Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

579 item publik

Publikasi

Halaman 17 dari 29

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER lll DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI

SITI ZAHRA
2025 · Thesis · Open Access

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Tugas Akhir, 14 Febuari 2025 Nama: Siti Zahra (121070015) Nama: Eti Adindah Puspita Andayani (121070021) ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI. XIX+72 Halaman+16 Lampiran+18 Tabel+3 Gambar+12 Singkatan ABSTRAK Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), edema, serta proteinuria. Di temukan kasus preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahunya beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya preeklamsia antara lain usia ibu, paritas, obesitas, riwayat preeklamsia, pola konsumsi junk food, serta adanya riwayat diabetes mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di RS Cikarang Medika, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p 0,05). Sebaliknya, faktor paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklamsia (p > 0,05). dapat simpulkan bahwa Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS GISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA LANSIA DI PUSKESMAS TAMBELANG

IKA FAUZIYAH
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Obesitas pada pra lansia dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan total sampling, melibatkan 72 responden. Status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola makan diukur menggunakan kuesioner tentang jenis, frekuensi, dan jumlah makan, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan obesitas (p-value 0,002) dan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,011). Kesimpulan : Hasil menujukan adanya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Saran : Pra lansia di Desa Sukawijaya disarankan untuk menerapkan pola makan sehat dengan makanan bergizi seimbang dan tinggi serat, serta meningkatkan aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam untuk menjaga keseimbangan energi dan mencegah obesitas.

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG

LITA JUWITA
2025 · Thesis · Open Access

Penyakit yang banyak diderita oleh orang di dunia mulai dari usia muda bahkan sampai usia lanjut yaitu gagal ginjal kronik yang secara signifikan mempengaruhi kemampuan diri dan kualitas hidup karena harus menjalani terapi diantaranya hemodialisa. Depresi merupakan reaksi emosional utama yang mencegah pasien hemodialisa dari mengatasi penyakit dan pengobatan secara efektif. Self care management pada pasien hemodialisa terdapat beberapa indikator yang terdiri dari pengetahuan tentang diit, kepatuhan menjalani hemodialisa, pengetahuan mengenai hemodialisa dan kepatuhan diet selama hemodialisa untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan metode analisis korelasional. Populasi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong dan besar sampel sebanyak 73 pasien dengan teknik non probability sampling dan cara pendekatan yang digunakan yaitu purposive sampling. Variabel independen kualitas hidup dan variabel dependen tingkat depresi, Self Care Management. Instrumen pengumpulan data dengan melakukan wawancara kuesioner kepada pasien yang menjalani hemodialisa dan data dianalisis menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000 dengan nilai korelasi -0,972, selfcare management p value = 0,000 dengan nilai korelasi 0,958 maka menunjukkan ada hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Dapat disimpulkan bahwa tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan negatif sehingga semakin tinggi tingkat depresi maka semakin buruk kualitas hidup pasien dan selfcare management dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan positif sehingga semakin baik selfcare management maka semakin baik kualitas hidup pasien.

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI SUKA ASIH 02 DI WILAYAH CEGER KABUPATEN BEKASI

RESHMA KHAIRUNISA
2025 · Thesis · Open Access

Kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk melalui makanan dan energi yang dikeluarkan, yang akhirnya menyebabkan penumpukan energi dalam bentuk lemak. Kondisi ini dapat berujung pada obesitas atau peningkatan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara IMT dan aktivitas fisik pada siswa di Sekolah Dasar Negeri Suka Asih 02, Ceger, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner aktivitas fisik (PAQ-C), dan dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden masuk dalam kategori underweight, sementara 82,5% memiliki tingkat aktivitas fisik yang baik. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan IMT dan memiliki hubungan korelasi rho yang cukup dengan nilai -0,496. Kesimpulan penelitian ini bahwa sebagian besar anak di SDN Suka Asih 02 tergolong underweight, meskipun aktivitas fisik mereka baik. Oleh karena itu, disarankan orang tua untuk memperhatikan pola makan dan mendorong aktivitas fisik anak, pendidik untuk mengedukasi siswa tentang kesehatan dan peneliti melakukan studi lebih lanjut dengan variabel dan responden yang lebih bervariasi.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLATFORM TIK TOK SEBAGAI EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 8 CIBITUNG KABUPATEN BEKASI

ANNISA KHOTIMAH AZZAHRA
2025 · Thesis · Open Access

Anemia adalah kondisi saat sel darah merah dan hemoglobin kurang dari normal, yang sering terjadi pada remaja putri, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap yang mendukung pencegahannya. Edukasi yang efektif melalui platform populer seperti Tik Tok dipilih sebagai pendekatan menarik untuk meningkatkan kesadaran pencegahan anemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media platform Tik Tok terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode penelitian ini quasi-experiment, sertak populasi adalah siswi SMPN 8 Cibitung berjumlah 130 dengan sampel 60 siswi kelas 8 yang dibagi masing-masing untuk setiap kelompok 30 orang. Variabel independen adalah media edukasi Tik Tok (audio-visual & visual), sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia. Pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia (ρ-value 0,000 0,05). Independent Sample T-test menunjukkan perbedaan signifikan (ρ-value 0,000 0,05) antara kelompok yang diberikan edukasi video dan poster. Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media platform Tik Tok sebagai edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi remaja putri di SMPN 8 Cibitung dan dijadikan acuan untuk menangani penanggulangan dan pencegahan anemia.

Hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong

MIRAWATI LESTIANA
2025 · Thesis · Open Access

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Tugas Akhir, Januari 2025 HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG ABSTRAK Penyakit yang banyak diderita oleh orang di dunia mulai dari usia muda bahkan sampai usia lanjut yaitu gagal ginjal kronik yang secara signifikan mempengaruhi kemampuan diri dan kualitas hidup karena harus menjalani terapi diantaranya hemodialisa. Depresi merupakan reaksi emosional utama yang mencegah pasien hemodialisa dari mengatasi penyakit dan pengobatan secara efektif. Self care management pada pasien hemodialisa terdapat beberapa indikator yang terdiri dari pengetahuan tentang diit, kepatuhan menjalani hemodialisa, pengetahuan mengenai hemodialisa dan kepatuhan diet selama hemodialisa untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan metode analisis korelasional. Populasi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong dan besar sampel sebanyak 73 pasien dengan teknik non probability sampling dan cara pendekatan yang digunakan yaitu purposive sampling. Variabel independen kualitas hidup dan variabel dependen tingkat depresi, Self Care Management. Instrumen pengumpulan data dengan melakukan wawancara kuesioner kepada pasien yang menjalani hemodialisa dan data dianalisis menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000 dengan nilai korelasi -0,972, selfcare management p value = 0,000 dengan nilai korelasi 0,958 maka menunjukkan ada hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Dapat disimpulkan bahwa tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan negatif sehingga semakin tinggi tingkat depresi maka semakin buruk kualitas hidup pasien dan selfcare management dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan positif sehingga semakin baik selfcare management maka semakin baik kualitas hidup pasien.

HUBUNGAN POLA ASUH DAN POLA KOMUNIKASI VERBAL ORANG TUA DENGAN RISIKO KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-6 TAHUN DI RA BUSTANUL AULAD BEKASI

FADHILAH CHIKA ANGGRAENI
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang keterlambatan bicara pada anak sering terkait dengan pola asuh orang tua, sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 39 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.

HUBUNGAN POLAASUH DAN POLA KOMUNIKASI VERBAL ORANG TUA DENGAN RISIKO KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-6 TAHUN DI RA BUSTANUL AULAD BEKASI

RENY HAMIMAH
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang keterlambatan bicara pada anak sering terkait dengan pola asuh orang tua, sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 39 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI PADA PASIEN ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

M. IQBAL ARRASYID
2025 · Thesis · Open Access

Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS WALUYA CIKARANG UTARA

DIANA NUR AZIZAH
2025 · Thesis · Open Access

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang memengaruhi kualitas hidup penderita, di mana dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat berperan penting untuk peningkatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita DMT2 di Puskesmas Waluya Cikarang Utara menggunakan metode cross-sectional dengan 49 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner HDFSS (dukungan keluarga), MARS-5 (kepatuhan minum obat), dan DQOL (kualitas hidup), lalu dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (p 0,000 dan p 0,004), di mana pasien dengan dukungan rendah berisiko 2,6 kali lebih besar mengalami kualitas hidup rendah (PR 2.602, CI 1.062-6.373), sedangkan pasien dengan tingkat kepatuhan rendah mempunyai peluang 3,7 kali lebih tinggi (PR 3,733, CI 0,683-20,419). Dukungan keluarga yang lebih tinggi hingga kepatuhan dalam mengonsumsi obat ikut serta dalam peningkatan kualitas hidup penderita DMT2. Dengan ini, hasil penelitian bisa menjadi referensi bagi tenaga kesehatan untuk merancang intervensi berbasis keluarga guna meningkatkan kualitas hidup pasien DMT2 melalui peningkatan dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap pengobatan.

Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua dengan Tingkat Stres Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir Di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

JUARSIH
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Stres ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk dukungan sosial orang tua. Dukungan sosial orang tua berperan penting dalam mengurangi stres akademik mahasiswa. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa dengan p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan negatif, artinya semakin tinggi dukungan sosial orang tua, semakin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di TPMB Siti Halimah Tahun 2024

SITI HALIMAH
2024 · Thesis · Open Access

Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2022 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 80% yaitu 71,2%. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif yaitu usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi 0-6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yaitu usiar p value = 0,000 Nilai OR= 53,182, pekerjaan p value = 0,000 Nilai OR=23,4, pendidikan p value = 0,000 Nilai OR= 32,5, paritas p value = 0,003 Nilai OR= 16,162, sumber informasi p value = 0,000 Nilai OR= 91, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 27,444. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Saran : diharapkan faktor-faktor baik eksternal maupun internal tidak menjadi penghambat dalam pemberian ASI eksklusif sehingga cakupan ASI eksklusif bisa tercapai sesuai target yang diharapkan.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI TPMB SITI HALIMAH BEKASI TAHUN 2024

SITI AISYAH
2024 · Thesis · Open Access

Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2022 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 80% yaitu 71,2%. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif yaitu usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi 0-6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yaitu usiar p value = 0,000 Nilai OR= 53,182, pekerjaan p value = 0,000 Nilai OR=23,4, pendidikan p value = 0,000 Nilai OR= 32,5, paritas p value = 0,003 Nilai OR= 16,162, sumber informasi p value = 0,000 Nilai OR= 91, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 27,444. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Saran : diharapkan faktor-faktor baik eksternal maupun internal tidak menjadi penghambat dalam pemberian ASI eksklusif sehingga cakupan ASI eksklusif bisa tercapai sesuai target yang diharapkan.

Pengaruh Core Stability Exercise terhadap Fungsi Trunk dan Aktivitas Fungsional pada Lansia Pasca Stroke

RETNO HANDAYANINGSIH
2024 · Thesis · Open Access

Latar belakang: Stroke merupakan gangguan pendarahan di otak yang menyebabkan kematian jaringan otak dan mengakibatkann kelumpuhan bahkan kematian penderitanya. Stroke pada lansia menduduki peringkat kedua penyebab kematian dan kecacatan terbesar dihampir seluruh negara di dunia dan menjadi masalah kesehatan global. Penurunan fungsi trunk paling banyak dialami oleh pasien pasca stroke, hal ini tentunya sangat mempengaruhi kemampuan fungsional yang menyebabkan pasien stroke akan mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan-gerakan fungsional yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu penurunan fungsi trunk juga menyebabkan buruknya postur yang akan berdampak pada gangguan fungsional dan ketergantungan. Tujuan: Mengetahui pengaruh Core Stability Exercise terhadap fungsi trunk dan aktifitas fungsional pada lansia pasca stroke. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan one group pretest dan posttest. Penelitian ini menggunakan satu kelompok pasien, yang dinilai kemampuannya sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kelompok yang diteliti adalah pasien hemiparese post stroke yang diberikan core stability exercise dengan jenis latihan Abdominal Draw in Manuever (ADIM). Jumlah sampel sebanyak 14 pasien pasca stroke. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk karena jumlah sample kurang dari 50. Hasil: Hasil uji paired T-test didapatkan hasil untuk Trunk Impairmnet Scale menunjukan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,0001. Untuk Index Barthel juga terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,0011. Kesimpulan: Core Stability Exercise dapat meningkatkan fungsi trunk dan aktifitas fungsional

Pengaruh kombinasi pemberian core strengthening dan pelvic PNF terhadap keseimbangan berdiri dan berjalan pada lansia pasca stroke.

BAMBANG PURNOMO SIDIK
2024 · Thesis · Open Access

Cerebrovascular accident atau biasa kita kenal dengan istilah stroke merupakan penyebab utama kedua dalam kematian dan penyebab utama ketiga kecacatan di dunia. Stroke merupakan kematian mendadak beberapa sel otak yang dikarenakan adanya kekurangan oksigen ketika aliran darah ke otak hilang karena penyumbatan atau pecah dari arteri ke otak (Johnson, Onuma, Owolabi, & Sachdev, 2016). Akibat stroke ditentukan oleh bagian mana otak yang terjadinya cedera, baik yang mempengaruhi otak bagian kanan atau kiri, dan hal ini akan mempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi setelah terserang stroke yaitu kelumpuhan sebagian belah tubuh (hemiplegi) ataupun hemiparesis dimana sebelah bagian tubuh yang terkena dirasakan tidak bertenaga. Pasien stroke juga akan mengalami berbagai gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan pada pasien stroke berhubungan dengan ketidak mampuan gerak otot yang menurun sehingga keseimbangan tubuh menurun. (Nisa et all,2019) Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka hal inilah yang menjadi landasan bagi peneliti untuk melakukan penelitian tentang pengaruh penambahan Core Strengthening dan pelvic PNF terhadap keseimbangan berdiri dan berjalan pada lansia pasca stroke. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan three group pre test dan post test. Penelitian ini menggunakan tiga kelompok pasien, dimana masing-masing kelompok pasien akan dinilai efektifitas pemberian latihan. Kelompok yang diteliti adalah pasien sampel yaitu pada lansia post stroke dengan gangguan dengan gangguan keseimbangan statis dan dinamis Total sampel yang diperoleh berdasarkan kriteria inklusi adalah 30 orang, dimana terdapat 30 sampel lansia post stroke. Setiap sampel diberikan perlakuan berupa pemberian latihan Core Strengthening, Pelvic PNF, Pelvic PNF dan Core Strengthening. Uji normalitas data dengan menggunakan Shapiro wilk test dengan p ˃ 0,05.Berdasarkan table uji normalitas data penelitian diatas menunjukan bahwa distribusi data dalam penelitian ini adalah berdistribusi normal dengan p ˃ 0,05 Berdasarkan hasil unpaired T-test pada masing-masing mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Untuk core strengthening pada kelompok perlakuan menunjukan bahwa terdapat perubahan dengan p Value = 0,0435, Pelvic PNF pada kelompok perlakuan menunjukan bahwa terdapat perubahan dengan p Value = 0,0297, Core Strengthening dan Pelvic PNF pada kelompok perlakuan menunjukan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,0012.

Perbedaan Pengaruh Pemberian Wobble Board Exercise dengan Towel Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Ankle Pada Siswa Sekolah Sepak Bola

MAULIDA INDRIANI
2024 · Thesis · Open Access

Pendahuluan: Olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, tetapi juga memberikan perubahan perilaku dan tingkah laku individu dalam proses pendewasaan. Sepak bola, sebagai olahraga yang disukai secara luas, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia dan dimainkan di berbagai tempat. Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi bakat siswa serta membentuk sikap, kepribadian, dan perilaku yang baik. Ankle, sebagai struktur sendi kompleks, membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga stabilitas tubuh, terutama dalam konteks olahraga sepak bola. Fisioterapi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pemain sepak bola melalui berbagai intervensi, termasuk terapi latihan seperti wobble board exercise dan towel exercise, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada sendi ankle. Metode: Penelitian ini menggunakan two groups pre – test and post – test design dengan melibatkan subjek sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 dengan tiap kelompok berjumlah 15 orang. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah foot and ankle ability measure (FAAM). Hasil: Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan Wobble Board Exercise dan Towel Exercise selama 4 minggu didapatkan hasil signifikan dengan nilai p adalah 0,00 dimana p 0,05 yang berarti adanya perbedaan pengaruh yang di signifikan. Selain itu jika dibandingkan antara nilai foot and ankle ability measure (FAAM) akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada Kelompok I dibandingkan kelompok II. Simpulan: Pemberian Wobble Board Exercise dan Towel Exercise menunjukkan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada siswa sekolah sepak bola di Bogor Soccer School.

EFEKTIFITAS LATIHAN RANGE OF MOTION DENGAN PENAMBAHAN BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI MENGGENGGAM PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT IZZA KARAWANG TAHUN 2024

EVA YULIA DINI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRACT Stroke is a condition that occurs when the blood supply to the brain is disrupted due to blockage or rupture of cerebral blood vessels with symptoms such as hemiparesis, slurred speech, difficulty walking, loss of balance and decreased muscle strength. One of the roles of physiotherapy in stroke cases can be treated with exercise therapy, with the intervention method of range of motion exercises with the addition of rubber balls. In order to help improve functional grasping abilities. To determine the effectiveness of range of motion training with the addition of rubber ball training on functional grasping abilities. This research design uses a quasi-experiment with a two group pre-post test. With a sample of 20 people selected by purposive sampling who were divided into two, namely treatment group 1 and treatment group 2. The research was carried out for 4 weeks consisting of one pre-test, with meetings 2 times a week with a duration of 20-30 minutes and one post test times. The instrument used was the Sollerman hand functional test. The normality test using the Shapiro Wilk test produced a significance value of p>0.05. From the results of the paired test, the two groups obtained a significant value with a value of p=0.000 (p0.05). The difference in the percentage of pre test and post test in treatment group 1 was 22.6 and in treatment group 2 was 14.9. Range of motion training intervention with the addition of a rubber ball and range of motion training can influence functional grasping abilities. With more effective results in range of motion training interventions with the addition of rubber balls in improving the functional grasping ability of patients with stroke

Pemberian Hidroterapi terhadap Perbaikan Mobilitas Berjalan dan Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah pada Pasien Pasca Stroke

MOHAMAD AYATULLOH FAHMI
2024 · Thesis · Open Access

Pendahuluan : Penyakit stroke masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan, bukan hanya di Indonesia namun di dunia. Stroke juga merupakan penyebabkan kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga di dunia. Fisioterapi sangat berperan dalam penanganan pasien pasca stroke sesuai yang di sampaikan . Salah satu intervensi Fisioterapi adalah hidroterapi. Hidroterapi terapi di dalam kolam renang merupakan tindakan rehabilitasi yang digunakan untuk mengoptimalkan kemandirian fungsional seseorang dengan gangguan neurologi. Tujuan : Untuk mengetahui pemberian hidroterapi terhadap perbaikan pola jalan dan peningkatan kekuatan otot pada pasien pasca stroke. Sampel : : Terdiri dari 16 orang pasien Fisioterapi di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Kota Bandung dipilih berdasarkan purpose sampling dengan menggunakan tabel assessmen yang tersedia dan kriteria yang sudah ditetapkan. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental untuk mengetahui suatu intervensi yang dilakukan terhadap suatu objek penelitian. Setelah semua data terkumpul, maka dilakukan analisis data penelitian. Proses ini menggunakan sistem komputerisasi program Graphpad Prism 8, dengan tingkat signifikan p0,05. Langkah awal pengolahan data yang dilakukan yaitu melakukan uji normalitas data. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk karena jumlah sample kurang dari 50. Selanjutnya dilakukan uji unpaired T-test tidak berpasangan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang bermakna. Hasil : Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk Test perlakuan TUGT sebelum nilai p value 0,59 dan sesuadah v value 0,89 artinya signifikan untuk kelompok perlakuan tersebut. Sedangkan uji normalitas Saphiro Wilk Test perlakuan MMT nilai sebelum p value 0,05 dan sesudah nilai p value 0,05. Yang artinya nilai signifikan p>0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Kesimpulan : Ada perbaikan mobilitas berjalan dan peningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah setelah pemberian hidroterapi dengan pengukuran Timed Up & Go Test (TUGT) dan Manual Muscle Test (MMT) sebelum dan sesudah dengan nilai p 0,05.