Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

579 item publik

Publikasi

Halaman 27 dari 29

Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Masyarakat Dalam Penggunaan Masker Sebagai Upaya Pencegahan Covid 19 di Rt 23 Rw 07 Ds Sukatani Kec Sukatani Kab Purwakarta

Ligar Munggaran
2021 · Thesis · Open Access

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2021 Ligar Munggaran HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN MASKER SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID 19 DI RT 23 RW 07 DESA SUKATANI KECAMATAN SUKATANI KABUPATEN PURWAKARTA Xiv+55 hal+ 8 tabel+ 2 bagan+ 6 lampiran ABSTRAK Pendahuluan : Coronavirus merupakan sekumpulan virus yang menginfeksi saluran pernafasan yang dapat menular melalui percikan dahak (droplet). Coronavirus dapat dicegah dengan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penyakit covid-19. Metode : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker sebagai upaya pencegahan covid-19 di RT 23 RW 07 Desa Sukatani Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, besar sampel 90 orang dengan metode purposive sampling dengan analisa data menggunakan analisis Chi-Square test dengan nilai α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan masyarakat dalm penggunaan masker sebagai upaya pencegahan covid-19 (p value = 0,003). Kesimpulan : ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan masyarakat dalam penggunaan masker sebagai upaya pencegahan covid-19 di di RT 23 RW 07 Desa Sukatani Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya menggunakan masker sebagai upaya mencegah penyakit covid-19.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL RUTIN PADA PASIEN DM DI RAWAT JALAN RSUD BAYU ASIH TAHUN 2021

Anggi Dhewanti
2021 · Thesis · Open Access

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, April 2021 Nama : ANGGI DHEWANTI NIM : 020319701 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL RUTIN PADA PASIEN DM DI RAWAT JALAN RSUD BAYU ASIH TAHUN 2021 ABSTRAK Kepatuhan kontrol rutin harus dilakukan secara rutin dan ditekankan sebagai salah satu pencegahan yang harus dilakukan oleh pasien DM dan agar kadar glukosa darah mudah dikendalikan. Kepatuhan Kontrol Rutin baiknya dilakukan pasien DM minimal 1 bulan sekali . Namun kenyataannya masih banyak ditemukan pasien DM yang tidak teratur melakukan kontrol rutin sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Maka perlu dilakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kontrol rutin. Jenis penelitian ini termasuk penelitian analitik kuantitatif, yang menjadi populasinya adalah seluruh pasien DM yang terdaftar di Poli Rawat Jalan RSUD Bayu Asih selama bulan oktober – desember 2020 yaitu sebanyak 210 pasien, dengan sampel sebanyak 68 responden. Instrumen dalam penelitian ini, Faktor-faktor Kepatuhan kontrol rutin merupakan variabel bebas (independent variabel) yaitu Usia, Jenis kelamin, Dukungan perawat, Lama menderita dan Kepatuhan kontrol rutin sebagai variabe terikat (dependent variabel). Berdasarkan dari hasil uji chi-square diperoleh hasil yaitu terdapat hubungan antara Usia dengan kepatuhan Kontrol rutin, terdapat hubungan Jenis kelamin dengan kepatuhan Kontrol rutin, dan terdapat hubungan Lama menderita dengan kepatuhan Kontrol rutin, sedangkan tidak terdapat hubungan antara Dukungan perawat dengan kepatuhan Kontrol rutin. Berdasarkan hasil penelitian dari pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara Usia, Jenis kelamin, dan Lama menderita dengan kepatuhan Kontrol rutin, sedangkan tidak terdapat hubungan antara Dukungan perawat dengan kepatuhan Kontrol rutin. Saran penulis yaitu agar RSUD bayu asih mengadakan penyuluhan untuk pasien DM mengenai pentingnya kepatuhan kontrol rutin untuk meminimalisir terjadinya komplikasi penyakit dan hidup sehat. Harapan penulis penelitian ini dapat menjadi bahan kajian dan pemikiran bagi peneliti selanjutnya, dan menganalisa faktor lain diluar penelitian ini

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Covid 19 Menggunakan Immunomodulator Herbal di ruang poliklinik uptd puskesmas dtp purwakarta tahun 2021

Cardisa
2021 · Thesis · Open Access

Virus COVID-19 menyebar dan telah memberikan dampak luas secara sosial dan ekonomi. Saat ini kejelasan peneganan mengenai penyakit ini masih terus diusahakan, termasuk dalam aspek penegakkan diagnosis, tata laksana, hingga pencegahan (Lubis, 2020). Tanggung jawab pencegahan penularan adalah tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Ada banyak cara tetap sehat dan memperkuat system kekebalan tubuh dimasa pandemi ini, antara lain menjalankan pola hidup sehat dengan olah raga teratur konsumsi makanan yang sehat dan mengkomsumsi suplemen atau minuman herbal berupa jamu atau zat immunomodulator herbal untuk menjaga kebugaran sistem imunitas tubuh. Namun, penggunaan immunomodulator herbal ini tidak terlepas dari tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan covid-19 menggunakan immunomodulator herbal di UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 94 responden dengan purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan 15 pertanyaan untuk pengetahuan dan 10 pertanyaan untuk sikap. Pengolahan sampel dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Chi Square, diperoleh hasil tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan COVID-19 Menggunakan Immunomodulator Herbal di UPTD Puskesmas DTP Purwakarta dengan nilai p value 0,594 < 0,05.

Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Diit Terhadap Pengendalian Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus di Ruang Rawat Inap RSUD Bayu Asih Purwakarta

Titik Kanti Juita
2021 · Thesis · Open Access

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, April 2021 NAMA : TITIK KANTI JUITA NIM : 020319735 HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN KEPATUHAN DIIT TERHADAP PENGENDALIAN GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RAWAT INAP RSUD BAYU ASIH KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2021 xv + 90 halaman + 18 tabel + 4 gambar+ 10 lampiran ABSTRAK Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik dengan ditandai tingginya kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Perkeni, 2019). Jumlah kunjungan pasien diabetes mellitus di rawat inap meningkat dari tahun 2019 yang tercatat 904 pasien. Hal ini dimungkinkan disebabkan oleh ketidakpatuhan menjalani diit diabetes, dari hasil studi pendahuluan didapatkan data pasien tidak mengikuti anjuran diit dari dokter dan memiliki efikasi diri yang rendah, maka dilakukan penelitian mengenai hubungan efikasi diri dan kepatuhan diit terhadap pengendalian gula darah di Bayu Asih Purwakarta. Metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif korelasional, dengan populasi pasien rawat inap dengan diagnosa diabetes tipe 2 sebanyak 66 reponden dengan teknik total sampling, dilakukan uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan dari 66 responden, efikasi diri dengan kategori tidak baik sebanyak 38 orang (57,6%) dan efikasi diri dengan kategori baik sebanyak 28 orang (42,4%). Kepatuhan diit didapatkan hasil dari 66 responden, kategori tidak patuh sebanyak 40 orang (60,0%) dan kategori patuh sebanyak 26 orang (39,4%). Hasil pengendalian gula darah menunjukkan tidak terkendali sebanyak 42 orang (63,3%), dan kategori terkendali sebanyak 24 orang (36,4%). Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank efikasi diri dengan pengendalian gula darah, yaitu nilai Sig (2-tailed) ρ = 0,000 < lebih kecil dari nilai ɑ (0,05), maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Variabel Efikasi Diri Dengan Pengendalian Gula Darah. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank pada kepatuhan diit dengan pengendalian gula darah, yaitu nilai Sig (2-tailed) ρ = 0,000 < lebih kecil dari nilai ɑ (0,05), maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Variabel Kepatuhan Diit Dengan Pengendalian Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rawat Inap RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021”.

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Melakukan Kontrol Rutin Pada Pasien Penderita DM di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih

Asni Sri Rahayu
2021 · Thesis · Open Access

Pendahuluan: Diabetes Mellitus termasuk penyakit seumur hidup yang belum memiliki obat untuk kesembuhannnya. Seseorang yang mengidap Diabetes Mellitus harus meminum obat sepanjang sisa hidupnya untuk mengontrol gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Melihat hal ini selain kedisiplinan dalam menjalankan pengobatan, dukungan keluarga juga sangat penting agar terapi berjalan maksimal. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus tiga bulan terakhir pada tahun 2020 yang berada di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sebanyak 67 responden dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode concecutive sampling. Dukungan keluarga pada penelitian ini diukur menggunakan instrumen kuesioner dukungan keluarga Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta (p= 0,035). Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR= 3,241, artinya responden dengan dukungan keluarga kurang mempunyai peluang 3,241 kali untuk tidak patuh kontrol rutin dibanding responden dukungan keluarga cukup. Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan responden dengan sampel yang lebih banyak lagi dan menggunakan alat ukur yang lebih baik

Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Kelengkapan Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus di RS X Cikarang

Ratih Kurniawati
2021 · Thesis · Open Access

Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan adalah tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Penkumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawtan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ,masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diaabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 24 (60%) responden berusia 20-30 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM P value=0.46, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM P value=1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM P value=0.03,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM P value=0.02,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM P value=0.00.Kesimpulan masa kerja 0-5 tahun, tingkat pendidikan D3 dan pengetahuan yang kurang kualitas kelengkapan pendokumentasian askep DM kurang.

Efektivitas pemberian terapi cairan hangat melalui intravena ( IV ) terhadap suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca operasi di ruang pemulihan dengan spinal anastesi di RS X Kabupaten Bekasi

Sastriana
2021 · Thesis · Open Access

INSTITUT MEDIKA DRG. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 Nama : SASTRIANA NIM : 020319686 EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI CAIRAN HANGAT MELALUI INTRAVENA (IV) TERHADAP SUHU TUBUH PADA PASIEN DENGAN SHIVERING PASCA OPERASI DENGAN SPINAL ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RS X KABUPATEN BEKASI xv + 95 Halaman+ 11 Tabel + 9 Lampiran ABSTRAK Anestesi regional/spinal ialah anestesi pada sebagian tubuh saja, yang menyebabkan keadaan bebas nyeri pada pasien tanpa menyebabkan kehilangan kesadaran. Anestesi regional memberikan efek mati rasa terhadap saraf yang menginervasi beberapa bagian tubuh, melalui injeksi anestesi pada spinal/epidural, pleksus, atau secara bier block.Salah satu efek samping pada teknik anestesi yang sering di jumpai baik anestesi umum maupun anastesi regional adalah shivering ( menggigil ).Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Efektivitas pemberian terapi cairan hangat melalui intravena ( IV ) terhadap suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca operasi dengan spinal anastesi di ruang pemulihan RS X Kabupaten Bekasi.Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian Pre-Post test (One group pre-post test design). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 44 orang pasien dengan shivering di ruang pemulihan RS X Kabupaten Bekasi pada tanggal 5 Maret 2021 sampai dengan tanggal 31 Maret 2021. Pengambilan sample (sampling) penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian yang didapat terdapat pengaruh yang signifikan pemberian cairan hangat melalui intravena (IV) efektif terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca spinal anestesi.Pengaruh ini di uji dengan uji wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000, dimana nilai p α (0,05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian cairan hangat melalui intravena terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shering pasa operasi dengan spinal anestesi. Hasil penelitian ini dapat dapat menjadi masukan untuk bidang keperawatan agar dapat menerapkan intervensi dalam pemberian cairan infus hangat melalui intravena dengan menggunakan alat fluid warmer yang sudah tersedia di Rs X Kabupaten Bekasi. Kata Kunci : Pemberian infus hangat, spinal anestesi, suhu tubuh Daftar Pustaka : 32 (2010-2019)

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Terhadap Usaha Pencegahan Coronavirus Disease Di RSUD Bayu Asih Purwakarta

Asep Engkus Kuswara
2021 · Thesis · Open Access

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, April 2021 Nama : ASEP ENGKUS KUSWARA NPM : 020319717 STUDI TENTANG HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP USAHA PENCEGAHAN CORONAVIRUS DISEASE DI RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA x (jumlah Halaman sebelum BAB I) + 85 Halaman+ 10 Tabel+ 7 Lampiran ABSTRAK Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 merupakan sebuah penyakit menular akibat Virus SARS-CoV-2. Virus ini adalah golongan baru yaang belum teridentifikasi pada manusia. setidaknya ada dua jenis Virus yang diketahui dapat menimbulkan gejala berat seperti (MERS) dan (SARS). Untuk mencegah agar kita tidak tertular virus corona Covid-19, (2020) berikut panduan lengkapnya dari WHO :Cuci tangan sesering mungkin, Terapkan social distancing, Gunakan Masker, Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, dan lakukan aturan bersin yang benar. Hubungan Pengetahuan dan sikap perawat terhadap usaha pencegahan Coronavirus Disease RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif melalui pendekatan deskriftif. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh Perawat rawat inap di RSUD Bayu Asih Purwakarta sebanyak 61 orang dengan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner. Rancangan analisis data menggunakan Uji Validitas dan reliabelitas,uji Normalitas, Analisis univariat, Analisis bivariat (Analisis proporsi atau persentase,Chi Square test, Odd Ratio (OR). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari Menurut analisis univariat 61 (62,3 %) responden memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan kurang dari setengah sebesar 23 dari 61 (37,7 %) responden memiliki pengetahuan yang kurang baik. Dengan hal tersebut menunjukan bahwa pengetahuan perawat Ruang rawat Inap dikatakan baik, yang mempunyai sikap yang baik 33 dari 61 (54,1 %) sedangkan yang kurang baik sebesar 28 dari 61(45,9%) . Dengan hal tersebut menunjukan bahwa sikap perawat dikatakan baik, yang mempunyai usaha pencegahan yang baik 38 dari 61 (62,3 %) sedangkan yang kurang baik sebesar 23 dari 61(37,7%) . Dengan hal tersebut menunjukan bahwa sikap perawat dikatakan baik. Sedangkan Menurut analisis Bivariat yang mempunyai pengetahuan kurang baik, terdapat sebanyak 13 dari 23 (56,5 %) menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik, dan sebanyak 10 dari 23 (43,5 %) responden menimbulkan usaha yang baik sedangkan perawat yang mempunyai pengetahuan baik,sebanyak 10 dari 38 (26,3%), menimbulkan usaha yang kurang baik dan terdapat sebanyak 28 dari 38 (73,7 %) responden menimbulkan usaha pencegahan yang baik, yang mempunyai Sikap kurang baik, terdapat sebanyak 6 dari 28 (21,4 %) menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik, dan sebanyak 22 dari 28 (78,6 %) responden menimbulkan usaha yang baik sedangkan perawat yang mempunyai Sikap baik,sebanyak 17 dari 33 (51,5%), menimbulkan usaha yang kurang baik dan terdapat sebanyak 16 dari 33(48,5 %) responden menimbulkan usaha pencegahan yang baik.. Dari dua variabel yaitu pengetahuan dan sikap perawat memiliki hubungan yang sangat signifikan terhadap usaha pencegahan Coronavirus Disease. Kesimpulannya adalah pengetahun yang baik akan mempengaruhi usaha pencegahan yang baik pula dengan yang kurang baik akan menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik pula. Sedangkan sikap yang baik maka akan menimbulkan usaha yang baik dan sikap yang kurang baik akan menimbulkan usaha pencegahan yang kurang baik pula.

Hubungan pengalaman melakukan senam kaki Diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien Diabetes Mellitua Di Puskesmas Koncara Kabupaten Purwakarta Tahun 2021

Yulianti
2021 · Thesis · Open Access

_INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, April 2021 Nama : YULIANTI NIM : 020319738 HUBUNGAN PENGALAMAN MELAKUKAN SENAM KAKI DIABETES DENGAN GEJALA NEUROPATI PERIFER SENSORI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KONCARA KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2021 xvi + 75 Halaman + 5 Tabel + 12 Lampiran. ABSTRAK Neuropati merupakan suatu keadaan yang berkesinambungan dengan gangguan fungsi dan struktur saraf tepi yang menyebabkan kehilangan integritas kulit. Tujuan penelitian adalah menganalisa untuk mengetahui hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Koncara Kabupaten Purwakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien DM di Puskesmas Koncara dengan jumlah populasi sebanyak 38 pasien. Teknik sampel menggunakan Total sampling dengan jumlah 38 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kepada pasien meliputi variabel pengalaman senam dan variabel gejala neuropati perifer sensori. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian gambaran variabel pengalaman senam sebagian besar responden kurang pengalaman dalam melakukan senam kaki diabetik. Gambaran variabel gejala neuropati sebagian besar responden mengalami neuropati berat. Hasil analisa menggunakan uji Chi-Square bahwa nilai p value = 0,002 (p < 0,05), maka disimpulkan terdapat hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Koncara Kabupaten Purwakarta, dengan kekutan nilai RR = 0,544. Disarankan manajemen pelayanan kesehatan menetapkan ketentuan, prosedur dan standar dalam penatalaksanaan pasien diabetes melitus serta penerapan pelaksanaan senam kaki diabetik yang terjadwal secara periodik dan perawat mempunyai kemauan untuk teliti mengkaji dan membantu penyelesaian masalah yang terjadi pada pasien diabetes melitus. Bahan bacaan : 31 (2009-2020) Kata Kunci : Pengalaman Senam, Gejala Neuropati.