitian consecutive sampling dengan 61
responden dan menggunakan kuisioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur serta uji statistic chi square. Hasil
penelitian hubungan kualitas tidur dengan konsumsi minuman berkafein diperoleh 14 (93,3%) responden kualitas
tidur baik dengan konsumsi rendah minuman berkafein dan 39 (84,8%) responden kualitas tidur buruk dengan
konsumsi tinggi minuman berkafein, dimana 30 (49,2%) responden menyukai minuman berkafein (kopi instant)
saat kerja shift malam. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa ada hubungan antara kualitas tidur
dengan mengkonsumsi minuman berkafein bila dilihat dari hasil uji statistik (p=0.000;α<0.05).
Nining Kusmiwati; Yuli Erlina
2019 · Book · Open Access
Cemas merupakan dampak hospitalisasi yang dialami anak usia pra sekolah. Reaksi
kecemasan pada anak usia pra sekolah tersebut dapat ditunjukkan dengan cara seperti menangis,
takut, kehilangan kendali, bingung, menolak untuk makan, dan menolak tindakan invasif. Dampak
ini beresiko dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan proses penyembuhan pada anak.
Perawatan bagi anak yang sakit tidak lepas dari pemberian terapisalah satunya adalah terapi
bermain untuk menurunkan kecemasan dan merangsang pertumbuhan serta perkembangan anak
selama menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
terapi bermain menggunakan teknik menggambar terhadap tingkat kecemasan pada anak usia pra
sekolah di ruang anak RS Sentra Medika Cibinong 2017.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental, dengan
menggunakan tipe one group pre-post test design.Dengan populasi 43 orang dan sampel sebanyak
31 orang dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah
terapi bermain menggunakan instrument HRSA dan dianalisis dengan uji paired t-test. Uji
Statistik menggunakan paired t-test dengan tingkat kemaknaan 95 % ( = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beda yang signifikan pada tingkat kecemasan
anak antara sebelum dan sesudah diberi terapi bermain menggunakan teknik menggambar di ruang
anak RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2017 dengan nilai p-value = 0,000 (< 0,05 )
Kesimpulan dari penelitian adalah Pemberian terapi bermain dengan teknik menggambar
dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan pada
anak usia pra sekolah selama menjalani hospitalisasi.Saran hendaknya rumah sakit menyediakan
fasilitas peralatan bermain bagi pasien anak yang di rawat di rumah sakit.
Sukarlinan
2019 · Book · Open Access
Suti Ragen Ulfa
2019 · Book · Open Access
Thalasemia ß termasuk penyakit yang memerlukan pengobatan dan perawatan yang berkelanjutan atau defek genetik yang mengakibatkan berkurang atau tidak adanya sintesis satu atau lebih rantai globin pada darah yang ditandai anemia mikrositik hipokrom dengan berbagai derajat keparahan, hal tersebut berdampak terhadap kualitas hidup anak jika transfusi darah tidak dilakukan dengan rutin maka kualitas hidup buruk. Transfusi darah bertujuan untuk mempertahankan kadar Hb sebagai dampak adanya anemia berat. Hb pasien dipertahankan antara 8g/dl sampai 9,58g/dl dimana keadaan ini akan memberikan supresi sumsum tulang yang adekuat. Jumlah pasien penyakit Thalasemia Beta Mayor dari bulan maret 2018 ada 120 pasien dan bulan juli 2018 terjadi peningkatan menjadi 158 pasien terjadi peningkatan 38 pasien selama 5 bulan terakhir , dan kecenderungannya meningkat dengan cepat yang dapat menyebabkan angka morbiditas Thalasemia Beta Mayor dengan memberikan kewaspadaan bagi keluarga dan pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kualitas hidup anak usia sekolah dengan Thalasemia beta mayor dengan menggunakan Pediatric Quality of Life Inventory (Peds QL). Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menjelaskan pengaruh transfusi darah terhadap kualitas hidup anak thalasemia beta mayor. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-postest, dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden yang berasal dari Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh transfusi darah dengan kualitas hidup anak usia sekolah dengan thalasemia beta mayor. Dengan pre transfusi darah mean 62,44, SD 6,659, dan SE 1,332, kemudian nilai berubah berdistribusi normal dengan nilai post transfusi darah mean 71,60, SD 4,311, SE ,862 dengan hasil akhir p = (sig-2 tailed 0,000 artinya ada pengaruh dan penelitian berdistribusi normal).
Dari penelitian ini diharapkan perawat thalasemia dapat memberikan pelayanan dengan memberikan perhatian lebih agar kualitas hidup anak semakin baik dan perawat memberikan edukasi tentang thalasemia, bagaimana pencegahannya dan bisa dijelaskan tentang tes skrining. Agar kualitas hidup pasien tetap baik, pasien dapat melakukan transfusi darah secara rutin yaitu 2 minggu sekali atau mengikuti jadwal yang sudah dijadwalkan dari Rumah Sakit. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan jumlah waktu yang lebih lama dan mengembangkan variabel-variabel lain yang belum diteliti.
Ida Widaningsih
2019 · Book · Open Access
Latar Belakang
: Overweight (gizi lebih) merupakan status gizi tidak
seimbang akibat asupan gizi yang berlebihan sehingga menghasilkan
ketidakseimbangan energi antara konsumsi makanan dan pengeluaran energi yang
dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada remaja usia 15-18 tahun di SMK
Islam Al-amin Tahun 2018. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian
overweight pada remaja usia 15-18 tahun adalah genetik, penghasilan, aktivitas
fisik, umur, jenis kelamin dan pola makan.
Tujuan
: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi kejadian overweight pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam
Al-amin Tahun 2018.
Metode
: Metode Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf,
dengan menggunakan metode Cross sectional, yaitu faktor resiko dengan efek
dilakukan pengukuran dengan cara pendekatan, observasi ataupun pengumpulan
data sekaligus suatu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah seluruh siswa yang mempunyai overweight (gizi lebih) pada usia 15-18
tahun di SMK Islam Al-amin, jumlah sampel dengan menggunakan tingkat
kesalahan 0,05. Jadi jumlah responden yang akan di teliti sebanyak 278
responden.
Hasil
: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur, jenis kelamin,
genetik, penghasilan, pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight
pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin dengan P value 0,011<0,05,
P value 0,012<0,05, P value 0,005<0,05, P value 0,022<0,05, P value 0,030<0,05
dan 0,025<0,05 yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja usia 15-18
tahun di SMK Islam Al-amin.
Kesimpulan
: Kesimpulan Penelitian ini adalah ada pengaruh pola
makan dan aktivitas fisik yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja
yaitu dengan cara berkonsultasi dengan dokter, orang yang lebih tahu, serta
mengikuti penyuluhan kesehatan tentang kesehatan remaja, dan meningkatkan
aktivitas fisik guna mencegah terjadinya overweight.
Saran : Dengan saran diharapkan remaja mampu menjaga Berat badan agar tetap
normal.
Lediana
2019 · Book · Open Access
Aam Anjani; Yumi Dian Lestari
2019 · Book · Open Access
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung hingga alveoli yang berlangsung selama kurang lebih 14 hari. Penyakit ini sering terjadi pada balita dan anak-anak. Prevalensi balita yang mengalami gejala ISPA dan berobat ke fasilitas kesehatan tahun 2017 meningkat menjadi 92% (SDKI, 2017). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor resiko terjadinya penyakit ISPA pada balita di RW 01 desa Sukamulya kecamatan Sukatani kabupaten Bekasi tahun 2019. Metode peneilitian yang digunakan deskriptif kuantitatif, populasi 47 responden, pengambilan sampel dengan total sampling, instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian : Gambaran terjadinya penyakit ISPA padabalita di RW 01 Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani tahun 2019 sebanyakan 29 balita (61.7%), tidak ISPA sebanyakan 18 balita (38.3%), balita usia 12-60 bulan sebanyakan 33 balita (70.2%), tidak BBLR sebanyakan 33 balita (70.2%), balita tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyakan 32 balita (68.1%), imunisasi tidak lengkap 27 balita (57.5%), lingkungan tidak sehat 31 balita. Kesimpulan : Dari 47 responden yang di teliti terdapat 29 balita (61.7%) menderita ISPA dan rata-rata bayi tinggal dilingkungan tidak sehat sebanyakan 31 balita (66.0%)
Suanda Saputra; Vivi Alfiyyah
2019 · Book · Open Access
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit menakutkan bagi kaum wanita. Insiden kanker payudara di Negara-negara Asia mencapai 20 per 100.000 penduduk. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara di RT.01 RW.004 Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Metode dalam penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah wanita usia subur pada deteksi dini kanker payudara sebanyak 170 orang. Sampel yang diambil 70 responden dengan metode pengambilan Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat.
Hasil penelitian gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara (SADARI) di RT.001 RW.004 Desa Cibuntu dalam distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak ialah wanita usia subur dengan pengetahuan kurang sebanyak 47 responden (67,1%), pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (17,2%), pengetahuan baik sebanyak 11 responden (15,7%).
Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara (SADARI) di RT.01 RW.004 di Desa Cibuntu memiliki pengetahuan kurang. Saran: untuk wanita usia subur lebih meningkatkan pengetahuan mengenai deteksi dini kanker payudara dengan cara lebih aktif bertanya kepada tenaga kesehatan.
Eko Sasih; Triseu Setianingsih
2019 · Book · Open Access
Latar Belakang : Data yang di dapatkan pada saat aplikasi di Desa Karang Reja Kecamatan
Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Pada 2 Februari 2017 di dapatkan ibu yang mempunyai
bayi dengan usia sekitar 0-12 bulan Sebanyak 15 responden. terdapat 10 dari 15 keluarga. mengatakan
tidak tahu tentang pijat bayi. karena kurangnya informasi yang di dapatkan.dan pada tanggal juli-juni
di dapatkan ibu yang mempunyai bayi sekitar 60 keluarga. Tingkat pengetahuan Pijat bayi terjadi
akibat kurangnya informasi, pengalaman, yang mempengaruhi ibu mendapatkan pengetahuan tentang
pijat bayi.
Tujuan : Mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Desa Karang Reja
Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.
Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan menggunakan cross
sectional dengan jumlah sampel 60 ibu yang mempunyai bayi di Desa Karang Reja Kecamatan
Pebayuran Kabupen Bekasi
Hasil : Ada Hubungan antara Pendidikan Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang
Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 5,313
Ada Hubungan antara usia Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja Kecamatan
Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 4,368
Ada Hubungan antara Pekerjaan Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja
Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 4,714
Ada Hubungan antara Lingkungan Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja
Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 4,073
Kesimpulan : ibu yang kurang mendapatkan informasi (media televisi, Handphone, Radio, dll)
tentang pijat bayi 35 kali lebih tinggi mengalami tingkat pengetahuan renda di banding dengan ibu
yang mendapatkan informasi yang baik
Saran : Di harapkan bagi pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pembinaan peran serta
masyarakat di bidang kesehatan bayi. khususnya memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat bayi
agar masyarakat mengetahui manfaat pijat bayi. Serta melakukan pembinaan kepada masyarakat
dengan baik
Irfan Maulana
2019 · Book · Open Access
Putri Mahardika; Sri Aenun
2019 · Book · Open Access
Sarapan pagi yang baik memenuhi 15-30% dari angka kebutuhan gizi harian, aktif dan cerdas. Penelitian dilakukan oleh Perdana (2013) membuktikan bahwa masih banyak anak Indonesia sebanyak 69,6% % yang belum mengkonsumsi sarapan dengan anjuran gizi seimbang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengetahuan ibu siswa kelas I tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01. Jenis penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 responden dengan cara accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian gambaran pengetahuan ibu siswa kelas I tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01 didapatkan bahwa pengetahuan baik sebanyak 35 responden (63,6%). Berdasarkan pendidikan ibu sebanyak 37 responden (67,3%) memiliki pendidikan yang tinggi. Banyak ibu yang memiliki pengalaman paling banyak, yaitu 53 responden (96,4%). Informasi paling banyak dari tenaga kesehatan sebanyak 24 responden (43,6 %). Secara ekonomi ibu yang paling banyak memiliki ekonomi rendah yaitu 36 responden (65,5%). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa Ibu siswa kelas I di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01 memiliki pengetahuan yang baik tentang pentingnya sarapan pada anak. Sehingga disarankan sebaiknya ibu mempertahankan pengetahuan tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Mila Sartika; Siti Ruspianna Pane
2019 · Book · Open Access
Kecemasan merupakan perasaan yang dirasakan seseorang yang dapat menggambarkan keadaan kekhawatiran,
kegelisahan yang tidak jelas. Edukasi atau penyuluhan kesehatan merupakan salah satu sarana yang membantu
dalam menambah pengetahuan masyarakat tentang hidup sehat. Adapun jumlah responden dalam penelitian ini
sebanyak 30 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Pengaruh edukasi Terhadap
Penurunan Kecemasan Pada Pasien Pre Cateter Double Lumen Di Ruangan Tulip Rumah Sakit Sentra Medika
Cibinong Tahun 2018.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan desain penelitian quasi eksperimental design: one
group pre test and post test design. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pre cateter double
lumen di ruangan Tulip RS. Sentra Medika Cibinong. Tahap pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan
cara total sampling.
Berdasarkan uji statistik tentang distribusi tingkat kecemasan sebelum dan setelah pemberian edukasi terhadap
tingkat kecemasan pasien, dengan menggunakan uji statistik wilcoxon signed ranks test diperoleh nilai P-value
= 0,000 (< α = 0,05).
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan atau referensi tambahan bagi Rumah Sakit dan Profesi
khususnya perawat dalam memberikan edukasi Kesehatan untuk mengurangi kecemasan pasien khususnya
pasien pre Cateter double Lumen.
Diana Septianingrum; Putri Mahardika
2019 · Book · Open Access
Latar Belakang : Kanker serviks adalah pertumbuhan sel yang bersifat abnormal yang terjadi pada serviks uterus. Deteksi dini kanker serviks adalah pengujian pra-kanker dan kanker pada perempuan yang tidak memiliki gejala dan mungkin merasa sangat sehat. Kejadian kanker serviks di dunia pada tahun 2015 sebanyak 85%.
Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan di Rt 003/Rw 003 Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perempuan usia subur (15-49 tahun) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah 311 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random smpling yaitu 77 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Tingkat pengetahuan kurang sebanyak 42 responden (54,4%), cukup sebanyak 25 responden (32,5%), baik sebanyak 10 responden (13,0%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang didapatkan gambaran tingkat pengetahuan perempuan usia subur (15-49 tahun) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode tes IVA memiliki pengetahuan kurang sebanyak 42 responden (54,4%), cukup sebanyak 25 responden (32,5%), Baik sebanyak 10 responden (13,0%).
Saran : untuk puskesmas Cikarang Utara lebih meningkatkan edukasi pentingnya deteksi dini kanker serviks untuk mendapat kesejahteraan dan mencapai kesehatan yang optimal.
Hariyanto; Syaefunnuril Anwar Huda
2019 · Book · Open Access
Latar Belakang : Mengutip data WHO menunjukan bahwa diseluruh dunia ada sekitar 200 juta orang telah menderita osteoporosis. Diketahuinya gambaran tingkat pengetahuan tentang osteoporosis pada perempuan usia 45 - 60 tahun di RT.10 dan RT.11 RW.06 Desa Karangreja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu suatu penelitian yang digunakan dengan tujuan untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi didalam masyarakat secara objektif dan sampel penelitian 48 klien dengan cara total sampling.
Hasil Penelitian : Berdasarkan tingkat pengetahuan yang terbanyak adalah tingkat pengetahuan kurang sebanyak 23 responden (47,92%), berdasarkan tingkat pendidikan rendah yaitu sebanyak 48 responden (100%), berdasarkan gaya hidup yang cukup yaitu sebanyak 18 responden (37,5%), dan berdasarkan sumber informasi kurang yaitu sebanyak 24 responden (50%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan Lansia Tentang Osteoporosis di RT.10 dan RT.11 RW.06 Desa Karangreja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Hasil penelitian bahwa yang paling banyak adalah berpengetahuan kurang dengan pendidikan rendah.
Saran : Untuk dinas pendidikan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pendidikan tinggi untuk mendapat kesejahteraan dan mencapai kesehatan yang optimal.
Palupi Andriyani
2019 · Book · Open Access
Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi diseluruh
dunia. Serangan jantung ini akibat terhambatnya aliran darah menuju jantung.Kateterisasi Jantung
merupakan prosedur medis yang dilaksanakan dengan tujuan mengembalikan aliran koroner pada arteri
yang berhubungan dengan area infrak, mengurangi ukuran infrak, dan menurunkan mortalitas jangka
panjang. Tindakan ini dapat menimbulkan nyeri selain daerah penusukan, tekanan TR band menyebabkan
ketidaknyamanan. Pengaruh negative dari nyeri dapat ditangani dengan tehnik relaksasi nafas dalam dan
distraksi audio. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi
Audio terhadap penurunan skala nyeri pada pasien yang terpasang TR Band pasca kateterisasi jantung di
ruang HCCU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017.
Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan two group pre test dan post test. Jumlah sample
150 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling terdiri dari 75 kelompok intervensi
relaksasi nafas dalam dan 75 kelompok distraksi audio. Penilaian nyeri menggunakan Numeric Ranting
Scale (NRS), analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji mann whitney
Hasil uji statistik Wilcoxon setelah relaksasi nafas dan setelah distraksi audio dalam menunjukan P
value 0,000 (P value < 0,05) sehingga tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi audio secara signifikan
dapat menurunkan nyeri. Di lanjutkan dengan uji Mann withney untuk melihat perbandingan tehnik
relaksasi dan distraksi audio nilai P = 0,553 (P > 0,05) secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan
antara efektifitas relaksasi nafas dalam dan distraksi audio
Kesimpulan: Tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi audio efektif dalam menurunkan nyeri pada
pasien yang terpasang TR Band Pasca Katerisasi Jantung.
Ni Luh Wayan Megawati; Yuli Erlina
2019 · Book · Open Access
Perawatan post operasi phaco diperlukan pengetahuan yang memadai untuk melakukan
perawatan dengan benar sehingga mengurangi resiko infeksi.Upaya dalam meningkatkan
pengetahuan tentunya ditunjang dengan informasi yang adekuat salah satunya melalui
pendidikan kesehatan.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan
kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pasien dalam perawatan post operasi phaco di rumah
sakit sentra medika cibinong.
Jenis rancangan penelitian quasi eksperimental design yang digunakan pada penelitian ini
adalah the one group pretest postest disign.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 45
orang.Analisa data hasil penelitian menggunakan uji paired sampel T test.
Hasil uji paired sampel T test diprolrh nilai P value = 0,000 (< 0,05 ) artinya ada pengaruh
pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuantentang perawatan post operasi phaco.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat
pengetahuan tentang perawatan post operasi phaco di rumah sakit sentra medika
cibinong.Diharapkan kepada pihak rumah sakit agar menerapkan pendidikan kesehatan
kepada pasien untuk menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam perawatan post
operasi phaco.
Fahrul Arifin
2019 · Book · Open Access
Munawaroh
2019 · Book · Open Access