Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

579 item publik

Publikasi

Halaman 16 dari 29

Pengaruh Pendidikan Kesehatan menggunakan Kombinasi Metode Ceramah dan Media Index Card Match terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswi tentang Anemia di SMPN 1 Cikarang Utara

DIANA ISWARA INDRA PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

Anemia menjadi perhatian serius karena prevalensinya yang tinggi mencapai 29,9% pada remaja putri di dunia. Meskipun pemerintah telah berupaya menurunkannya, konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri hanya 16,7% pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan melalui kombinasi ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan dan sikap siswi di SMPN 1 Cikarang Utara. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dan pendekatan two group pretest-posttest design with control group. Populasi penelitian adalah siswi usia 13-14 tahun di kelas VIII SMPN 1 Cikarang Utara. Sampel sebanyak 136 responden ditentukan dengan rumus Isaac & Michael, terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Hasil nilai rerata pengetahuan kelompok eksperimen 9,49 dan post-test 13,94 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 9,09 dan post-test 9,12. Rerata nilai sikap kelompok eksperimen untuk pre-test 49,38 dan post-test 54,40 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 46,24 dan post-test 46,28. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui penggunaan ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (00.05) dan memberikan pengaruh bagi sikap siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (P0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan uji Mann Whitney dengan p-value=0.000 (P0.05). Melalui penelitian ini, para siswi dapat lebih mudah memahami informasi terkait anemia, sehingga diharapkan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Pengaruh Edukasi Kesehatan melalui Media Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang tua tentang Faktor Resiko Stunting pada batita di wilayah Kecamatan Kedung Waringin

DHEA NATASHA PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka.

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DI PUSKESMAS TAMBELANG

NAURA ASSYIFA HAYAT
2025 · Thesis · Open Access

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Data Riskesdas menyatakan sebanyak 5,6% mengalami KPD pada tahun 2018. Pentingnya menurunkan angka kejadian KPD ini perlu adanya edukasi melalui pendidikan kesehatan tentang pencegahan KPD pada ibu hamil melalui audio visual, audio visual ini bisa melalui indra pendengaran maupun indra penglihatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pendidikan kesehatan metode audio visual tentang pencegahan KPD terhadap pengetahuan Ibu Hamil yang ada di Puskesmas Tambelang. Metode penelitian yang digunakan ialah pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah 135 responden pada ibu hamil, sampel yang digunakan sebanyak 57 responden pada ibu hamil, menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian pre test menunjukan bahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 57,9%, pengetahuan cukup 19,3%, dan pengetahuan kurang 22,8%, Sedangkan hasil post test ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 93%, pengetahuan cukup 7%, dan pengetahuan kurang 0%, dengan nilai P value 0,000 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis diterima yang artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan metode audio visual terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan KPD. Saran untuk pelayanan kesehatan diharapkan berkembangnya tingkat pelayanan dibidang keperawatan maternitas khususnya dalam mencegah terjadinya KPD pada ibu hamil secara dini.

Hubungan karakteristik dan mekanisme koping pasien gagal ginjal kronis dengan tingkat depresi

YUNI NURSAGAWATI
2025 · Thesis · Open Access

Latar Belakang: Pasien dengan CKD sering menghadapi tantangan psikologis, termasuk depresi, yang dipengaruhi oleh karakteristik individu dan mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 68 pasien CKD di RS Harapan Bunda. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas pasien berada pada usia 41-60 tahun (50,0%), wanita (59%), pendidikan menengah (56%), dan telah menderita CKD selama 1-5 tahun (48%). Sebagian besar pasien memiliki mekanisme koping cukup (43%) dan mengalami depresi berat (54,4%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara karakteristik usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), tingkat pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan signifikan dalam menentukan tingkat depresi. Intervensi berbasis edukasi dan konseling diperlukan untuk mengurangi beban psikologis pasien CKD. Kata Kunci: Karakteristik, Mekanisme Koping, Depresi, CKD

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DI PUSKESMAS TAMBELANG

AUDI FATIHAH
2025 · Thesis · Open Access

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Data Riskesdas menyatakan sebanyak 5,6% mengalami KPD pada tahun 2018. Pentingnya menurunkan angka kejadian KPD ini perlu adanya edukasi melalui pendidikan kesehatan tentang pencegahan KPD pada ibu hamil melalui audio visual, audio visual ini bisa melalui indra pendengaran maupun indra penglihatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pendidikan kesehatan metode audio visual tentang pencegahan KPD terhadap pengetahuan Ibu Hamil yang ada di Puskesmas Tambelang. Metode penelitian yang digunakan ialah pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah 135 responden pada ibu hamil, sampel yang digunakan sebanyak 57 responden pada ibu hamil, menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian pre test menunjukan bahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 57,9%, pengetahuan cukup 19,3%, dan pengetahuan kurang 22,8%, Sedangkan hasil post test ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 93%, pengetahuan cukup 7%, dan pengetahuan kurang 0%, dengan nilai P value 0,000 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis diterima yang artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan metode audio visual terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan KPD. Saran untuk pelayanan kesehatan diharapkan berkembangnya tingkat pelayanan dibidang keperawatan maternitas khususnya dalam mencegah terjadinya KPD pada ibu hamil secara dini.

Hubungan karakteristik dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) di RS.HARAPAN BUNDA. JAKARTA TIMUR.

DELIMA MANURUNG
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Latar Belakang: Pasien dengan CKD sering menghadapi tantangan psikologis, termasuk depresi, yang dipengaruhi oleh karakteristik individu dan mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 68 pasien CKD di RS Harapan Bunda. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas pasien berada pada usia 41-60 tahun (50,0%), wanita (59%), pendidikan menengah (56%), dan telah menderita CKD selama 1-5 tahun (48%). Sebagian besar pasien memiliki mekanisme koping cukup (43%) dan mengalami depresi berat (54,4%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara karakteristik usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), tingkat pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan signifikan dalam menentukan tingkat depresi. Intervensi berbasis edukasi dan konseling diperlukan untuk mengurangi beban psikologis pasien CKD. Kata Kunci: Karakteristik, Mekanisme Koping, Depresi, CKD

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA DI RW 02 DESA PANTAI SEDERHANA KABUPATEN BEKASI

ELLANG BUDIARTO
2025 · Thesis · Open Access

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM KEPATUHAN PERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2024

FANY KOESMAWATY
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang : Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik dengan ditandai peningkatan kadar glukosa dalam darah, yang dikenal sebagai hiperglikemia yang dikarenakan gangguan dalam sekresi insulin dan ketidakcukupan fungsi insulin itu sendiri dan dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan, serta berdampak signifikan pada kualitas hidup penderita. Tujuan : Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik responden dan memberikan gambaran demografi mengenai hubungan antara dukungan keluarga dalam kepatuhan perawatan pada pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif cross-sectional dan menekankan pada waktu yang dihabiskan untuk mengukur atau mengamati data variabel dependen dan independen satu per satu terhadap 62 sample dari 160 populasi dibulan Oktober sampai November di RS Sentra Medika Cibinong. Berdasarkan Uji Normalitas data Kolmogrov-Smirnov dan penelitian diperoleh asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,576 atau > 0,05 artinya data terdistribusi dengan normal dan berdasarkan analisis statistik uji chi-square menunjukkan bahwa P-Value = 0,005 (P

“Pengaruh Penggunaan Media Platform Tik Tok Sebagai Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 8 Cibitung”.

DEA ANGGRAENI SAPITRI
2025 · Thesis · Open Access

Anemia adalah kondisi saat sel darah merah dan hemoglobin kurang dari normal, yang sering terjadi pada remaja putri, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap yang mendukung pencegahannya. Edukasi yang efektif melalui platform populer seperti Tik Tok dipilih sebagai pendekatan menarik untuk meningkatkan kesadaran pencegahan anemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media platform Tik Tok terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode penelitian ini quasi-experiment, sertak populasi adalah siswi SMPN 8 Cibitung berjumlah 130 dengan sampel 60 siswi kelas 8 yang dibagi masing-masing untuk setiap kelompok 30 orang. Variabel independen adalah media edukasi Tik Tok (audio-visual & visual), sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia. Pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia (ρ-value 0,000 0,05). Independent Sample T-test menunjukkan perbedaan signifikan (ρ-value 0,000 0,05) antara kelompok yang diberikan edukasi video dan poster. Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media platform Tik Tok sebagai edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi remaja putri di SMPN 8 Cibitung dan dijadikan acuan untuk menangani penanggulangan dan pencegahan anemia.

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS GISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA LANSIA DI PUSKESMAS TAMBELANG

SITI ARIFAH
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Obesitas pada pra lansia dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan total sampling, melibatkan 72 responden. Status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola makan diukur menggunakan kuesioner tentang jenis, frekuensi, dan jumlah makan, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan obesitas (p-value 0,002) dan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,011). Kesimpulan : Hasil menujukan adanya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Saran : Pra lansia di Desa Sukawijaya disarankan untuk menerapkan pola makan sehat dengan makanan bergizi seimbang dan tinggi serat, serta meningkatkan aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam untuk menjaga keseimbangan energi dan mencegah obesitas.

Analisis factor-factor yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara di rs sentra medika cibinong kabupaten bogor

WULANSARI HANDAYANI
2025 · Thesis · Open Access

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara,dengan angka kanker payudara di indonesia,khusu nya di rumah sakit Sentra Medik Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 juta dari bulan januari sampai oktober 2024.tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis factor-factor yang brhubungan dengan kejadian kanker payudara di rs sentra medika cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif,desain nya korelasional dengan pendekatan cross -sectional.populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel non-probality purposive sampling dan rektrospektif.hasil analisis uji korelasi spearmen s rho,menunjukan nilai P value pada facktor riwayat menyusui(p-value=0,000,spearmen's rho=0,698),kontrasepsi hormonal(p-value=0,000,spearmen 's rho;0,613),riwayat keluarga(p;value;0,000,spearmen's rho=0,715)obesitas(p-value=0,000,spearmen' s rho =0,438),usia(p-value=0,000,spearmen's rho=0,883),lingkungan radiasi(p-value=0,000,sparmen's rho=0,609),menarche(p-valuue=0,000,spearmen'srho=0,776),sehingga dpat di simpulkan bahwa seluruh variabel yang di teliti tersebut terdapat hubungan signifikan dengan kejadian kanker payudaradi RSSM Cibinong

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER lll DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI

ETI ADINDAH PUSPITA ANDAYANI
2025 · Thesis · Open Access

Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. (hipertensi), edema, serta proteinuria. Di temukan kasus preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahunya beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya preeklamsia antara lain usia ibu, paritas, obesitas, riwayat preeklamsia, pola konsumsi junk food, serta adanya riwayat diabetes mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di RS Cikarang Medika, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p 0,05). Sebaliknya, faktor paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklamsia (p > 0,05). dapat simpulkan bahwa Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.

PENGARUH STEVIA (STEVIOL GLYCOSIDES) TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KLINIK XXX TAHUN 2024

TRY PRATAMA NUGRAHA
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin dalam tubuh. Berdasarkan WHO, prevalensi global diabetes pada 2021 mencapai 10,5% dan diperkirakan naik menjadi 12,2% pada tahun 2045. IDF 2021 mencatat angka 10,8% atau sekitar 19,5 juta kasus. Di Jawa Barat, Riskesdas 2018 mencatat kenaikan dari 1,3% (2013) menjadi 1,8% (2018). Di Kota Bekasi, jumlah penderita pada 2019 mencapai 42.517 jiwa, sementara di Kabupaten Bekasi, prevalensi diabetes tipe II pada 2022 tercatat sebesar 8,04% per 100 penduduk, untuk diklinik sebesar 2,04% (2024) dari jumlah kunjungan setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak cairan Stevia (Steviol Glycosides) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan two group pre-post design. Populasi merupakan DMT2 dengan jumlah Sampel terdiri dari 76 pasien, Teknik yang digunakan adalah total sampling untuk menentukan sampel 2 kelompok yaitu 38 responden kelompok intervensi yang diberikan ekstrak Stevia dan 38 responden kelompok kontrol tanpa perlakuan. Analisis data menggunakan uji t berdasarkan hasil dari uji normalitas yang berdistribusi normal. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa Hasil uji t-test sebelum intervensi, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,000), dengan kadar gula darah kelompok intervensi lebih tinggi. Setelah intervensi, konsumsi ekstrak Stevia terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,023). Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak Stevia efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Saran: Konsumsi ekstrak Stevia berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer untuk DM tipe 2 dalam pelayanan masyarakat. .

PENGARUH STEVIA (STEVIOL GLYCOSIDES) TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KLINIK XXX TAHUN 2025

EKO HERMANTO
2025 · Thesis · Open Access

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin dalam tubuh. Berdasarkan WHO, prevalensi global diabetes pada 2021 mencapai 10,5% dan diperkirakan naik menjadi 12,2% pada tahun 2045. IDF 2021 mencatat angka 10,8% atau sekitar 19,5 juta kasus. Di Jawa Barat, Riskesdas 2018 mencatat kenaikan dari 1,3% (2013) menjadi 1,8% (2018). Di Kota Bekasi, jumlah penderita pada 2019 mencapai 42.517 jiwa, sementara di Kabupaten Bekasi, prevalensi diabetes tipe II pada 2022 tercatat sebesar 8,04% per 100 penduduk, untuk diklinik sebesar 2,04% (2024) dari jumlah kunjungan setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak cairan Stevia (Steviol Glycosides) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan two group pre-post design. Populasi merupakan DMT2 dengan jumlah Sampel terdiri dari 76 pasien, Teknik yang digunakan adalah total sampling untuk menentukan sampel 2 kelompok yaitu 38 responden kelompok intervensi yang diberikan ekstrak Stevia dan 38 responden kelompok kontrol tanpa perlakuan. Analisis data menggunakan uji t berdasarkan hasil dari uji normalitas yang berdistribusi normal. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa Hasil uji t-test sebelum intervensi, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,000), dengan kadar gula darah kelompok intervensi lebih tinggi. Setelah intervensi, konsumsi ekstrak Stevia terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,023). Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak Stevia efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Saran: Konsumsi ekstrak Stevia berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer untuk DM tipe 2 dalam pelayanan masyarakat.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKE PAYUDARA DI RS SENTRA MEDIKA CIBINONG KABUPATEN BOGOR

NILA OKORIDA
2025 · Thesis · Open Access

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara,dengan angka kanker payudara di indonesia,khusu nya di rumah sakit Sentra Medik Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 juta dari bulan januari sampai oktober 2024.tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis factor-factor yang brhubungan dengan kejadian kanker payudara di rs sentra medika cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif,desain nya korelasional dengan pendekatan cross -sectional.populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel non-probality purposive sampling dan rektrospektif.hasil analisis uji korelasi spearmen s rho,menunjukan nilai P value pada facktor riwayat menyusui(p-value=0,000,spearmen's rho=0,698),kontrasepsi hormonal(p-value=0,000,spearmen 's rho;0,613),riwayat keluarga(p;value;0,000,spearmen's rho=0,715)obesitas(p-value=0,000,spearmen' s rho =0,438),usia(p-value=0,000,spearmen's rho=0,883),lingkungan radiasi(p-value=0,000,sparmen's rho=0,609),menarche(p-valuue=0,000,spearmen'srho=0,776),sehingga dpat di simpulkan bahwa seluruh variabel yang di teliti tersebut terdapat hubungan signifikan dengan kejadian kanker payudaradi RSSM Cibinong

EFEKTIFITAS PERAWATAN METODE KANGURU DENGAN KAIN STRETCHY WRAP YANG DILAKUKAN ORANG TUA TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN PADA BAYI BBLR DI RS. SENTRA MEDIKA CIKARANG

ANITA PUSPITA DEWI
2025 · Thesis · Open Access

BBLR merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari normal (2.500 gram) dan memiliki risiko morbiditas serta mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi dengan berat badan normal, oleh karena itu diperlukan berbagai macam cara dalam perawatan bayi BBLR salah satunya yaitu dengan perawatan metode kanguru. PMK adalah metode yang melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu dan meletakkan bayi di daerah tersebut. Perawatan Metode Kanguru (PMK) mempunyai manfaat untuk meningkatkan tanda-tanda vital dan berat badan bayi lahir rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas perawatan metode kanguru dengan kain elastis yang dilakukan orang tua terhadap kenaikan berat badan pada bayi BBLR di RS Sentra Medika Cikarang. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen one group pretest posttest design dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 20 responden, dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil didapatkan rata-rata berat badan sebelum perawatan metode kanguru adalah 2275 gram dan setelah dilakukan perawatan metode kanguru rata rata berat badan bayi meningkat menjadi 2329 gram, dengan rata rata peningkatan sebesar 10,50 gram selama 4 hari dengan durasi 1 jam dimana nilai p value 0.000 ( 0,05) sehingga dikatakan bahwa perawatan metode kanguru dengan kain stertchy wrap yang dilakukan orang tua terhadap kenaikan berat pada pada bayi BBLR di RS. Sentra Medika Cikarang efektif. Sehingga diharapkan PMK dengan kain stetchy wrap dapat menjadi alternatif untuk menambah berat badan bayi baru lahir dengan BBLR.

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD), RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU), DAN RUANG ANAK RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

KORIAH TILAWAH
2025 · Thesis · Open Access

Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai pvalue sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD), RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU), DAN RUANG ANAK RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

AMANDA PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

Latar Belakang: Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Metode: Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Hasil: Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai p-value sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.