Diana Iswara Indra Putri; Farida Fasha Davina; Triseu Setianingsih
2025 · Book · Open Access
Anemia menjadi perhatian serius karena prevalensinya yang tinggi mencapai 29,9% pada remaja putri di dunia. Meskipun pemerintah telah berupaya menurunkannya, konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri hanya 16,7% pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan melalui kombinasi ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan dan sikap siswi di SMPN 1 Cikarang Utara. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dan pendekatan two group pretest-posttest design with control group. Populasi penelitian adalah siswi usia 13-14 tahun di kelas VIII SMPN 1 Cikarang Utara. Sampel sebanyak 136 responden ditentukan dengan rumus Isaac & Michael, terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Hasil nilai rerata pengetahuan kelompok eksperimen 9,49 dan post-test 13,94 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 9,09 dan post-test 9,12. Rerata nilai sikap kelompok eksperimen untuk pre-test 49,38 dan post-test 54,40 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 46,24 dan post-test 46,28. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui penggunaan ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (0<0.05) dan memberikan pengaruh bagi sikap siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (P<0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan uji Mann Whitney dengan p-value=0.000 (P<0.05). Melalui penelitian ini, para siswi dapat lebih mudah memahami informasi terkait anemia, sehingga diharapkan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Beatrix Elizabeth; Dhea Natasha Putri; Nafiza Dewi Pertiwi
2025 · Book · Open Access
Stunting merupakan suatu kondisi yang menunjukkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor resiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor resiko stunting.
Nanun Fazriyani; Riska Subhianti Putri; Salsa Bhatary Amadhea
2025 · Book · Open Access
Latar belakang: GGK adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien GGK, namun dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, tetapi banyak pasien mengalami keterbatasan fisik dan kelelahan sehingga memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan sampel 65 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,000. Pasien dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: Diperlukan edukasi dan intervensi untuk mendorong pasien agar lebih aktif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
Aprilina Sartika; Ika Fauziyah; Siti Arifah
2025 · Book · Open Access
Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh
ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.
Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah
Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat
badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya
sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Terkena penyakit tidak menular termasuk diabetes,
hipertensi, dan penyakit jantung lebih mungkin terjadi pada mereka yang kelebihan berat badan
sebelum mencapai usia tua. Tujuan : Angka obesitas pada masyarakat Desa Sukawijaya yang
belum berusia lanjut akan menjadi fokus penelitian ini. Metode Penelitian : Penelitian ini
melibatkan 72 peserta dan menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan sampel
lengkap. International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) digunakan untuk mengevaluasi
aktivitas fisik, kuesioner digunakan untuk mengukur jenis, frekuensi, dan jumlah makanan
yang dikonsumsi, dan indeks massa tubuh (IMT) digunakan untuk menentukan status obesitas.
Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Hasil : Pola makan berhubungan signifikan
dengan obesitas (p=0,002) dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan obesitas
(p=0,011), menurut hasil penelitian. Kesimpulan : Temuan penelitian menunjukkan bahwa
prevalensi obesitas di kalangan orang dewasa di Desa Sukawijaya berkorelasi dengan
kebiasaan makan dan tingkat aktivitas fisik. Saran: Menerapkan pola makan yang seimbang,
bergizi, dan berserat tinggi serta memperbanyak aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti
jalan kaki atau senam, akan membantu para lansia di Desa Sukawijaya menjaga keseimbangan
energi yang baik dan mencegah terjadinya obesitas.
Muhamad Alfredo Mokor; Previarsi Rahayu; Sahzni Hadaris Iman Tinambunan
2025 · Book · Open Access
Latar belakang akseptor KB Hormonal merencanakan salah satu metode yang di pilih oleh akseptor untuk mengatur kehamilan, namun salah satu efek samping yang sering dikeluhkan adalah kenaikan berat badan. Untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan harus diketahui beberapa faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kenaikan berat badan perubahan ini dapat mempengaruhi konsep diri yang mencerminkan bagaimana individu memandang, menilai dan menerima dirinya sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Selatan. yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rumus slovin dengan jumlah 40 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kb hormonal yang memiliki kenaikan berat badan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kenaikan berat badan dan konsep diri.
Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya Hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tamun Selatan kabupaten Bekasi dengan nilai p-value 0,002 dan adanya hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Ada hubungan yang signifikan antara Kenaikan Berat Badan dengan Konsep Diri Akseptor KB di PMB Listianingsih Tambun Selatan Kabupaten Bekasi yang ditandai dengan nilai p = 0,002 < α = 0,05.
Helmalia Oktaviani; Shout Flawless Simbolon; Triseu Setianingsih
2025 · Book · Open Access
Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.
Ananda Patuh Padaallah; Jihan Salsabila; Juarsih
2025 · Book · Open Access
Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Berbagai faktor internal maupun faktor internal mampu mempengaruhi tingkat stres salah satunya ialah dukungan sosial orang tua. Dalam hal menekan tingkat stres akademik mahasiswa salah satu yang berperan penting yaitu dukungan sosial orang tua. Tujuan dari penelitian ini: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan deskriptif korelasi serta desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menandakan adanya hubungan yang signifikan terkait dukungan sosial orang tua dan tingkat stres mahasiswa memiliki nilai p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan yang berbanding terbalik, yang berarti apabila dukungan sosial orang tua semakin tinggi, maka makin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa semakin rendah. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.
Diana Nur Azizah; Indrianada Zahra Nurrahma; Yulta Kadang
2025 · Book · Open Access
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis yang memengaruhi kualitas hidup penderita, di mana dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat berperan penting untuk peningkatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita DMT2 di Puskesmas Waluya Cikarang Utara melalui teknik cross-sectional sejumlah 49 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner HDFSS (dukungan keluarga), MARS-5 (kepatuhan minum obat), dan DQOL (kualitas hidup), lalu dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (p < 0,000 dan p < 0,004), di mana pasien dengan dukungan rendah berisiko 2,6 kali lebih besar mengalami kualitas hidup rendah (PR 2.602, CI 1.062-6.373), sedangkan pasien dengan tingkat kepatuhan rendah mempunyai peluang 3,7 kali lebih tinggi (PR 3,733, CI 0,683-20,419). Dukungan keluarga yang lebih tinggi hingga kepatuhan dalam mengonsumsi obat ikut serta dalam peningkatan kualitas hidup penderita DMT2. Dengan ini, hasil penelitian bisa menjadi referensi bagi tenaga kesehatan untuk merancang intervensi berbasis keluarga guna meningkatkan kualitas hidup pasien DMT2 melalui peningkatan dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap pengobatan.
Amanda Putri; Koriah Tilawah; Yulta Kadang
2025 · Book · Open Access
Stres kerja adalah sebuah faktor yang bisa sangat berdampak pada kinerja perawat, terutama di lingkungan dengan tingkat stres tinggi seperti IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak. Karena perawat mempunyai peran krusial dalam pelayanan kesehatan, performa mereka menjadi sangat penting untuk dikaji guna menjaga hingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat yang bertugas di IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak. Studi ini menerapkan metode korelasional melalui pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan tanggal Desember 2024. Sekitar 41 perawat yang bekerja di ketiga unit ini dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lalu dsta dikumpulkan melalui kuesioner stres kerja dan kinerja perawat, kemudian dianalisis dengan uji Gamma. Dari penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas perawat mengalami stres kerja dalam kategori ringan, yakni sejumlah 22 orang (53,7%). Sedangkan, kinerja perawat sebagian besar tergolong baik, sejumlah 30 responden (73,2%). Analisis statistik menghasilkan nilai Gamma senilai -0,649, mengindikasikan hubungan sedang hingga kuat. Selain itu, nilai p-value senilai 0,030, lebih rendah dari tingkat signifikansi 0,05, memperlihatkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa stres kerja terdapat hubungan signifikan dengan kinerja perawat di IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak.
Arya Kisnanda; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Tia Badrina Alpi
2025 · Book · Open Access
Para lansia memiliki mekanisme tidur yang terjadi lebih lama disebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, aktivitas fisik, lingkungan dan kecemasan. Hasil Penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang. Saran bagi lansia untuk meningkatkan aktivitas fisik agar tetap sehat dan mendapatkan kualitas tidur yang baik, lansia dianjurkan untuk menjaga lingkungan sekitar
Dedeh Sartika; Dewi Sapitri; Mila Sartika
2025 · Book · Open Access
Keseimbangan tubuh yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan jika di tempatkan diberbagai posisi. Keseimbangan tubuh pada lanjut usia sering terjadinya penurunan yang disebabkan proses penuaan, yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia adalah senam vertigo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan senam vertigo dengan keseimbangan tubuh pada lansia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi. Penelitian ini megunakan metode kuantitatif desain quasi-eksperimental dengan one group pre-test and post-test dengan pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 44 responden yang mengalami gangguan keseimbangan, dengan teknik purposive sampling. Pengukuran keseimbangan tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Balance Evaluation System Test. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keseimbangan tubuh lansia setelah dilakukan intervensi senam vertigo P -Value 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukan bahwa senam vertigo efektif dalam meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia, sehingga dapat menjadi salah satu metode intervensi dalam mencegah risiko jatuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Kesimpulan pada penelitian ini adanya hubungan senam vertigo dengan keseimbangan tubuh pada lansia.
Dava Dio Muhammad Sais; Elma Khoerunnisa; Yulta Kadang
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang: “Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur terhadap tekanan darah lansia hipertensi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi Jawa Barat tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, one group pretest-posttest dan pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 30 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan merendam kaki menggunakan air hangat bersuhu 38-40°C yang dicampur dengan 15 gram garam dan 100 gram kencur selama 10-20 menit setiap hari selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sesudah intervensi. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,001 dimana p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi. Kesimpulan: Pada penelitian ini adalah bahwa terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Disarankan untuk peneliti selanjutnya ini dapat dijadikan referensi dan untuk peneliti selanjutnya dapat menunjukkan perubahan dalam manajemen untuk hasil yang lebih efektif.”
Eti Adindah Puspita Andayani; Siti Zahra; Yulidian Nurpratiwi
2025 · Book · Open Access
Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), edema, serta proteinuria. Prevalensi data preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahun nya. Secara global preeklamsia juga merupakan suatu masalah, 10% wanita hamil di seluruh dunia menderita preeklamsia, yang terus menjadi perhatian dan menjadi penyebab di balik 500.000 kematian bayi baru lahir serta 76.000 kematian ibu tiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (<20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p < 0,05) dapat simpulkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.
Haerudin; Nadya Agustin; Retno Anggraeni Puspita Sari
2025 · Book · Open Access
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p < 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.
Aprilina Sartika; Jessy Maretha Tiocosby; Naufal Zaidan Akram
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang : Lansia terbagi menjadi 4, yaitu orang paruh baya yang berusia 45 - 59 tahun, lanjut usia berusia 60 - 74 tahun, orang berusia 75 - 90 tahun, orang sangat tua berusia 90 tahun ke atas. Pada masa penuaan terjadilah perubahan-perubahan seperti perubahan fisik, psikososial, kognitif dan fungsional. Menurut WHO pada 2015, sebanyak 35,6 juta orang tua di seluruh dunia menderita gangguan kognitif. Tujuan : Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan agar mengetahui pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Metode : Penelitian ini mempergunakan desain pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Responden menerima perlakuan, lalu membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Sampel penelitian yakni lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Hasil : Hasil penelitian Uji Wilcoxon didapatkan ada pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia dengan p-value 0,001. Saran : Bermain puzzle dapat menjadi terapi nonfarmakologi yang efektif untuk lansia dengan masalah kognitif, membantu mereka memperbaiki fungsi kognitif dan mencegah penurunan lebih lanjut.
Leti Triyani; M. Iqbal Arrasyid; Previarsi Rahayu
2025 · Book · Open Access
Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan Cross-Sectional, pengambilan sampel menggunakan metode NonProbability sampling.
Hasil: Uji Chi-Square menunjukan nilai P = 0,010 (<0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.
Kikana Aulia Seisha; Nisa Marwa Nabilah; Riska Subhianti Putri
2025 · Book · Open Access
Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.
Lauren J. Wallace
2025 · Book · Open Access
Robbie Davis-Floyd
2025 · Book · Open Access
Robbie Davis-Floyd
2025 · Book · Open Access