SELVI MARIA SOPIANA
· Thesis · Open Access
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilaip-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
Sutiara
· Thesis · Open Access
Strategi peresepan elektronik era saat ini dapat mengurangi kesalahan pengobatan dan kejadian obat yang merugikan pada pasien, kesalahan dosis, dibandingkan dengan resep tulis tangan. Selain itu, elektronik resep mencegah kesalahan yang timbul karena kesulitan dalam membaca atau memahami resep tulisan tangan. Oleh karena itu penting untuk mengevaluasi kelengkapan resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam kelengkapan resep. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan cara mengakses data rekam medik pasien rawat jalan pada bulan Januari untuk mengevaluasi prescribing error sebagai bahan untuk membuat laporan dan menggunakan metode uji kausalitas dengan analisis data regresi Linear kemudiandianalisis secara deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil berdasarkan resep yang masuk ke instalasi farmasi dari spesialis kebidanan dan kandungan, spesialis, penyakit dalam, spesialis paru didapatkan sebanyak 882 e-resep dan sampel yang diambil menggunakan teknik random sampling sebanyak 90 lembar resep dengan18 kategori kelengkapan administrasi, farmastik, klinis. Berdasarkan hasil kelengkapan resep elektronik terdapat Ketidaklengkapan pada Rumah Sakit Dewi Sri Karawang bulan januari 2022 kelengkapan administrasi, farmastik, klinis mendapatkan hasil 71 resep (78,9% ) resep lengkap, sedangkan resep tidak lengkap yaitu 19 resep (21,1%) dan hasil dari prescribing error dapat di tafsirkan bahwa peresepan elektronik berkontribusi sebesar 43,6% terhadap medication safety. Kata Kunci: peran resep elektronik, peresepan, prescribing error
Sabila Zahrotul Millah
· Thesis · Open Access
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI Skripsi, Agustus 2022 Nama : Sabila Zahrotul Millah Nim : 010719022 UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (Cymbopogon citratus) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli, Propionibacterium acne, Staphylococcus aureus, MENGGUNAKAN METODE DIFUSI CAKRAM xiv+34 Halaman+4 Tabel+3 Gambar+4 Lampiran ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis dan memiliki jenis flora dan fauna yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Salah satunya adalah keanekaragaman tumbuhan yang memiliki banyak manfaat baik bagi manusia, hewan maupun lingkungan. Dan salah satu contoh nya adalah tumbuhan minyak atsiri. Tumbuhan obat merupakan sumber dari obat tradisional yang banyak di antaranya telah digunakan secara turun temurun. Penggunaan bahan alam dapat dipilih sebagai alternatif. Metode penelitian yang dilakukan yaitu ekperimental metode uji antibakteri cakram dalam melihat sereh wangi (Cymbopogon Citratus). Sempel yang digunakan adalah minyak atsiri sereh wangi (Cymbopogon citratus) menggunakan bakteri Escherichia coli, Propionibactaerium acne, Staphylococcus aureus Hasil penelitian aktivitas antibakteri minyak atsiri sereh wangi (cymbopogon citratus) pada beberapa bakteri terjadinya penghambatan terhadap bakteri Escherichia coli, staphylococcus aureus, propionibacterium acne yang di tandai dengan ada nya zona hambat di sekitar kertas cakram. Konsentrasi 30% pada bakteri Propionibacterium acne cukup efektif Uji antibakteri minyak atsiri sereh wangi memiliki potensi sebagai antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli, Propionibacterium acne, dan Staphylococcus aureus. Konsentrasi yang paling cukup efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut yaitu pada konsentrasi 30% Propionibacterium acne Kata kunci : Antibakteri, Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon citratus), bakteri Escherichia coli, Propionibacterium acne, Staphylococcus aureus Medika Suherman University (UMS) UNDERGRADUATE PHARMACY STUDY PROGRAM Thesis, August 2022 Name : Sabila Zahrotul Millah Nim : 010719022 ANTIBACTERIAL ACTIVIY TEST OF CITRONELLA ESSENTIAL OIL (Cymbopogon citratus) AGAINST BACTERIA Escherichia coli, Propionibacterium acne, Staphylococcus aureus, USING DISC DIFFUSION METHOD xiv+34 Pages+4 Table+3 Image+4 Attachment ABSTRACT Indonesia is a country located in the tropics and has types of flora and fauna that need to be preserved and developed. One of them is the diversity of plants that have many benefits both for humans, animals, and the environment. And one example is essential oil plants. Medicinal plants are a source of traditional medicine, many of which have been used for generations. The use of natural materials can be chosen as an alternative. The research method carried out is an experiential method of antibacterial test of discs in seeing citronella (Cymbopogon Citratus). The sample used is citronella essential oil (Cymbopogon citratus) using bacteria Escherichia coli, Propionibacterium acne, and Staphylococcus aureus. The results of the research on the antibacterial activity of citronella essential oil (Cymbopogon citratus) in some bacteria the occurrence of inhibition against bacteria Escherichia coli, staphylococcus aureus, propionibacterium acne, which is marked by the presence of an inhibitory zone around the disc paper. The concentration of 30% in the bacteria Propionibacterium acne is quite effective. The antibacterial test of citronella essential oil has antibacterial potential in inhibiting the growth of Escherichia coli, Propionibacterium acne, and Staphylococcus aureus. The concentration that is most effective in inhibiting the growth of these bacteria is a concentration of 30% Propionibacterium acne Keywords : Antibacterial, Citronella Essential Oil (Cymbopogon citratus), Bacteria Escherichia coli, Propionibacterium acne, Staphylococcus aureus
DINDA EKA PRATIWI
· Thesis · Open Access
ABSTRACT Background: Diabetes is a disease of increased metabolic rate and sedentary blood sugar levels higher than normal. Type2 millitus diabetes is the 8th highest list of 1029 diseases hospitalized at Sentra Medika Cisalak Hospital in 2022 from January to October, with a prevalence of 1.9%. The outpatient prevalence in September was 1.2% increased in Octobero1.8% of patients. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at Sentra Medika Hospital Cisalak. Method: This type of study uses an analytical observational research design with a cross sectional approach to measure variables of nutritional status and blood glucose levels. The sampling technique uses total sampling with a population of 65 respondents. The instruments used are using observation sheets and using GEA ZT-120 weight scales, height gauges and 2 ACCU-CHECK Guide blood sugar measuring instruments that have been calibrated before being used for researchn . The data analysis used in this study was the chi-square test. Result: The results of the statistical test using Chi-square obtained P value = 0.04 (P0.05). Based on the P value, it can be concluded that there is a relationship between nutritional status and blood glucose levels in type 2 Diabetes Mellitus patients at Sentra Medika Cisalak Hospital. Conclusion: From the number of respondents 65 people, 37 people obtained more nutritional status consisting of 23 people (62.2%) normal sugar levels, 1 2 people (3 2.4%) moderate blood sugar levels and 2 people (5.4%) high blood sugar levels. While 28 people with Good Nutrition status consisted of 25 people (89.3%) normal blood sugar levels, 2 people (7.1%) moderate blood sugar levels and 1 person (3.6%) high blood sugar levels. Keywords : Diabetes, Nutritional Status, Blood Glucose Levels
Irma Rachmawati
· Thesis · Open Access
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui derajat kesehatan suatu negara. Angka kematian Ibu (AKI) menurut WHO adalah kematian selama kehamilan atau periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penangannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau cidera.
Muhammad Hasanudin
· Thesis · Open Access
Seperti diketahui obat merupakan campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit obat juga meruapakan hasil produk biologis obat terbagi menjadi obat bermerek dan obat paten. Adapaun obat yang dikenal dengan obat generik dimana obat yang disubsidikan dalam program pemerintah. Pengetahuan dan persepsi merupakan suatu yang pernah didapatkan dari pengalaman. Faktor pengetahuan dan persepsi bisa dilihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik didesa mekar mukti kecamatan cikarang utara dari beberapa faktor berikut dalam pemilihan obat antara lain: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan medote analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (chi-square ters) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Lalu Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 31.975 dengan sampel sebesar 100 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin dari 31.975. sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat didesa mekar mukti cikarang utara dikategorikan baik, kemudian untuk hubungan antara umur memiliki nilai 0,604, jenis kelamin memiliki nilai 0,622, tingkat Pendidikan memiliki nilai 0,250 dan pekerjaan memiliki nilai 0,226. >0.05. Kesimpulan dan Saran, kesimpulan menunjukan bahwa dari segi jenis, kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan menunjukan tidak ada hubungan dan keterkaitan dalam persepsi masyarakat dengan obat generik. Saran bisa di tambahkan uji normalitas untuk penelitian selanjutnya.
Nabila Putri
· Thesis · Open Access
Farmakoekonomi merupakan cabang ekonomi kesehatan yang berhubungan dengan mengidentifikasi, mengukur, dan membandingkan biaya dan konsekuensi dari produk dan layanan farmasi. Ini membantu membentuk hubungan ekonomi yang mengintegrasikan penelitian, produksi dan distribusi obat-obatan, penyimpanan, penetapan harga, dan penggunaan selanjutnya oleh masyarakat. Untuk menganalisis penjualan obat Antipiretik di Apotek Lenore Bekasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh penjualan obat di Apotek. Sampel pada penelitian ini yaitu penjualan antipiretik di Apotek periode November 2021 – Juni 2022. Data dianalisis dalam bentuk persentase penggunaan. Tingkat penjualan tertinggi Antipiretik di Apotek Lenore pada periode November 2021 – Juni 2022 yaitu Paracetamol. Tingkat penjualan tertinggi Antipiretik (Acetaminofen) yaitu Sanmol Tablet pada bulan Februari 2022. Tingkat penjualan tertinggi Antipiretik (Ibuprofen) yaitu Proris Forte pada bulan November 2021 dan bulan Februari 2022.
TATI PATMAWATI
· Thesis · Open Access
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. Salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling sering terjadi adalah neuropati diabetik, polineuropati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe II Dengan Kejadian Polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang 2023.
Metode: Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan desain survey analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi pada penelitian ini pasien yang sudah didiagnosa menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati yang berjumlah 65 pasien yang rutin berobat dari bulan oktober sampai dengan bulan september tahun 2022 di Poliklinik RS Sentra Medika Cikarang.
Hasil Penelitian: Dari hasil uji statistik Chi Square menunjukan bahwa nilai p= 0.011 < α 0.05 maka dapat diambil kesimpulan secara stastistik bahwa ada hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati, dengan nilai OR 7.498 (2.564 -16.426), sehingga responden dengan mempunyai diabetes melitus tipe II di atas > 5 tahun memiliki resiko 7.998 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi polineuropati.
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang dengan nilai (p value 0.011) dan OR 7.498 95% CI (2.564-16.426).
Bahan Bacaan :
Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe II, Polineuropat, Lama Menderita Diabetes Melitus
Trismayani Masnan
· Thesis · Open Access
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI DI DESA SUKARASA xvi + 62 Hal + 12 Tabel + 9 Gambar + 8 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Teknik menyusui yang benar adalah cara pemberian ASI pada bayi dengan perlekatan, posisi ibu dan bayi yang benar. Menyusui dengan teknik yang salah dapat menimbulkan masalah seperti puting susu lecet, menyebabkan ASI tidak keluar secara optimal. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, tertutup dan skala likert. Populasinya ibu Menyusui bayi usia 0-6 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan uji analisis chi square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dari 82 responden terdapat 53 responden (64,6%) memiliki pengetahuan kurang baik. Terdapat 44 responden (53,7%) memiliki usia beresiko. Terdapat 42 responden (51,2%) memiliki sikap baik. Terdapat 43 responden (52,4%) memiliki dukungan keluarga tidak mendukung. Nilai p-value menunjukan (α=0,05) yang artinya ada hubungan antara faktor pengetahuan, usia, sikap, dukungan keluarga dengan teknik menyusui yang benar. Kesimpulan : Adanya hubungan antara faktor pengaruh dengan teknik menyusui yang benar di Desa Sukarasa. Saran : Diharapkan pada penelitian ini responden dapat menambah pengetahuan tentang Teknik Menyusui yang benar. Diharapkan bagi peneliti selanjunya dapat mengembangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan Teknik Menyusui yang benar. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Sikap, Teknik Menyusui Yang Benar, Usia. Daftar Pustaka : 1 buku dan 28 jurnal (2013-2023)
ATIKA RIDA LUTHFIAH
· Thesis · Open Access
Non-compliance in carrying out treatment in DM patients is a problem that is often found in hospital. The patient is no longer in control of the health service, the patient does not take medication because his feels that his blood sugar is normal. The sufferers of DM in the city of Depok issued by the West Java Provincial Health Office in 2020 was 50631 people. Whereas according to medical record data at the Sentra Medika Cisalak Hospital, the prevalence of DM sufferers from September-October was 187 sufferers. This study aim to determine the relationship between adherence to taking medication in DM sufferers and stable blood sugar values while in the Tulip Room of Sentra Medika Cisalak Hospital. The results of this study can be used as a source of information and education for patients with DM.
The type of research is quantitative research, with a cross sectional consisted of independent variable compliance with taking medication in patients with DM and the stability of the GDS value as the dependent variable. Data obtained through distributing questionnaires. The population in the study were 187 patients who were diagnosed, and the sample in this study was 65 patients. The data has been done is processed and then analyzed in stages according to research objectives using computer software.
The results showed that the results of the chi square test (p = 0,014), it can be concluded that there is a significant relationship between the level of adherence to taking medication in patients with DM with the stability value of GDS.
Mochammad Dennis Yudha Prasetya
· Thesis · Open Access
Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.
SURYANTO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun 2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.
DODI LESTIONO
· Thesis · Open Access
Universitas Medika Suherman (UMS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
Skripsi, Maret 2023
Nama : Dodi Lestiono
NIM : 221070009
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022
X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran
ABSTRAK
PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.
Eli Krisnawati
· Thesis · Open Access
Dalam program KB, salah satu masalah yang diahadapi saat ini adalah masih rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang yaitu kontrasepsi Metode Operatif Wanita (MOW). MOW Merupakan salah satu metode kontrasepsi secara operasi yaitu dengan teknik pembedahan untuk mencegah kehamilan. Waktu yang tepat untuk melakukan kontrasepsi MOW yaitu ketika pasangan usia subur sudah tidak menginginkan anak kembali. Jumlah akseptor KB MOW di Puskesmas Sukaindah sebanyak 0.8%. Jumlah ini belum memenuhi target yang ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi Medis Operasi Wanita (MOW) pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmaas Sukaindah, Kabupaten Bekasi tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 122 PUS melakukan KB di Puskesmas Sukaindah periode bulan Januari-April 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin didapat 93 sampel dengan teknik non Probability sampling yaitu Accidental samplin. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi MOW pada PUS di Puskesmas Sukaindah, Bekasi Tahun 2022 adalah umur (p=0.001), paritas (p=0.015), pendidikan (p=0.031), pengetahuan (p=0.004), dan dukungan suami (p=0.015). Dari 5 Variabel yang di teliti (Umur, Paritas, Pendidikan, Pengetahuan, dan Dukungan suami) hasilnya semua berhubungan dengan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi Medis Operasi Wanita pada PUS di Puskesmas Sukaindah, Bekasi. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan WUS/PUS mendapatkan informasi tentang MOW dan dapat meningkatkan minat PUS terhadap penggunaan MOW kuhusnya di wilayah Puskesmas Sukaindah
Umiyanti Azizah
· Thesis · Open Access
Di Indonesia, masalah gizi pada anak masih menjadi prioritas. Satu dari masalah gizi tersebut adalah Stunting. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang mengakibatkan anak terlalu pendek. Stunting dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan otak, penurunan kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, metabolisme dalam tubuh, penurunan kemampuan kognitif, penurunan prestasi belajar, penurunan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase kejadian Stunting dan membuktikan adanya hubungan pemberian MPASI dan pengetahuan ibu dengan kejadian Stunting pada anak usia 0-24 bulan diwilayah Puskesmas Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Pengumpulan data dilakukan dari data primer melalui kuesioner yang dibagikan langsung kepada 40 responden ibu yang memiliki anak usia 0-24 bulan diwilayah Puskesmas Jatisampurna. Hasil. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 57,5% anak mengalami Stunting. Adanya hubungan yang bermakna antara pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian Stunting dengan (p=0,006) dan Adanya hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian Stunting dengan (p=0,005). Kesimpulan. Adanya hubungan pemberian makanan pendamping ASI dan pengetahuan ibu dengan kejadian Stunting pada anak usia 0-24 bulan diwilayah Puskesmas Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi Tahun 2023.
MAY SUSANTI
· Thesis · Open Access
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
MEDIKA SUHERMAN (UMS)
Bekasi, Mei 2023
May Susanti
Pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 Di RS Harapan Bunda Jakarta
VII BAB + 40 Halaman, 6 Tabel, 2 Skema, 8 lampiran
ABSTRAK
Ulkus diabetikum adalah ulkus di bawah pergelangan kaki karena berkurangnya sirkulasi kapiler atau arteri,neuropati dan kelainan bentuk kaki ( Robberstad et al.,2017) . Relaksasi genggam jari adalah cara yang mudah untuk mengelola emosi dan kecerdasan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Ganggam Jari Terhadap Tingkat Nyeri Post Debridement Ulkus Diabetes Melitus 2 di RS Harapan Bunda Jakarta.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian desain pre-eksperiment one group pre-test-posttest. Desain ini melibatkan satu kelompok yang diberi pre-test (O), diberi treatment (X) dan diberi post-test. Keberhasilan treatment ditentukan dengan membandingkan nilai pre-test dan nilai post-testdimana populasinya adalah penderita DM type 2 dengan post op debridemen dengan menggunakan sistem total sampling dimana minimal jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 orang saat pre dan post test.
Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden usia 46 tahun – 55 tahun didapatkan 22 responden (73,3%), jenis kelamin perempuan 17 responden (56,7%), pendidikan SMA 22 responden (73,3%). Hasil skala nyeri sebelum dilakukan tindakan terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 mayoritas berat 22 responden (73,3%). Diketahui skala nyeri setelah dilakukan tindakan terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 mayoritas nyeri sedang 18 responden (60%).
Kesimpulan ada pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 Di RS Harapan Bunda Jakarta P-Value 0,000 >0,05.
Peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian sejenis dengan tehnik penelitian yang berbeda disertai penambahan variabel penelitian.
I DEWA AYU MADE KRISNAWATI
· Thesis · Open Access
Penyakit diabetes mellitus akan menyertai seumur hidup penderita sehingga sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi pada organ tubuh seperti mata, jantung, pembuluh darah, dan saraf yang akan membahayakan jiwa. Kualitas hidup yang rendah dapat memperburuk komplikasi dan dapat berakhir kecacatan atau kematian. Kabupaten Minahasa Utara menduduki posisi tertinggi kelima dengan jumlah penderita 2.091 orang berdasarkan diagnosa dokter. Di ruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dalam 3 bulan terakhir yaitu bulan Juli, Agustus dan September tahun 2022 mendapati penderita diabetes melitus sejumlah 53 kasus meningkat dari jumlah kasus sebelumnya pada bulan April, Mei, dan Juni 2022 sejumlah 20 kasus. Tujuan : Menganalisis pengaruh program diabetes self-management education terhadap kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode : Jenis Penelitian ini adalah Penelitian quasy-experimental design dengan desain pretest and post test one group designs. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang terdata di ruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dengan jumlah rata-rata dalam 3 bulan yaitu 53 pasien. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sejumlah 15 responden yang didapatkan dengan Teknik purposive sampling. Analisis Hasil Menggunakan Uji T Berpasangan “Paired Samples Test” Hasil : Hasil uji T berpasangan terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 diperoleh nilai t hitung -3.632 dan p 0.003 0.05 () yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kualitas hidup sebelum dan sesudah dilakukan DSME. Kesimpulan : Ada Pengaruh Program Diabetes Self-Management Education Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Diruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara
ERIK ISMAIL AZIZ
· Thesis · Open Access
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN Skripsi, Mei 2023 Erik Ismail Aziz Nim 221070085 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pembersihan Luka Gangrene Di Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang Tahun 2022 xviii, 65 Halaman, 12 Tabel, 10 Lampiran Debridement / pembersihan luka adalah kegiatan mengangkat atau menghilangkan jaringan mati (devaskularisasi), jaringan terinfeksi dan benda asing dari dasar luka sehingga dapat ditemukan dasar luka dengan vaskularisasi baik. Prevalansi penderita gangren di Indonesia sekitar 15% angka amputasi 30%, angka mortalitas 32% (Morison, 2011). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan terhadap pembersihan luka gangrene. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional.penelitian ini bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang. Populasi yang di ambil adalah responden yang akan melakukan Tindakan operasi debridement gangrenyang berjumlah 32 orang dan pengambilan sampel di lakukan dengan cara accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulir kuesioner. Penelitian ini diperoleh dari data primer yang di peroleh melalui pengisian kuesioner. Data yang di peroleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistic uji chi square. Dari hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang siginfikan antara Pendidikan dengan pengetahuan pembersihan luka yaitu (p value =0,002), umur (p-value = 0,013), informasi (p-value = 0,002), lingkungan (p-value = 0,036) dalam pembersihan luka gangrene. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan dapat di simpulkan ada hubungan yang signifikan antara umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan dengan pengetahuan pembersihan luka gangrene. Saran yang diajukan bagi institusi pelayanankeehtan agar lebih mengaktifkan informasi atau penyuluhan terhadap masyarakat khususnya penderita diabetes melitus. Daftar Bacaan : 15 (2013-2022)
RIBKA VIKE KANSIL
· Thesis · Open Access
Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.
MUJIANTO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat defisiensi produksi insulin dan kerja insulin. Ambarwati, W.N., Organisasi Kesehatan Dunia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di ruang poli klinik penyakit dalam RS sentra medika cikarang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 101 pasien dengan jumlah sampel 83 pasien. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Sebagian besar 65 orang (78,3%) memiliki motivasi yang baik sedangkan sebagian kecil 18 orang (21,7%) yang memiliki motivasi kurang baik.Dalam pengendalian kadar gula darah pasien diabetes mellitus didapatkan hasil untuk pasien yang memiliki potensi yang baik dalam mengendalikan kadar gula darah yaitu 83,1% dan untuk pasien yang kurang baik dalam hal mengendalikan kadar gula darah yaitu 16,9%. Berdasarkan analisa data yang didapatkan hasil uji chi square menunjukan ρ-value 0,024 (0.05) yang berarti Ada hubungan motivasi dengan pengendalian kadar gula darah saling berkaitan dengan nilai OR 3.927