COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah di Kalangan Siswa Kelas XI SMAN X di Kabupaten Bekasi Tahun 2020
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan persalinan Oleh Dukun Bayi di Desa Bantarjaya Tahun 2020
Indikator yang digunakan adalah jumlah AKI yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup . menurut SDKI (2017) AKI pada pada tahun 2012 sebanyak 359/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2015 jumlah AKI menjadi 305/100.000 kelahiran hidup. Pada puskesmas pebayuran pada tahun 2018 dan 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2018 sebanyak 38 orang melahirkan di Paraji (Non tenaga kesehatan) dan pada tahun 2019 sebanyak 76 orang. Hasil data puskesmas pebayuran 6 bulan terakhir sebanyak 34 ibu yang bersalin di tolong oleh dukun bayi. Metode penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi nya dalah seluruh ibu bersalin yang di tolong oleh dukun bayi yaitu sebanyak 188 orag sedangkan untuk sampel yang di teliti yaitu sebanyak 127 orang, Namun dikarenakan sedang pandemic Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk mengambil seluruh data yang ada sehingga peneliti hanya menggambil 30 responden sebagai sampel minimal. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner yang di isi oleh responden. Hasil penelitian bivariate menunjukan adanya hubungan antara ekonomi dengan pemilihan penolong persalinan yaitu nilai P = 0,004, hasil OR 21,000. Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan penolong persalinan yaitu nilai P= 0.014, hasil OR 11,875. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemilihan penolong persalinan yaitu nilai P = 0,003, hasil OR 26,250. Ada hubungan antara kebudayaan dengan pemilihan penolong persalinan yaitu sebanyak P=0,026, OR 9,000 Kesimpulan dari hasil penelitian dari 4 variabel yang di teliti memiliki hubungan antara ekonomi, pengetahuan, dukungan keluarga,kebudayaan dengan pemilihan penolong persalianan di Desa bantar jaya tahun 2020. Saran bagi responden, institusi, peneliti selanjutnya, dinas kesehatan kab.bekasi, tenaga kesehatan lebih memahami resiko persalinan di oleh dukun bayi , meningkatkan program-program kesehatan yang sedang di jalanin, dan melanjutkan yang belum diteliti serta menambah referensi yang mengenai persalinan oleh dukun bayi.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kunjungan K4 Pada Ibu Hamil di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2020
K4 adalah kontak dengan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya kepada tenaga kesehatan yang keempat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan kehamilan sesuai dengan standar. Pada Kabupaten Bekasi cakupan K4 sebesar 95,89%, sedangkan data di puskesmas Pebayuran cakupan K4 sebesar 63.9% yang berarti cakupan K4 di desa tersebut masih berada dibawah cakupan kab.Bekasi. Oleh karena itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kunjungan k4 pada ibu hamil di desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kab. Bekasi Tahun 2020. Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan K4 di desa Bantarjaya kecamatan Pebayuran tahun 2020. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form dan catatan kehamilan dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak. Hasil: analisis menggunakan uji chi- square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05) dan menunjukan ada hubungan paritas ibu hamil (P=0,001), pengetahuan (P=0,003), sosial ekonomi (P=0,012), jarak rumah ke fasilitas kesehatan (P=0,001) dan dukungan suami (P=0,013). Kesimpulan : terdapat hubungan paritas, pengetahuan, sosial ekonomi, jarak rumah ke fasilitas kesehatan, dan dukungan suami dengan kunjungan K4 di desa Bantarjaya kecamatan Pebayuran kab. Bekasi. Saran : Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dan pengetahuan tentang kehamilan dan pemeriksaan kehamilan, serta ibu dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat, menjaga kehamilan, serta diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya ibu hamil yang tidak lengkap dalam melakukan kunjungan K4, dan dapat mengetahui data dasar bahwa masih banyak ibu hamil yang belum melakukan kunjungan kehamilan secara lengkap dan mengetahui program yang tepat untuk mencapai target yang telah di tetapkan oleh pemerintah
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-60 Bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2020
Jumlah prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya. Upaya mengatasi meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan beberapa program di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2020. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan primer dan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari pengetahuan orang tua, pendapatan, asupan makanan Pendidikan orangtua, Riwayat pemberian ASI eksklusif, Riwayat Berat badan lahir rendah sedangkan variabel dependen yaitu Stunting pada balita usia 24 – 60 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil: responden yang berpendidikan rendah sebanyak 60% (P value 0,021), pada responden dengan pendapatan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,020), pada responden dengan asupan makanan kurang bergizi sebanyak 92,3% (P value 0,002), pada responden dengan pengetahuan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,001), pada responden dengan Riwayat Air Susu Ibu tidak eksklusif sebanyak 69,2% (P value 0,027) dan pada responden dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah sebanyak 43,3% (P value 0,033) dari hasil penelitian 6 variabel tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori. Kesimpulan: terdapat hubungan pendidikan ibu, pengetahuan orang tua, asupan makanan, pendapatan orangtua Riwayat ASI eksklusif, Riwayat Berat Badan Lahir Rendah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Saran: Untuk menurunkan prevalensi stunting Dinas Kesehatan, Puskesmas serta tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol tumbuh kembang balita, memiliki data balita stunting secara lengkap dan valid, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenorea Pada Siswi di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran Tahun 2020
Dismenorea (nyeri menstruasi) dapat bersifat primer dan sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara usia menarche, siklus menstruasi, volume darah, pola makan dan olahraga dengan kejadian dismenorea di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran Tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang mempelajari korelasi antara paparan dan efek dengan cara mengamati paparan dan efek pada waktu yang bersamaan. Populasinya adalah seluruh siswi putri di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran. Sampel dalam penelitian ini seluruh siswi putri di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah responden sebanyak 121 orang karena adanya pandemi covid-19 maka hanya menggunakan 30 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner sebagai alat ukur dengan secara online melalui goggle form. Hasil penelitian Uji Statistik Chi Square didapatkan ada hubungan antara dismenorea dengan usia menarche dengan nilai P. value = 0.023 (P˂α 0.05) dan OR 9,750, ada hubungan antara dismenorea dengan siklus menstruasi dengan nilai 0.009 (P˂α 0.05) dan OR 10,000, ada hubungan antara dismenorea dengan volume darah dengan nilai 0.023 (P˂α 0.05) dan OR 7,467, ada hubungan antara dismenorea dengan pola makan dengan nilai 0.004 (P˂α 0.05) dan OR 14,222 dan ada hubungan antara dismenorea dengan olahragan dengan nilai 0.002 (P˂α 0.05) dan OR 16,875. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari lima variabel tersebut ada hubungan yang bermakna antara usia menarche, siklus menstruasi, volume darah, pola makan dan olahraga dengan dismenorea pada siswi MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran tahun 2020. Saran peneliti diharapkan kepada siswi dapat melakukan pencegahan terhadap dismenorea dengan cara olahraga dan memperbaiki pola makannya supaya memperkecil kemungkinan terjadinya dismenorea.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2019
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Kelas X dan Kelas XI di SMAN 1 Pebayuran Tahun 2020
Faktor-faktor yang Berhubungan Desang Pemberian Imunisasi IPV(Inactived Polio Vaaccine) Pada Bayi Usia 4 Bulan di Desa Bantarjaya Tahun 2020
Menurut puskesmas kecamatan pebayuran pada tahun 2019 bayi yang melakukan imunisasi IPV (inactived polio vaccine) sebanyak 345 bayi (79,3%) dan yang tidak melakukan imunisasi IPV (inactived polio vaccine) sebanyak 90 bayi (20,6%).Berdasarkan data yang peneliti peroleh dari hasil obsevasi, di dapatkan bahwa kurangnya minat masyarakat terutama ibu yang mempunyai bayi terhadap vaksin yang diberikan secara suntik sehingga memungkinkan terjadinya ke tidak seimbangan pemberian imunisasi IPV di berbagai tempat pelayanan kesehatan di kabupaten bekasi.Di samping itu cakupan imunisasi IPV(inactivated polio vaccine) polio suntik di puskesmas kecamatan pebayuran pada tahun 2019 dikatakan belum mencapai target pemerintah yaitu sebanyak 95%. Metode: metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2020 dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Jenis data yang digunakan adalah Primer dan Skunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu pendidikan, pengetahuan, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan, dan Dukungan Kader Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus Chi-Square. Hasil dan pembahasan: analisis univariat dan bivariat dari 5 variabel tidak ada kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti. Sebagian besar Responden yang memiliki pendidikan Rendah sebanyak (78,3%) p.value = 0,026 Hasil OR 9,000, pada Responden yang memilik Pengetahuan Rendah (84,3%) p.value = 0,015 Hasil OR 9,333, Pada Responden Kurang memiliki Dukungan keluarga sebanyak(83,3%) p.value = 0.045 Hasil OR 7,000, Pada Responden yang Dukungan Tenaga Kesehatan yang Kurang beperan (83,3%) p.value = 0.045 Hasil OR 7,000, Pada Responden yang Dukungan Kader Kurang beperan (88.8%) p.value = 0,004 Hasil OR 16,000 Kesimpulan: terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan kader dengan pemberian imunisasi IPV (inactived polio vaccine) pada bayi usia 4 bulan di desa bantarjaya. Saran: dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu yang memiliki bayi usia 4 bulan dapat menambah pengetahuan tentang dampak, efek samping, kekurangan dan kelebihan imunisasi IPV ( inactived polio vaccine), bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkannya pelaksanaan penyuluhan tentang Imunisasi
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian Mpasi Pada Bayi Kurang Dari 6 Bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2020
Pemberian MPASI terlalu dini tidak dianjurkan karena akan menjadi sumber berbagai jenis penyakit, seperti terjadinya diare, sembelit, batuk, pilek, panas dan kolik usus. Data yang diambil pada tahun 2019 di desa bantarjaya terdapat bayi yang sudah diberikan MPASI yaitu sebanyak 66,6% dari 30 bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-fakor yang berhubungan dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan Di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran sebanyak 167 responden. Sampel yang diteliti sebagian ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan sebanyak 30 responden. Intrument penelitian menggunakan kuesioner dan data primer. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P= 0,020, hasil OR 8,750. Ada hubungan pendidikan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,030, hasil OR 8,500. Ada hubungan pekerjaan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,014, hasil OR 16,000. Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nila P=0,042, hasil OR 10,667. Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,020, hasil OR= 8,750. Ada hubungan tradisi dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,030, hasil OR 8,500 Kesimpulan hasil penelitian dari 6 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan, pekerjaan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, tradisi dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Cara Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III di Rumah Bersalin Rhaudatunnadya Tahun 2020
Pada saat hamil payudara dan puting susu membengkak akibat pengaruh hormonal, selain itu warna puting susu akan lebih gelap. Dengan bengkaknya payudara bisa mengakibatkan payudara menjadi mudah luka. Maka dari itu perlu dilakakukan perawatan payudara selama hamil. Data diambil pada tahun 2019 di RB Rhaudhatunndya terdapat ibu yang tidak melakukan perawatan payudara yaitu sebanyak 85% dari 33 ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di RB Rhaudatunnadya tahun 2020. Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, populasi seluruh ibu hamil trimester III di RB Rhaudhatunnadya sebanyak 129 responden. Sampel yang diteliti sebagian ibu hamil trimester III sebanyak 40 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner,data primer dan sekunder, dan menggunakan teknik Accidental Sampling. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan ibu dengan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III, nilai P=0,001. Pendidikan nilai P= 0,013. Pekerjaan nilai P= 0,028.Umur nilai P= 0,028. Paritas, nilai P= 0,006. Sumber informasi, nilai P= 0,006. Dukungan suami, nilai P= 0,028. Dari hasil penelitian tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori. Kesimpulan hasil penelitian dari 8 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pengetahuan ibu, perilaku, pendidikan, pekerjaan, umur, paritas, sumber informasi, dukungan suami dengan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di Rumah Bersalin Rhaudhatunnadya. Saran dalam penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi petugas dan masyarakat terutama ibu hamil tentang seberapa pengetahuan masyarakat terhadap perawatan payudara.