Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

579 item publik

Publikasi

Halaman 8 dari 29

Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Tingkat Distres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru Tahun 2023

Elsa Nurul Hidayatul
· Thesis · Open Access

Latar Belakang: DM (Diabetes Mellitus) atau sering kita kenal dengan sebutan kencing manis yaitu suatu penyakit menahun, yang angka kejadiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, Diabetes Mellitus menjadi permasalahan kesehatan utama karena kejadian DM tersebut semakin meningkat di dunia sehingga DM pun menjadi penyebab kematian utama di dunia. Organisasi Internasional Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevelensi sebesar 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama. Salah satu negara dengan kasus diabetes terbesar yaitu Indonesia dengan posisi menduduki peringkat ke-5 di dunia. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus tiga bulan terakhir tahun 2023 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru yaitu 108 orang dan sampel sebanyak 86 orang dengan menggunakan metode Probability / random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner perilaku sedentari (ASAQ) dan kuesioner tingkat distres (DDS) dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic Chi-Square, diperoleh nilai P = 0,008 ( , 0,05 ), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari dengan tingkat distres. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru.

PENGARUH AKTIVITAS FISIK JALAN SANTAI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2023

EVI TRISKA SITANGGANG
· Thesis · Open Access

Diabetes Melitus tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin yaitu suatu kondisi dimana pankreas memproduksi sedikit insulin yang menyebabkan malabsorpsi glukosa dan pada akhirnya terjadi hiperglikemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik jalan santai terhadap penurunan kadar gula darah. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental, menggunakan one group pretest postest design without control group terhadap 45 sampel dengan teknik total sampling pada populasi pasien DM tipe 2 yang aktif kontrol di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong bulan November 2022. Responden diobservasi dengan pemeriksaan Gula Darah Sewaktu sebelum dan sesudah jalan santai sejauh 2 km selama 30 menit. Berdasarkan uji normalitas kolmogrov smirnov menunjukkan data berdistribusi normal (p>0,05) dan uji parametrik menggunakan uji paired T-Test dengan hasil P value 0,000 (< 0,05) artinya ada pengaruh jalan santai terhadap penurunan kadar GDS pada pasien DM tipe 2. Kesimpulan GDS sebelum jalan santai 89 % tinggi, GDS setelah jalan santai 89% normal, dan ada pengaruh aktivitas fisik jalan santai terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023. Saran penelitian ini diharapkan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dapat menjadikan kegiatan jalan santai menjadi agenda rutin dalam promosi kesehatan guna sebagai penatalaksanaan DM nonfarmakologi.

Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Terhadap Kejadian Hipertensi Gestasional RS X

Deti Sumarmo
· Thesis · Open Access

INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 NAMA : DETI SUMARMO NIM : 020319663 HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GESTASIONAL xii + 63 Halaman + 13 tabel + 2 gambar + 10 lampiran ABSTRAK Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu (poin time approach), tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subjek pada saat pemeriksaanejadian hipertensi gestasional. Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah usia (p value=0,021), paritas (p value=0,003). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pendidikan (p value=0,488), status pekerjaan (p value=0,083), kunjungan ANC (p value=0,053), riwayat kesehatan (p value=0,194). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya. Kata kunci : Karakteristik, Ibu hamil, Hipertensi Gestasional Daftar Pustaka : 11

faktor faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di RS BSH

FIRMAN DWI PRIHANTONO
· Thesis · Open Access

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN CIKARANG PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2023 Nama : Firman Dwi Prihartono NIM : 221070059 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU LANSIA DALAM MENGONTROL GULA DARAH AKIBAT DIABETES MELITUS DI BOGOR SENIOR HOSPITAL TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sebuah hormone polipeptida yang mengatur metabolisme, dan angka kejadian penyakit diabetes melitus meningkat secara drastis di negara berkembang termasuk Indonesia (Dewi,2017). Survei awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien lansia di Bogor Senior Hosital kepada 15 penderita diabetes melitus, dari 15 penderita, 26,7% penderita mempunyai pengetahuan kurang, 66% memilki perilaku yang kurang baik, 60% kurang memiliki motivasi diri yang kurang baik, dan hampir semua responden 86% kurang memiliki dukungan dari tenaga kesehatan dan 66% kurang mendapat dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan penyakitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan analisis secara univarit dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis didapatkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah dengan hasil uji statistik chi square di peroleh nilai P value 0,00 untuk hubungan pengetahuan, 0,001 untuk hubungan sikap, 0,004 untuk hubungan motivasi diri, 0,000 untuk hubungan dukungan keluarga dan 0,000 untuk dukungan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku lansia dalam mengontrol gula darah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan penyakit diabetes melitus dengan cara mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau perawatan menggenai pengelolaan diabetes melitus. Kata kunci : Analitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah Bahan bacaan : 5 buku (2015-2018), 5 jurnal (2018-2020), 2 Skripsi (2018).

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kabupaten Karawang Jawa Barat Tahun 2022

Yunita Fitriani
· Thesis · Open Access

Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365 orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok P-value: (0.038< 0.05), Masa Kerja P-value: (0.049< 0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengggunaan APD, Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.

Hubungan Kepatuhan Diet dengan Kadar Gula Darah pada Pasien DM di RS. Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor

LIDIA WAHYUNINGSIH
· Thesis · Open Access

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dimana terdapat penurunan melakukan kemampuan untuk merespon terhadap insulin maupun adanya penurunan pembentukan insulin oleh pankreas. Diabetes Melitus mengalami peningkatan setiap tahun dan berdasarkan hasil laporan tahunan dinas kesehatan Kabupaten Jawa Barat tahun 2022 penyakit Diabetes Melitus terjadi peningkatan signifikan di RS Sentra Medika Cibinong. Peningkatan kasus diabetes melitus di RS Sentra Medika Cibinong disebabkan karena pasien yang belum menjalankan diet diabetes melitus sesuai anjuran petugas kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor tahun 2022. Metode: Penelitian ini kuantitatif bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian 80 orang dengan teknik total sampling. Analisis univariat dilakukan dengan cara mencari distribusi frekuensi setiap variabel penelitian untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari variabel penelitian. Data diperoleh peneliti dari pengisian kuesioner yang diisi oleh responden. Hasil: Penelitian menunjukkan untuk kepatuhan diet berdasarkan jumlah sebanyak 28,2% responden tidak patuh. Untuk jenis 43,3% responden tidak patuh, untuk jadwal 51,2% responden tidak patuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit agar dapat meningkatkan edukasi kesehatan dalam mengelola diabetes melitus terutama dalam pengaturan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah dari segi jumlah, jenis dan jadwal makanan agar bisa diterapkan pasien di rumah.

Faktor faktor yang berhubungan gaya hidup dengan bertambahnya kasus gagal ginjal di usia prodiktif

SANTI TRI WAHYUNI
· Thesis · Open Access

Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia produktif. Tujuan penelitian untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta tahun 2023. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184. Tehnik pengambilan sampel yaitu non random sampling dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 65 responden, menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak

RAHMAWATI
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Terapi farmakologi dan non farmakologi Diabetes Mellitus harus dilakukan dengan seimbang dan teratur, jika tidak maka dapat mengakibatkan muncul komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antidiabetik oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Jenis metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang menerapkan pendekatan kuantitatif untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Sampel penelitian berdasarkan Rumus Slovin adalah sebanyak 107 responden. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan dari 107 responden berusia antara 40-70 tahun berjenis kelamin laki-laki 62 orang dan perempuan 45 orang. Responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 67 orang dan tingkat pengetahuan kurang baik 40 responden. Responden berdasarkan tingkat kepatuhan sebanyak 66 responden (61,7%) patuh dan 41 responden (38,3%) tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan kelompok tingkat pengetahuan baik sebanyak 66 responden patuh dan 1 responden tidak patuh. Responden yang memiliki pengetahuan yang kurang baik sejumlah 40 (37,4%) semuanya tidak patuh dalam menggunakan antidiabetik oral. Hasil uji chi square dihasilkan nilai p value 0,0000,05 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan antidiabetik oral, dengan nilai OR 67,000 (9,557-468,706) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini adalah responden dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki pengaruh 67 kali lebih besar untuk mematuhi penggunaan antidiabetik oral dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan rendah. Perlu dilakukan edukasi pada pasien diabetes untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat. Bahan Baca: 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022)

Pengaruh senam kaki terhadap kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur

Eko Ardiansyah
· Thesis · Open Access

Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi di dunia dengan total jumlah penderita lebih dari satu miliar. Sepertiga dari jumlah penderita itu tinggal di negara maju dan dua pertiga hidup di negara berkembang. Tekanan darah tinggi diperkirakan menyebabkan 7,1 juta kematian atau kira-kira 13% dari seluruh kematian di dunia. Hasil penelitian World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa hampir setengah dari kasus serangan jantung dipicu oleh tekanan darah tinggi (Yahya, 2019). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Puskesmas Lemahduhur Kabupaten Karawang. Metode: Desain Penelitian yang digunakandalam penelitian ini menggunakan bentuk rancangan non andomized pre-test post-test ekperimen , yaitu tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah dilakukannya intervensi berupa senam lansia intervensi selanjutnya di cari perbedaan penurunan rata-rata tekanan darah. Sebelum diberi treatmen bagi kelompok subjek eksperimen di beri test yaitu pre-test dengan maksud untuk mengetahui keadaan kelompok sebelum treatment. Kemudian setelah diberi treatment kelompok eksperimen diberikan test yaitu post-test untuk mengetahui keadaan kelompok setelah treatment. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Puskesmas Lemahduhur Kabupaten Karawang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Total sempling adalah pengambilan sempel yang sama dengan jumlah populasi yang ada dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Hasil penelitian Uji wilcoxon didapatkan ada pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah lansia di Puskesmas Lemahduhur Karawang Tahun 2023.

Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus di RS Sentra Medika Cibinong

AYU RILA RAMDANILA
· Thesis · Open Access

Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease caused by the body's inability to produce insulin or a small amount of insulin so that energy metabolism processes are ineffective and cause blood sugar levels to increase and become dangerous. The purpose of this research is to find out the effect of Diabetes Mellitus exercise on decreasing blood sugar levels in Diabetes Mellitus patients. This research is a type of quantitative research with a quasi-experimental design using a one group pretest posttest design without control group approach to 50 samples from 100 outpatient populations participating in Diabetes Mellitus gymnastics at Sentra Medika Cibinong Hospital in 2023 using the technique nonprobability sampling with purposive sampling. Based on the normality test kolmogrov smirnov show the data is not normally distributed (p 0.05), therefore the nonparametric test used is the Wilcoxon test and gets a P value of 0.000 (0.05) meaning there is the effect of Diabetes Mellitus exercise on decreasing blood sugar levels in Diabetes Mellitus patients. The conclusion is that blood sugar before Diabetes Mellitus exercise is 74% high, blood sugar after Diabetes Mellitus exercise is 82% normal, and there is an effect of Diabetes Mellitus exercise on decreasing blood sugar during Diabetes Mellitus patients at Sentra Medika Cibinong Hospital in 2023. Suggestions for research this is expected Sentra Medika Cibinong Hospital can hold seminars on the benefits of exercise diabetes Mellitus with hope that more exercise participants, greater the cure rate in patient Diabetes Mellitus. Reading Materials: Books (2013 - 2021) Keywords: Diabetes Mellitus, Blood Sugar, Gymnastics.

HUBUNGAN POLA TIDUR TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KARANG BAHAGIA

Neng Euis
· Thesis · Open Access

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, 18 September 2023 Neng Euis 020319629 Hubungan Pola Tidur Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Karang Bahagia. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme dengan adanya ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan glukosa, lemak dan protein, Masalah tidur sepertinya mempengaruhi hemostasis kadar glukosa normal seperti pengurangan dalam kuantitas tidur dapat merusak baik pemanfaatan glukosa maupun tolerasi glukosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, Hasil penelitian pola tidur kurang baik 80 responden (54,8%), dan kadar gula darah tidak normal sebanyak 76 responden (52,8%). Dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil ada hubungan antara pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 diPuskesmas Karang Bahagia, P value 0.020 > 0,05.

Pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di Kelurahan Nanggewer kabupaten Bogor tahun 2023

Gina Ameilia
· Thesis · Open Access

Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by blood sugar that exceeds normal levels. One of the management of Diabetes Mellitus is physical exercise along with medical treatment which can be considered as a strategic key to fighting Diabetes Mellitus. This research is to determine the effect of low impact aerobic exercise on temporary blood sugar levels in patients with diabetes mellitus. The benefits of this research are expected to provide information for further research and add insight regarding the effect of aerobic exercise on temporary blood sugar levels in diabetes mellitus patients. The method of this research is a pre-experimental study without a control group with a one group pretest-posttest design research model. The number of samples in this study were 20 people. The instruments used in this study were observation sheets, SOP sheets for measuring blood sugar levels and SOP for low impact aerobics. The data obtained were analyzed statistically using the univariate test and bivariate test using the t-test. The results of the analysis of hypothesis testing with the dependent T test (Paired-Samples T Test) on the results of the pretest and posttest showed a value of t = 13,405 with a p value = 0.000 ≤ α (0.05), thus there is an effect of low impact aerobics on blood levels temporary blood sugar in patients with diabetes mellitus in the Nanggewer sub-district, Bogor district in 2023. Based on the results of this study, it is hoped that it can motivate people to increase physical activity with a duration of exercise of 20-60 minutes and a frequency of exercise of 3-5 days/week to change a sedentary lifestyle and improve quality of life. Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan gula darah yang melebihi kadar normal. Salah satu penatalaksanaan Diabetes melitus adalah dengan latihan fisik yang dilakukan bersama dengan perawatan medis dapat dianggap sebagai strategi kunci untuk melawan Diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer Kabupaten Bogor Tahun 2023. Manfaat penelitian ini adalah diharapkan dapat memberikan informasi bagi penelitian lebih lanjut serta menambah wawasan terkait pengaruh senam aerobik terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus. Metode penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 20 orang. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah dan SOP senam aerobik low impact. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat dan uji bivariat menggunakan uji t-test. Hasil penelitian hasil analisis uji hipotesis dengan uji T dependen (Paired-Samples T Test) pada hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai t = 13.405 dengan nilai p value = 0,000 ≤ α (0,05), maka ada pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer kabupaten Bogor tahun 2023. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik dengan durasi latihan 20 – 60 menit dan frekuensi latihan 3 – 5 hari/minggu untuk mengubah gaya hidup santai atau sedentary life dan memperbaiki kualitas hidup.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di smk islam al-amin cikarang tahun 2023

Muthi'ah Hanif Effendy
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Dismenore primer adalah dismenore yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya. Prevalensi dikalangan perempuan usia produktif terdiri dari 54,89% yang mengalami dismenore primer. Disebabkan oleh peningkatan dari prostaglandin, yang diproduksi pada lapisan dari rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di Smk Islam Al-amin Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 121 responden.Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu mengisi kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkanada hubungan antara hubungan riwayat keluarga (ρ= 0,000) dan olahraga (ρ= 0,000) dengan dismenore primer pada remaja putri. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan antara usia menarche (ρ=0,183), stres (ρ= 0,962), dan status gizi (ρ= 0,240). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat ada hubungan antara riwayat keluarga, dan olahraga dengan dismenore primer pada remaja putri danterdapat tidak ada hubungan antara usia menarche, stress, dan status gizi. Diharapkan hasil penelitian ini siswi untuk melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU MENYUSUI 0-6 BULAN DI DUSUN 2 DESA CIBATU KEC. CIKARANG SELATAN, KAB. BEKASI TAHUN 2023

Ayu Pratiwi
· Thesis · Open Access

Pemberian ASI Ekslusif merupakan salah satu upaya untuk membantu tumbuh kembang anak terutama kesehatannya karena ASI memiliki zat gizi yang diperlukan bayi maupun antibody untuk kekebalan tubuhnya. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 42 responden. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pengetahuan (P= 0, 004), pekerjaan (P=0, 041), paritas (P=0,016), dukungan keluarga (P=0,016), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga pada pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 bulan. Dan bersasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pendidikan (P=0, 377), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Pendidikan terhadap Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan nilai P Value 0,05 maka ada hubungan pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga dengan Pemberian ASI Ekslusif pada ibu menyusui 0-6 bulan di Dusun 2 Desa. Cibatu, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi Tahun 2023.

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN BAHAYA HYPERTIROID DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RS HARAPAN BUNDA GROUP

CARYONO
· Thesis · Open Access

Abstrak Latar Belakang Hypertiroid suatu keadaan dimana kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang berlebih, yang dapat merubah seseorang baik fisik ataupun mentalnya ditandai dengan penurunan berat badan, gemetaran, mudah lelah, sesak nafas dan jantung berdebar. Data WHO (2000) terdapat 400 juta jiwa menderita hypertiroid, 1% dari warga AS menderita hypertiroid dan mayoritas berjenis kelamin perempuan. Riskesdas (2018) 0,4% penduduk Indonesia menderita hypertiroid. Penyakit hypertiroid ini dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium dasar T3 dan T4. Pengetahuan dan sikap perawat merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam melakukan tindakan perawatan dan pencegahan hypertiroid. Metode penelitian yang digunakan cross sectional dengan menganalisa dua variabel analitik, dengan variabel terikatnya adalah bahaya hypertiroid dan variabel bebasnya adalah pengetahuan dan sikap. Populasi seluruh perawat Instalasi Bedah Sentral RS Harapan Bunda Group, dengan sampel penelitiannya menggunakan total populasi sebanyak 42 perawat RS Harapan Bunda Group. Hasil Penelitian dengan menggunakan Chi-Square pada variable pengetahuan dan sikap, didapatkan nilai Hasil uji statistic P-Value pengetahuan 0.011 nilai analisis OR 0.106. Dari Hasil uji statistic Sikap diperoleh nilai P-Value 0.726, nilai analisis diperoleh OR 1.641 Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan bahaya hypertiroid. Dan tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan bahaya hypertiroid. Abstract Background Hyperthyroidism is a condition in which the thyroid gland produces excess glands, which can change a person both physically and mentally, characterized by weight loss, tremors, fatigue, shortness of breath and palpitations. WHO data (2000) there are 400 million people suffering from hyperthyroidism, 1% of US citizens suffer from hyperthyroidism and the majority are female. Riskesdas (2018) 0.4% of Indonesia's population suffers from hyperthyroidism. Hyperthyroid disease can be enforced by performing basic laboratory tests of T3 and T4. Nurse knowledge is a very influential factor in taking care and prevention of hyperthyroidism. The research method used was cross sectional by analyzing two analytic variables, with the dependent variable being the danger of hyperthyroidism and the independent variables being knowledge and attitude. The population of all nurses in the Central Surgical Installation at Harapan Bunda Group Hospital, with the research sample using a total population of 42 nurses at Harapan Bunda Group Hospital. The results of the study using Chi-Square on the knowledge and attitude variables, obtained the value of the P-Value statistical test results for knowledge of 0.011, the OR analysis value of 0.106. From the results of the Attitude statistical test, the P-Value is 0.726, the analysis value is OR 1.641 In conclusion, there is a significant relationship between knowledge and the dangers of hyperthyroidism. And there is no significant relationship between attitude and hyperthyroidism.