Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

579 item publik

Publikasi

Halaman 6 dari 29

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien DM Tipe 2 dalam Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Telaga Sari Kabupaten Karawang

FIRMAN SENTOSA
· Thesis · Open Access

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, 19 April 2023 Nama : FIRMAN SENTOSA Nim : 221070069 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DALAM MENGIKUTI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS TELAGASARI KARAWANG +68 Halaman + 2Bagan+7 Tabel + 12 Lampiran ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa ganguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Prolais adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas pelayanan kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang mempunyai penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang setinggi - tingginya dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien Diabetesn Melitus Tipe II tentang Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis ( PROLANIS) Di Puskesmas Telagasari Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cros sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 responden pasien DM yang mengikuti prolanis di Puskesmas Telagasari Karawang. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pasien dan kuesioner motivasi mengikuti prolanis, kemudian data dianalisismenggunakan uji Chi dengan Square dengan tingkat signfikan < 0,05. Hasil: Hasil menun jukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi dalam mengikuti prolanis (p value = 0,002). Kesimpulan: penting untuk dilakukan edukasi dan dukungan kepada pasien DM dan keluarga untuk meningkatkan motivasi pasien DM mengikuti prolanis. Kata kunci : pengetahuan, Motivasi Mengikuti Prolanis Suherman Medical University GRADUATE NURSING AND NERS PROFESSION STUDY PROGRAM THESIS, 19 April 2023 Name : Firman Sentosa Nim : 221070069 THE RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS IN FOLLOWING THE CHRONIC DISEASE MANAGEMENT PROGRAM (PROLANIS) IN TELAGASARI KARAWANG HEALTH CENTER + 68 Page + 2 Chart + 7 Table + 12 Attachment Abstract Introduction: Diabetes mellitus is a chronic disease in the form of metabolic disorders characterized by sugar levels that exceed normal limits. Prolais is a health service system and proactive approach that is carried out in an integrated manner by involving participants, health service facilities and BPJS Kesehatan in the framework of health services for BPJS Kesehatan participants who have chronic diseases to achieve the highest quality of life with effective and efficient health service costs. Research Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge and motivation of Type II Diabetes Mellitus Patients about the Activities of the Chronic Disease Management Program ( PROLANIS) at the Telagasari Karawang Health Center. Method: This study used a sectional cros design. The sample in this study was 57 respondents of DM patients who participated in the prolanis at the Telagasari Karawang Health Center. The data collected using cakes. Results: The results show that there is a relationship between knowledge and motivation in following the prolanist (p value = 0.002). Conclusion: it is important to educate and support DM patients and their families to increase the motivation of DM patients to follow the prolanis. Keywords: knowledge, motivation to follow the prolanist

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RAWAT JALAN RS. SENTRA MEDIKA CIKARANG

WENDI FERLIAN
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (2) Diketahui hubungan Pendidikan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (3) Hubungan Akomodasi dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (4) Hubungan Faktor lingkungan dan sosial dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (5) Hubungan Model terapi pasien dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan data berupa angka atau bilangan. Penelitian ini diperoleh melalui observasi dan pengumpulan data langsung di RS. Sentra Medika Cikarang. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan adalah Kepatuhan Pasien diabetes melitus dalam mengendalikan kadar gula darah dipengaruhi oleh pendidikan pasien yang rendah sebesar 69,7%, sebagian besar pasien diabetes melitus yang tidak patuh adalah yang tidak di dukung oleh modifikasi faktor lingkungandan sosial sebesar 73,2%, serta perubahan model terapi yang tidak patuh adalah yang tidak berubah sebanyak 72,7%.

PENGARUH PERAWATAN LUKA MODERN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KLINIK RUMAT DEPOK TAHUN 2023

ANIS HIDAYAH
· Thesis · Open Access

Latar Belakang : Luka ulkus diabetik adalah komplikasi dari penyakit diabetes mellitus yang disebabkan oleh kerusakan jaringan nekrosis yaitu emboli pembuluh darah arteri pada bagian tubuh sehingga suplai darah berhenti. Salah satu perawatan luka yang berasal dalam perubahan luka dengan menggunakkan tehnik modern. Tujuan Penelitian : Mengetahui Pengaruh Perawatan Luka Modern terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Mellitus tipe 2 di pelayanan kesehatan wilayah depok tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pre eksperiment dengan desain penelitian one grup pre test-post test design. Dengan jumlah populasi 20 responden dan jumlah sample 20 responden. Hasil Penelitian : usia 46th-55th (60%), jenis kelamin laki-laki (70%) , pendidikan SMA (75%), pekerjaan swasta (85%), pre test rawat luka modern hampir seluruhnya degenerasi (100%), post test rawat luka modern luka sembuh (80%). Disimpulkan : Ada Pengaruh Perawatan Luka Modern Terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Mellitus tipe 2 di klinik RUMAT Depok tahun 2023 (p value 0,05)=0,000. Kesimpulan dan Saran : perawatan luka modern bisa dijadikan terapi rawat luka dengan kesembuhan yang sangat efektif dan cepat. Bisa dijadikan pilihan kedua terapi setelah terapi konvensional.

Pengaruh Terapi Relaksasi Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2.

NENY MARLIANA
· Thesis · Open Access

ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is a disease characterized by hyperglycemia due to inadequate insulin secretion, abnormal blood sugar levels above 200 mg/dL. The therapy given is a combination of pharmacology and non-pharmacology, namely progressive muscle relaxation therapy. The purpose of this study was to determine Progressive Muscle Relaxation Therapy on Blood Sugar Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Harapan Bunda Hospital, Jakarta. This type of research is a quasy experiment with a one-group pre-test – post-test design, intervention group for blood sugar levels. Population 30 people, sample 30. The average value of blood sugar levels in the pre test is 1.37 with a standard deviation of .490. In the posttest the mean value is 1.00 with a standard deviation of .000. The statistical test results obtained a value of .000, so it can be concluded that there is an effect of progressive muscle relaxation therapy on blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Harapan Bunda Hospital, Jakarta. Conclusions and Suggestions Progressive muscle relaxation techniques are proven to have an effect on blood sugar levels, and it is recommended for hospital institutions besides providing pharmacological therapy, they can combine non-pharmacological progressive muscle relaxation therapies.

Hubungan Gangguan Perkembangan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia Toddler di RS Sentra Medika Cikarang

SITI MARIA ULFAH
· Thesis · Open Access

Stunting adalah masalah kesehatan anak yang banyak dijumpai di masyarakat, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dikarenakan adanya kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut usia. Stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa dan personal sosial. Metode yang di pakai oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengkuran atau obeservasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 128 anak usia toddler dengan 34 sampel. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling, instrumen yang digunakan adalah lembar DDST dan Aplikasi kalkulator stunting. Hasil analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat berupa uji chi square. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa antara perkembangan motorik kasar dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,004, hasil perkembangan motorik halus dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,028, hasil perkembangan bahasa dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,013, dan perkembangan personal sosial dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,013. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan terhadap gangguan perkembangan pada anak usia toddler dengan kejadian stunting. Disarankan keluarga sebaiknya meningkatkan dan melatih kemampuan motorik anak, bahasa, dan personal sosial dengan cara dilatih untuk bisa melakukan hal-hal secara mandiri.

Hubungan Antara Respon Time Perawat dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Kategori Australian Triage Scale (Ats) 2 dan 3 di Instalasi Gawat Darurat Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

IVAN RENALDI TUTUDUK
· Thesis · Open Access

Kondisi kegawatdaruratan di IGD sering menimbulkan respon kecemasan pada pasien, tanda gejala somatis dan psikologis kecemasan pada pasien adalah terjadinya peningkatan skala nyeri, nadi cepat dan tekanan darah meningkat. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien oleh karena itu ketepatan respon time sesuai batasan waktu triase dalam pelayanan gawat darurat memegang peranan yang sangat penting dalam mengatasi masalah pasien terutama pada kategori ATS 2 dan 3 yang mempunyai karakteristik perburukan yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan respon time perawat dengan tingkat kecemasan pasien kategori ATS 2 dan 3 di IGD. Design penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, sample terdiri dari 40 responden kategori ATS 2 dan 3 di IGD Sentra Medika Hospital Mianahasa Utara yang didapatkan melalui tehnik accidental sampling. Pengukuran respon time menggunakan stopwatch dan lembar observasi, sedangkan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan instrument State Anxiety Inventory. Hasil penelitian dengan analisa univariat distribusi frekuensi respon time yang tepat pada pasien kategori ATS 2 dan 3 ada 12 responden (30%) mengalami tingkat kecemasan sedang, dan 3 responden (7%) mengalami kecemasan berat , sedangkan analisa bivariate berdasarkan uji statistic chi square, dengan α=0,05, didapatkan P-value 0.020 dimana P-valueα yang berarti ketepatan respon time perawat berdampak pada tingkat kecemasan pasien ATS 2 dan 3. Ketepatan Respon time perawat merupakan salah satu sumber koping selain edukasi dan pemberian informasi rencana tindakan yang dapat memicu peningkatan GABA pada sel saraf dan akan mempengaruhi gyrus parietalis sehingga akan menurunkan respon kecemasan. Saran untuk perawat dan manajemen RS untuk melakukan pelatihan kegawat daruratan dan triage sangat diperlukan sehingga pemberian respon time perawat dapat tepat Sesuai dengan SPM IGD dan prioritas dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien kategori ATS 2 dan 3 sesuai dengan hasil penilaian triage

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELITUS DENGAN PENGONTROLAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA TAHUN 2023

MARCELINUS AGUSTINUS RUNTU
· Thesis · Open Access

Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai bagian dari kelompok penyakit metabolik kronik dengan ciri khas kondisi hiperglikemi (Larasati, C. V. 2021). Menurut Notoadmojo, 2007 pengetahuan atau disebut juga Kognitif merupakan hal dasar yang penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan didapat dari panca indera manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Dari kelima indera tersebut, indera penglihatan dan pendengaran paling banyak memberikan input bagi pengetahuan seseorang (Suryani, 2021). Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada hubungan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus dengan pengontrolan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien dengan diagnosa Diabetes Melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara sebanyak 36 pasien. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis bivariat chi square. hasilnya p = 0,000 (p value = 0,05). Hal ini berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang diabetes melitus dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Sentra Medika Hospital Minahasa Utara untuk lebih meningkatkan program preventif kepada pasien yang menderita penyakit diabetes melitus sehingga dapat menurunkan komplikasi progresif pasien.

Evaluasi Kelengkapan Komponen Resep Pasien BPJS Rawat Jalan Di Klinik Mahasta Cibinong Periode Oktober-Desember 2022

Lita Hasni Fatna Suri
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Latar Belakang: Resep harus ditulis dengan jelas untuk menghindari kesalahan medikasi atau medication error (ME). Evaluasi kelengkapan resep dilakukan sebagai bentuk peningkatan mutu pelayanan resep. Tujuan: Penelitian ini ditujukan mengetahui persentase kelengkapan resep dalam hal Inscriptio, Invocatio, Prescriptio, Signatura, Subscriptio dan Pro. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan 400 sampel lembar resep yang akan diteliti, dan dilakukan pengamatan satu persatu dengan cara mencatat semua aspek-aspek kelengkapan resep dan dilakukan analisa data hasil. Hasil: Diketahui jumlah presentase resep yang memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 76,25% (305 lembar resep), sedangkan presentase resep yang tidak memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 23,75% (95 lembar resep). Kelengkapan resep pasien BPJS di klinik mahasta dalam hal inscriptio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal invocatio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal praescriptio 87% lengkap 13% tidak lengkap, dalam hal subscriptio 97,5% lengkap 2,5% tidak lengkap, dalam hal signatura 100% lengkap 0% tidak lengkap, dan dalam hal pro 83,25% lengkap 16,75% tidak lengkap.

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Stunting Pada Anak 0-24 Bulan di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2022

Gita Margaretha Filadelfia Makalalag
· Thesis · Open Access

Stunting meupakan salah salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di Indonesia saat ini. Perilaku ibu dalam pencegahan stunting tidak terbentuk dengan sendirinya, pengetahun dan sikap dapat mempengaharui seseorang dalam berperilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada Anak 0-24 Bulan di Puskesmas Karang Bahagia. Metode Penelitian adalah Analitik Kunatitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling, dan total sampel sebanyak 56 responden. Dalam penelitian ini teknik analisa yang digunakan adalah analisa univariate dan bivariate berupa uji Chi -Square dengan nilai signifikan α<0,05. Hasil penelitian menunjukan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 30 (53,6%) responden, dan memiliki sikap yang baik sebanyak 27 (48,2%) respopnden, serta memiliki perilaku yang baik sebanyak 27 (48,2%) responden. Sedangkan hasil uji Chi-Square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu dalam pencegahan stunting dengan p=value 0,015 (p<0,05), serta hasil analisa antara sikap dan perilaku ibu menujukan terdapat hubungan dengan p=value 0,033 (p<0.05). Kesimpulan terdapat hubungan siqnifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku ibu dalam pencegahan stuning pada Anak 0-24 Bulan di Puskesmas Karang Bahagia.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN OBAT TERHADAP TINGKAT KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS JATISAMPURNA KOTA BEKASI TAHUN 2023

Siti Masropah
· Thesis · Open Access

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.

Pengaruh Jenis Stent Terhadap Kejadian In Stent Restenosis (ISR) Pada Pasien Jantung Dengan Riwayat Diabetes Melitus di Ruang Cathlab RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2022

HERI GUSTI CAESAR
· Thesis · Open Access

Penyakit jantung koroner (PJK) atau di kenal dengan Coronary Artery Disease (CAD) merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika arteri yang mensuplai darah untuk dinding jantung mengalami pengerasan dan penyempitan. Tujuan Penelitian Untuk mengidentifikasi pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada penyakit jantung coroner dengan riwayat diabetes mellitus di ruang cathlab jantung Rumah Sakit Medika Cisalak tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif desain quasy experiment. Sampel yang di gunakan adalah seluruh pasien jantung koroner berjumlah 160 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan uji analis uji Wilcoxon Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig sebesar 0,000 yang artinya penelitian ini menyimpulkan ada hubungan pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada pasien jantung dengan riwayat diabetes mellitus dengan nilai Negative Ranks antara hasil pre test dan post test adalah terdapat 73 data negatif (N) yang artinya ke 73 pasien mengalami penurunan hasil dari pemasangan stent BMS dari nilai pre test dan post test. Sedangkan hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig sebesar 0,001 penelitian ini menyimpulkan ada hubungan pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada pasien jantung dengan riwayat diabetes mellitus dengan nilai Positive Ranks (positif) antara hasil pemasangan stent DES terdapat 18 data positif (N) yang artinya sebanyak 18 pasien mengalami peningkatan hasil dari pemasangan stent DES dari nilai pre test dan post test. Masyarakat lebih menerapkan pola hidup sehat untuk menghindari berbagai resiko penyakit jantung koreoner yang dapat mengakibatkan kondisi parah bahkan kematian, serta memakai jenis stent DES untuk menghindari risiko ISR.

Evaluasi Pengelolaan Obat di Gudang Farmasi Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi

Milinda Hidayani
· Thesis · Open Access

EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI GUDANG FARMASI PUSKESMAS MEKARMUKTI KABUPATEN BEKASI ABSTRAK Latar Belakang: Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang mengelola program kesehatan masyarakat dan perorangan tingkat pertama dengan penekanan yang lebih besar pada tindakan preventif dan promotif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Penyimpanan obat adalah komponen penting dalam pengelolaan obat di puskesmas. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian persyaratan gudang penyimpanan, untuk mengetahui sistem penyimpanan obat, untuk mengetahui sistem penerimaan obat dan untuk mengetahui sistem pengeluaran obat. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi pustaka dan dokumentasi. Hasil: Penelitian di gudang farmasi Puskesmas Mekarmukti, kesesuaian persyaratan gudang belum memenuhi persyaratan menurut Dirjen Bina Farmasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan terkait dengan pencatatan suhu kelembaban. Penyimpanan obat menerapkan FIFO dan FEFO. Penyusunan sesuai alfabet dan berdasarkan bentuk sediaan. Penerimaan obat dilakukan dengan memeriksa dokumen lembar permintaan dan lembar pelaporan (LPLPO). Pengeluaran obat di gudang farmasi Puskesmas Mekarmukti dilakukan setelah ada permintaan dari unit yang membutuhkan dan jumlah pengeluaran sama dengan yang tercantum di surat bukti barang keluar. Kesimpulan: Pengelolaan obat yang memenuhi dengan standar pelayanan kefarmasian yaitu penyusunan obat, penerimaan obat, pengeluaran obat, sedangkan pengelolaan obat yang tidak sesuai yaitu penyimpanan obat di puskesmas.

Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Antibiotik Dengan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Balita Di Desa Taringgul Tonggoh

Mimah Nurapiah AR
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Antibiotik berfungsi untuk membunuh ataupun menghambat pertumbuhan patogen dan pada umumnya digunakan untuk terapi penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Masyarakat Indonesia sebanyak 92% salah dalam penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik pada anak berbeda degan orang dewasa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang antibiotik dengan rasionalitas penggunaan antibiotik pada balita di Desa Taringgul Tonggoh. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 207. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik pursosive sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian sebanyak 137. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Mayoritas responden memiliki pengetahuan tentang antibotik tergolong kurang sebanyak 85 atau 62.0% responden dan mayoritas responden memiliki tingkat rasionalitas tergolong kurang sebanyak 80 atau 58.4%. Hasil uji didapatkan nilai p yaitu 0.000 dan koefisiensi korelasi sebesar 0.507. hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif (searah) dan kuat. Pada penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang antibiotik dengan rasionalitas penggunaan antibiotik pada balita di Desa Taringgul Tonggoh. Saran untuk responden yaitu lebih meningkatkan pengetahuan tentang obat terutama tentang antibiotik dan untuk Desa Taringgul Tonggoh diharapkan sering mengadakan kegiatan yang mengedukasi masyarakat tentang obat terutama antibiotik dengan cara bekerjasama dengan bagian kesehatan wilayah.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN HARGA DIRI RENDAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK DWI CIPTA 1 CIBATU CIKARANG SELATAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022

EUIS INAYAH
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu masalah di dalam ruang kesehatan secara global yang signifikan dan angka prevalensinya cenderung meningkat di dunia. Menurut International Diabetes Federation (IDF) 2021, terdapat 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia. pada tahun 2019 ada sekitar 10,6% penderita diabetes di Indonesia. Provinsi Jawa Barat di tahun 2019 s/d 2020 mengalami kenaikan 8,2% orang yang menderita penyakit Diabetes Melitus dan sebagian berasal dari Kabupaten Bekasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian harga diri rendah pada pasien diabetes mellitus di Klinik Dwi Cipta 1 Cibatu Cikarang Selatan Tahun 2022. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 55 orang responden pasien DM yang datang ke Klinik Dwi Cipta 1 periode November - Desember tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square . Hasil analisis bivariat ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian harga diri rendah pada pasien Diabetes Mellitus dengan nilai P-Value 0,046, yaitu nilai P-Value yang didapatkan P<α 0,05. Kesimpulan ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian harga diri rendah pada pasien Diabetes Mellitus di Klinik Dwi Cipta 1 Cibatu Tahun 2022. Diharapkan bagi Klinik Dwi Cipta dan tenaga kesehatan lainnya dapat memberikan informasi kepada keluarga pasien tentang pentingnya perawatan pasien dan pentingnya memberikan motivasi pada pasien Diabetes Melitus guna mengurangi resiko harga diri rendah pada pasien.

Hubungan Karakteristik dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Oral pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan di Puskesmas Cikarang

Sumiyati
· Thesis · Open Access

Sebanyak 90% dari seluruh diabetes di dunia yang paling umum terjadi terdapat dikategori kedua yaitu diabetes mellitus tipe 2. Keberhasilan terapi diabetes mellitus sangat dipengaruhi dari kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan. Tingkat kepatuhan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam penggunaan obat antidiabetes oral masih rendah berkisar antara 30-70%, yang dapat memberikan efek negatif pada pasien penderita diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian yang bersifat observasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 2.238. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Pada karakteristik tingkat pendidikan sig 0,209 (sig >0,1) menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan serta memiliki hubungan yang sangat lemah dan bersifat searah (+0,129) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang. Sementara pada karakteristik yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan yaitu pada usia sig 0,000 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sedang dan bersifat berlawanan (-0,408), jenis kelamin sig 0,011 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,260), pekerjaan sig sebesar 0,016 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,246), lama menderita sig 0,040 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sangat lemah dan bersifat berlawanan (-0,210) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang.

GAMBARAN POLA PERESEPAN OBAT PADA PASIEN PENDERITA HEMOROID DI PUSKESMAS KARANG BAHAGIA KABUPATEN BEKASI

Nabila Rizqa Tsani
· Thesis · Open Access

Latar Belakang : Berdasarkan data Riskesdas (riset kesehatan dasar) menyebutkan ada 12,5 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami hemoroid, maka secara epidemiologi diperkirakan pada tahun 2030 prevalensi di Indonesia mencapai 21,3 juta orang. National Center for Health Statistics (NCHS) melaporkan terdapat 10 juta orang di Amerika Serikat mengalami hemoroid. Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat hemoroid yang biasa digunakan pada pasien hemoroid di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan kriteria pasien dan kriteria obat. Metode : Penelitian yang dillakukan yaitu deskriptif kualitatif, Data yang digunakan berupa resep pasien hemoroid pada tahun 2022 di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Hasil : berdasarkan usia penderita paling banyak pada usia 17-40 tahun (57%), berdasarkan jenis kelamin pasien dengan penderita paling banyak yaitu laki-laki sebanyak 21 pasien (54%), berdasarkan pekerjaan pasien yang bekerja paling banyak yaitu 20 pasien (51%) dan berdasarkan penyakit penyerta yang terdiagnosa dengan beberapa penyakit penyerta yaitu pasien maag, flu dan batuk, asma dan infeksi bakteri. Kesimpulan : Hasil menunjukkan bahwa kelompok usia 17 hingga 60 tahun yang paling sering menderita hemoroid berada di Puskesmas Karang Bahagia, dan kelompok usia ini diobati dengan antihemoroid suppositoria 2 mg. Hasil menunjukkan bahwa pasien dengan maag, infeksi bakteri, asma, flu, dan batuk mendapatkan pengobatan Hemoroid dengan suplai obat antihemoroid 2 mg.

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DISLIPIDEMIA DI PUSKESMAS MEKARMUKTI KABUPATEN BEKASI

Jenny Adilla Jamtoputri
· Thesis · Open Access

Hipertensi dengan dislipidemia dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh. Selain itu dapat menyebabkan kematian yang dimana kepatuhan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tingkat kepatuhan konsumsi obat dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi yang disertai dengan adanya dislipidemia. Metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 50 responden di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF diuji menggunakan SPSS analisis univariat dan bivariat dengan jenis uji chi-square kuadrat. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan nilai (p = 0,000 0,05). Dari 50 responden, 10 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup yang rendah, 6 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup sedang, 10 orang dengan kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup sedang, 24 orang dengan kepatuhan tinggi memiliki kualitas hidup yang tinggi. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Semakin tinggi tingkat kepatuhan konsumsi obat maka semakin baik kualitas hidup yang dimiliki seseorang.

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025

TRI YUNI KOMALA HATI
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025 Tri Yuni Komala Hati Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosialmaupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamill diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini. Kata kunci: Leaflet,Pendidikan Kesehatan,Remaja,Seks Bebas