COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Penerapan Asuhan Keperawatan dalam Pemberian Sari Kacang Hijau pada Atlet Putri dengan Anemia
Penerapan Asuhan Keperawatan Berbasis Bukti Terapi Rendam Kaki Air Hangat Jahe Merah dalam Menurunkan Tingkat Nyeri Asam Urat pada Lansia di Satuan Pelayanan Griya Lanjut Usia Karawang
Penerapan Asuhan Keperawatan dengan Teknik Slow Deep Breathing untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di RW 02 Kelurahan Cilodong Kecamatan Cilodong Kota Depok
Penerapan Efektivitas Tehnik Relaksasi Benson untuk Mengurangi Tingkat Stres Perawat Ruang ICU Sentra Medika Hospital Cisalak Depok
Penerapan Terapi Zikir Sebagai Intervensi Berbasis Bukti pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan Ansietas di ICU Sentra Medika Hospital Cisalak, Depok Jawa Barat Tahun 2026
Analisis Berbasis Bukti Penerapan Terapi Pijat Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Desa Karangasih
Penerapan Asuhan Keperawatan Berbasis Bukti tentang Terapi Musik Alam (River Sound) untuk Menurunkan Kecemasan pada Penderita yang Menjalani Hemodialisa di Sentra Medika Hospital Cisalak
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Manajemen Pola Diet pada Penderita Batu Ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang
Latar Belakang: Batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang dapat mengalami kekambuhan dan berkaitan dengan pola makan serta gaya hidup. Pengetahuan mengenai pola diet pencegahan penting untuk mendukung penerapan manajemen pola diet secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 61 penderita batu ginjal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan manajemen pola diet, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-square test. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik penelitian dari Komite Etik Penelitian Kesehatan dengan nomor No:006834/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026. Hasil: Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 22 responden (36,1%), diikuti kategori kurang sebanyak 21 responden (34,4%) dan baik sebanyak 18 responden (29,5%). Manajemen pola diet sebagian besar berada pada kategori tidak patuh sebanyak 39 responden (63,9%), sedangkan patuh sebanyak 22 responden (36,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p<0,001. Proporsi kepatuhan pada responden dengan pengetahuan baik sebesar 72,2%, cukup sebesar 38,1%, dan kurang sebesar 4,5%. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Semakin baik tingkat pengetahuan, semakin tinggi proporsi kepatuhan dalam menerapkan manajemen pola diet. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi dan pendampingan mengenai manajemen pola diet sebagai upaya mendukung pencegahan kekambuhan batu ginjal.
Hubungan Stres Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Swasta di Daerah Cikarang Selatan Bekasi Tahun 2026
Latar Belakang: Stres kerja merupakan permasalahan yang dapat dialami perawat pelaksana akibat tuntutan dan tanggung jawab pekerjaan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kepuasan kerja perawat, yang berperan penting dalam mendukung kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 75 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 responden (66,7%) mengalami stres kerja ringan dan 41 responden (54,7%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja (p < 0,001), dengan nilai koefisien korelasi −0,625 yang menunjukkan hubungan negatif kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kepuasan kerja perawat.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepuasan Pasien Homecare di RS Siloam Lippo Cikarang Tahun 2026
Latar Belakang: Pelayanan homecare memberikan perawatan kesehatan yang berkesinambungan di rumah pasien, di mana kepuasan pasien menjadi salah satu indikator utama mutu pelayanan. Salah satu faktor kunci yang memengaruhi kepuasan tersebut adalah komunikasi terapeutik perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien homecare di RS Siloam Lippo Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 133 pasien homecare, dengan sampel 63 responden yang dipilih melalui rumus Slovin dan probability sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur, yaitu PCCS-12 untuk menilai komunikasi terapeutik dan HCCSI-R untuk menilai kepuasan pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman's Rank (α = 0,05). Hasil: Mayoritas responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori baik (73,0%) dan menyatakan puas terhadap pelayanan homecare (65,1%). Hasil uji bivariat Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel dengan nilai p-value < 0,001 dan koefisien korelasi (r_s) sebesar 0,698. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien homecare di RS Siloam Lippo Cikarang. Semakin baik kualitas komunikasi terapeutik yang diterapkannya, semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pasien. Disarankan bagi institusi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan keterampilan komunikasi perawat guna menjaga mutu pelayanan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Anak Usia 9-15 Tahun dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Epilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026
Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang membutuhkan pengobatan antiepilepsi dalam jangka panjang. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh kepatuhan, pengetahuan dan motivasi anak dalam mengonsumsi obat sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi anak usia 9–15 tahun dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 54 responden anak usia 9–15 tahun yang menjalani terapi obat antiepilepsi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 24 responden (44,4%) memiliki pengetahuan baik, 26 responden (48,1%) memiliki motivasi sedang, dan 23 responden (42,6%) berada dalam kategori patuh. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dengan nilai p=0,007 dan rho=0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah. Terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan dengan nilai p<0,001 dan rho=0,476, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulannya, pengetahuan dan motivasi berhubungan dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi pada anak usia 9–15 tahun.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Chemotherapy Induced Nausea And Vomiting (CINV) pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026
Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Perawatan di Rumah Pada Anak Thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026
Latar belakang : Thalasemia merupakan kelainan darah genetik yang menyebabkan gangguan pembentukan hemoglobin, anemia kronis, dan membutuhkan transfusi darah secara berkala. Perawatan anak thalasemia juga memerlukan peran ibu di rumah, sehingga pengetahuan ibu penting dalam mendukung perawatan yang tepat Tujuan : Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 67 responden dari 80 populasi, yaitu ibu yang memiliki anak penderita thalasemia berusia 1–10 tahun dan menjalani transfusi darah secara terjadwal di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi 0,353 dengan P-Value = 0,003 (P< 0,05), sehingga Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia. Kesimpulan : Dari hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka tujuan penelitian telah terjawab, yakni terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dalam upaya memberikan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya pengetahuan dalam melaksanakan perawatan anak thalasemia di rumah.
Pengaruh Re Edukasi Prosedur Tindakan Operasi Berbasis Video Ai Melalui Whatsapp Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Apendiktomi di RS Mary Cileungsi Tahun 2026
Apendisitis merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan abdomen yang umum dan memerlukan tindakan pembedahan berupa apendiktomi. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Mary Cileungsi terdapat 43 kasus apendiktomi pada periode Mei sampai Juni 2026. Tingginya angka tindakan operasi seringkali menimbulkan kecemasan pre operasi. Kecemasan yang tidak terkelola dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis pasien. Video Artificial Intelligence (AI) melalui WhatsApp diharapkan menjadi media re-edukasi yang efektif, praktis, dan dapat diakses berulang untuk membantu menurunkan kecemasan. Metode dalam penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 33 pasien pre apendiktomi berusia 17–50 tahun di Ruang Rawat Inap Bedah RS Mary Cileungsi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan setelah diberikan re-edukasi prosedur operasi berbasis video AI melalui WhatsApp. Uji statistik menunjukkan p-value < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian yaitu terdapat pengaruh signifikan re-edukasi prosedur tindakan operasi berbasis video AI melalui WhatsApp terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre apendiktomi di RS Mary Cileungsi Tahun 2026. Media video digital dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan preoperatif untuk membantu mempersiapkan kondisi psikologis pasien sebelum pembedahan.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Video Whatsapp Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Pencegahan Preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2026
Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Kurangnya pengetahuan dan sikap negatif ibu hamil mengenai preeklampsia mempertinggi risiko komplikasi ini. Edukasi digital berbasis video melalui WhatsApp berpotensi menjadi media alternatif promosi kesehatan yang efektif dan praktis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui video WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 50 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi berupa pemberian edukasi kesehatan melalui video yang dikirim via WhatsApp. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan responden meningkat secara signifikan dari 57,80 pada saat pretest menjadi 87,24 pada saat posttest dengan persentase peningkatan sebesar 50,93% (t=19,73; p<0,001). Rata-rata skor sikap juga meningkat secara signifikan dari 61,42 pada saat pretest menjadi 88,16 pada saat posttest dengan persentase peningkatan sebesar 43,54% (t=17,68; p<0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi kesehatan melalui video WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak. Media digital ini direkomendasikan sebagai sarana promosi kesehatan yang aplikatif di fasilitas pelayanan antenatal.
Hubungan Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Closed Suction System dengan Kejadian Ventilator Associated Pneumonia pada Pasien dengan Ventilasi Mekanik Di Ruang ICU RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2026
Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan jenis Healthcare-Associated Infections (HAIs) dengan prevalensi tertinggi di ruang Intensive Care Unit (ICU), yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, mortalitas, dan lama rawat pasien dengan ventilasi mekanik. Salah satu upaya pencegahan VAP adalah kepatuhan pelaksanaan prosedur Closed Suction System sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pelaksanaan prosedur Closed Suction System dengan kejadian VAP pada pasien yang terpasang ventilasi mekanik di Ruang ICU RS Sentra Medika Cisalak, tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan deskriptif korelasi. Populasi dan sampel berjumlah 34 pasien, diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia lansia akhir (56–65 tahun) sebanyak 17 orang (50%), dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang (58,8%). Sebanyak 29 responden (85,3%) patuh dalam pelaksanaan Closed Suction System, dan 28 responden (82,4%) tidak mengalami VAP. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value < 0,001 (< α 0,05) dengan Odds Ratio (OR) sebesar 29,0, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pelaksanaan prosedur Closed Suction System dengan kejadian VAP, di mana ketidakpatuhan pelaksanaan Closed Suction System meningkatkan risiko kejadian VAP hingga 29 kali lipat dibandingkan pasien dengan kepatuhan sesuai SOP. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan dasar bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai pencegahan VAP di ruang ICU, dengan memperluas variabel penelitian, memperbesar jumlah sampel, atau menggunakan desain penelitian yang berbeda.
Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Perawat di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong
Perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) memiliki tuntutan pekerjaan yang tinggi karena kompleksitas tindakan pembedahan, kebutuhan akan ketelitian, serta tuntutan fisik dan mental selama pelayanan perioperatif. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur menggunakan NASA-TLX, sedangkan stres kerja menggunakan Nursing Stress Scale (NSS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja tinggi sebanyak 35 responden (83,3%) dan sangat tinggi sebanyak 7 responden (16,7%). Tingkat stres kerja sebagian besar berada pada kategori ringan sebanyak 25 responden (59,5%) dan sedang sebanyak 17 responden (40,5%). Hasil uji Spearman's Rank menunjukkan ρ = 0,042 dan p-value = 0,791 (p > 0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong.
Hubungan Kelengkapan Surgical Safety Checklist (SSC) dengan Nearmiss Intraoperatif dan Lama Rawat di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Hospital Cisalak 2026
Latar Belakang : Surgical Safety Checklist (SSC) merupakan instrumen keselamatan pasien yang wajib diisi lengkap pada setiap tahapan pembedahan (Sign-In, Time-Out, Sign-Out) guna mencegah kesalahan prosedural. Studi pendahuluan di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RS Sentra Medika Hospital Cisalak menunjukkan masih ada beberapa dokumen SSC yang ditemukan tidak lengkap, yang diduga berkaitan dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan pemanjangan lama rawat pasien. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan SSC dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan lama rawat pasien di Ruang IBS RS Sentra Medika Hospital Cisalak tahun 2026. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menjalani tindakan operasi di Ruang IBS periode Januari–April 2026 sebanyak 1.053 pasien, dengan sampel sebanyak 183 pasien yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data bersumber dari rekam medis pasien dan register Insiden Keselamatan Pasien (IKP), dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa dari 183 dokumen SSC yang ditelaah, sebanyak 154 dokumen (84,1%) terisi lengkap dan 29 dokumen (15,9%) tidak lengkap. Kejadian nearmiss intraoperatif ditemukan pada 15 pasien (8,2%), dari 183 responden sedangkan 168 pasien( 91,8 % ) tidak mengalami kejadian nearmiss, sedangkan lama rawat memanjang (>5 hari) dialami oleh 29 pasien (15,9%),sesuai standart < 3 hari yaitu 116 orang ( 63,2 % ) ,38 orang ( 20,9 % ) sesuai klinical pathway rumah sakit,dari total 183 responden.Terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan SSC dengan kejadian nearmiss intraoperatif (p=0,000; Odds Ratio 7,946; 95% CI: 2,611–24,176) dan dengan lama rawat pasien (p=0,000). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan Surgical Safety Checklist dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan lama rawat pasien, sehingga disarankan bagi rumah sakit untuk melakukan audit berkala terhadap kelengkapan pengisian SSC guna meningkatkan mutu keselamatan pasien di ruang bedah
Pengaruh Edukasi E-Leaflet Berbasis Instagram Terhadap Pemahaman dan Sikap Mahasiswa Mengenai Meal Preparation Hemat dan Sehat di Universitas Medika Suherman
Latar belakang: Mahasiswa memiliki aktivitas akademik dan sosial yang padat sehingga sering mengalami keterbatasan waktu dalam menyiapkan makanan. Kondisi ini dapat mendorong pemilihan makanan yang praktis tanpa mempertimbangkan kesehatan dan biaya. Meal preparation dapat menjadi alternatif untuk membantu mahasiswa menyiapkan makanan yang sehat, praktis, dan ekonomis. Edukasi melalui e-leaflet berbasis Instagram dapat menjadi media penyampaian informasi gizi yang mudah diakses oleh mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui e-leaflet berbasis Instagram terhadap pemahaman dan sikap mahasiswa mengenai meal preparation hemat dan sehat di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental dan rancangan one group pre-test and post-test. Sebanyak 95 responden dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pemahaman dan sikap diukur sebelum dan sesudah intervensi edukasi menggunakan kuesioner. Hasil: Rata-rata persentase skor pemahaman meningkat dari 78,8% menjadi 95,2%. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan adanya perbedaan pemahaman yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi (p= 0,000). Rata-rata persentase skor sikap juga mengalami peningkatan dari 66,3% menjadi 80,7%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan sikap yang signifikan (p= 0,000). Kesimpulan: Edukasi melalui e-leaflet berbasis Instagram memberikan pengaruh/perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman dan sikap mahasiswa mengenai meal preparation hemat dan sehat. Media ini dapat menjadi salah satu alternatif media edukasi gizi digital yang efektif dan mudah diakses untuk mendukung peningkatan pemahaman serta pembentukan sikap positif mahasiswa.