Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

579 item publik

Publikasi

Halaman 14 dari 29

Hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV) dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi

YOGI GIANTARA
2025 · Thesis · Open Access

Peningkatan kasus HIV/AIDS di Indonesia menuntut penanganan yang optimal melalui terapi Antiretroviral (ARV) untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepatuhan dalam minum obat ARV menjadi faktor penentu keberhasilan terapi dan kualitas hidup yang optimal pada pasien HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan ARV dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 133 orang dengan HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV, dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan pengobatan ARV dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS (p = 0,001 0,05). Nilai Correlation Coefficient sebesar 0,558 menunjukkan hubungan sedang (moderat), di mana kepatuhan tinggi berpengaruh positif terhadap kualitas hidup, terutama pada kesehatan fisik dan tingkat kemandirian pasien. Distribusi frekuensi menunjukkan 56,7% responden memiliki kepatuhan rendah, 40% sedang, dan 3,3% tinggi, dengan kualitas hidup kategori kurang baik sebanyak 43,4%, cukup baik 46,7%, dan baik 10%. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap pengobatan ARV berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan pasien.

Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara

KIKANA AULIA SEISHA
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying. ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that is increasingly receiving attention, especially the verbal, physical and psychological impacts experienced by victims. Bullying is divided into 2, namely, verbal bullying and physical bullying. This research aims to explore the experiences of students who experience bullying at SMPN 5 Cikarang Utara. Using a qualitative approach with a phenomenological design, the researcher conducted in-depth interviews. This research was carried out at North Cikarang 5 State Junior High School. The sampling technique used purposive sampling with a total of 8 respondents. There are 5 themes resulting from this research, namely: 1) Forms of bullying experienced by students who experience bullying 2) Verbal, physical and psychological impacts on students who experience bullying 3) Effects of bullying on students who experience bullying 4) The importance of social support for students who experience bullying 5) Coping mechanisms used by students against bullying. In addition, they expect social support from friends to help them overcome the experience. These findings reveal the importance of attention and support from the social environment in reducing the negative impact of bullying.

Hubungan hipertensi dengan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di rs sentra medika cikarang

SOFIATUN NADZIA
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit ginjal kronik (PGK) telah muncul sebagai salah satu penyebab kematian dan penderitaan paling menonjol di abad ke-21. Salah satu faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian gagal ginjal kronis adalah hipertensi, penderita hipertensi memiliki resiko kualitas hidup buruk dibandingkan dengan yang tidak mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor risiko hipertensi dengan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS. Sentra Medika Cikarang. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dipresisi menggunakan rumus Slovin dengan total sampel yaitu sebanyak 72 orang responden pasien penyakit gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan spearman rank test. Hasil : analisis bivariat menggunakan spearman rank test, terdapat hubungan signifikan (p-value = 0,000) yang kuat dan searah antar variabel faktor risiko hipertensi dan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik. Saran : diharapkan bagi rumah sakit dapat mengembangkan, melakukan skrining, monitoring dan melaksanakan program promotif seperti melakukan edukasi tentang penatalaksanaan hemodialisa dan pengelolaan hipertensi pada pasien PGK. Edukasi ini harus mencakup pentingnya pengendalian tekanan darah pada pasien PGK yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup pada penderita PGK.

PENGARUH BRAIN GAME : BERMAIN PUZZLE TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI PANTI REHABILITAS SOSIAL LANJUT USIA KAWARANG

NAUFAL ZAIDAN AKRAM
2025 · Thesis · Open Access

Latar Belakang : Lansia terbagi menjadi 4, yaitu orang paruh baya yang berusia 45 hingga 59 tahun, lanjut usia berusia 60 hingga 74 tahun, orang berusia 75 hingga 90 tahun, orang sangat tua berusia 90 tahun ke atas. Pada masa penuaan terjadilah perubahan-perubahan seperti perubahan fisik, perubahan psikososial, perubahan kognitif dan perubahan fungsional. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2015, 35,6 juta orang tua di seluruh dunia menderita gangguan kognitif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Hasil : Hasil penelitian Uji Wilcoxon didapatkan ada pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia dengan p-value 0,001. Saran : Bermain puzzle dapat menjadi terapi nonfarmakologi yang efektif untuk lansia dengan masalah kognitif, membantu mereka memperbaiki fungsi kognitif dan mencegah penurunan lebih lanjut.

PENGARUH BRAIN GAMES : BERMAIN PUZZLE TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI PANTI REHABILITAS SOSIAL LANJUT USIA KARAWANG

JESSY MARETHA TIOCOSBY
2025 · Thesis · Open Access

Latar Belakang : Lansia terbagi menjadi 4, yaitu orang paruh baya yang berusia 45 hingga 59 tahun, lanjut usia berusia 60 hingga 74 tahun, orang berusia 75 hingga 90 tahun, orang sangat tua berusia 90 tahun ke atas. Pada masa penuaan terjadilah perubahan-perubahan seperti perubahan fisik, perubahan psikososial, perubahan kognitif dan perubahan fungsional. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2015, 35,6 juta orang tua di seluruh dunia menderita gangguan kognitif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Hasil : Hasil penelitian Uji Wilcoxon didapatkan ada pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia dengan p-value 0,001. Saran : Bermain puzzle dapat menjadi terapi nonfarmakologi yang efektif untuk lansia dengan masalah kognitif, membantu mereka memperbaiki fungsi kognitif dan mencegah penurunan lebih lanjut.

Pengaruh Teknik Surface Cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis Di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

WINDA AMELIA
2025 · Thesis · Open Access

Latar Belakang: Sepsis merupakan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh melalui aliran darah dimana kondisi host mengalami infeksi yang sangat berat sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi organ-organ tubuh berujung pada kematian. 60% sampai dengan 70% sepsis di sebabkan invasi bakteri gram negatif. Pada saat bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, tubuh akan merangsang sistem pertahanan tubuh yaitu dengan melepaskan pirogen yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Peningkatan suhu tubuh diatas 38OC memerlukan penanganan yang tepat karena peningkatan suhu tubuh dapat memberikan dampak negative seperti gangguan rasa nyaman nyeri (nyeri kepala, nyeri sendi) sampai dengan kerusakan system saraf pusat yaitu kegagalan pada pusat pengatur suhu otak tengah dan pengeluaran keringat berhenti sehingga mengakibatkan disorientasi, kehilangan kesadaran bahkan kematian (Nety Taribuka, 2020). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik Surface cooling terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien sepsis di ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode: pada penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan two group pre test dan post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien sepsis yang mengalami peningkatan suhu tubuh di ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong yang bejumlah 36 orang dengan menggunakan metode purposive sampling terdiri dari 18 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Hasil: uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan 0.05 menunjukan P value 0,000 (P value 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik surface cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis Di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Saran: Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengatasi pasien/keluarga yang mengalami peningkatan suhu tubuh dengan menggunakan teknik surface cooling Kata kunci: Sepsis, Surface cooling, Suhu tubuh

Pengaruh Reedukasi Prosedur Tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Jantung Koroner Di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2025

MAELINDA TRESNAWATI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRACT Xvii+47 Pages+6 Tables+10 Attachments Effect of Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Procedure Reeducation on Reducing Anxiety Levels in Coronary Heart Patients in the Inpatient Room of Sentra Medika Cikarang Hospital in 2025 Background; Coronary heart disease (CHD) is one type of cardiovascular disorder that is the number one cause of death in the world. The high mortality rate in the world is caused by non-communicable diseases. Coronary heart disease is a non-communicable disease that is included in the global burden of disease. Heart and blood vessel problems that occur due to cardiovascular disease include stroke, hypertension, congenital heart disease, rheumatic heart disease, and coronary heart disease. Methods: This study uses quantitative experimental research. With a research design using quasi-experiment with one group pre-test and post-test design. The population was 35 people and the sample used total sampling technique. The instruments used were ZSAS (Zung Self Rating Anxiety Score) anxiety level questionnaires and leaflet sheets. Data analysis used is Wilcoxon test. Research Results: The results of data processing using the Wilcoxon Test p value 0.000 (0.05). So it can be concluded that there is an effect of PCI procedure reeducation on reducing anxiety levels in coronary heart patients. Conclusion: The importance of reeducation to patients who will undergo pre-action PCI procedures.

Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara

NISA MARWA NABILAH
2025 · Thesis · Open Access

Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT INTERNA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

MUHAMMAD REYNALDI SYACHRUL MUBAROK
2025 · Thesis · Open Access

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI) 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.

PENGARUH EDUKASI PERAWATAN BOTOL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN DIARE BERULANG PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI RUANG MELATI RUMAH SAKIT KARYA MEDIKA 1 CIKARANG

NOVA ROSBIYANTI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Latar Belakang : Diare pada anak usia 6-24 bulan sering disebabkan oleh kurangnya higienitas dalam perawatan botol susu. Diare menjadi masalah kesehatan global dengan angka kematian balita 11% per tahun, terutama usia 6–24 bulan. Di Indonesia, diare penyebab kematian kedua pada balita (5,8%) setelah pneumonia (12,5%) dengan prevalensi tertinggi pada usia 6–11 bulan (21,65%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perawatan botol susu terhadap peningkatan pengetauan orang tua terhadap pencegahan diare berulang pada anak 6–24 bulan. Penelitian ini kuantitatif menggunakan desain quasi-experiment dengan metode pendekatan pre-test dan post-test untuk mengukur pengaruh edukasi perawatan botol susu terhadap pencegahan diare berulang pada anak usia 6–24 bulan. Wilcoxon test digunakan untuk analisis data, dengan populasi sebanyak 68 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik non probaliti : purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditetapkan peneliti sebanyak 58 sampel. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah edukasi (p = 0.000), yang berarti edukasi efektif meningkatkan pengetahuan orang tua. Saran: Pentingnya perawatan botol susu untuk mencegah diare pada anak toddler, dengan menjaga kesehatan yang optimal.

PENGARUH EDUKASI PERAWATAN BOTOL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN DIARE BERULANG PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI RUANG MELATI RUMAH SAKIT KARYA MEDIKA 1 CIKARANG

FIRDA YANTIH
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Latar Belakang : Diare pada anak usia 6-24 bulan sering disebabkan oleh kurangnya higienitas dalam perawatan botol susu. Diare menjadi masalah kesehatan global dengan angka kematian balita 11% per tahun, terutama usia 6–24 bulan. Di Indonesia, diare penyebab kematian kedua pada balita (5,8%) setelah pneumonia (12,5%) dengan prevalensi tertinggi pada usia 6–11 bulan (21,65%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perawatan botol susu terhadap peningkatan pengetauan orang tua terhadap pencegahan diare berulang pada anak 6–24 bulan. Penelitian ini kuantitatif menggunakan desain quasi-experiment dengan metode pendekatan pre-test dan post-test untuk mengukur pengaruh edukasi perawatan botol susu terhadap pencegahan diare berulang pada anak usia 6–24 bulan. Wilcoxon test digunakan untuk analisis data, dengan populasi sebanyak 68 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik non probaliti : purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditetapkan peneliti sebanyak 58 sampel. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah edukasi (p = 0.000), yang berarti edukasi efektif meningkatkan pengetahuan orang tua. Saran: Pentingnya perawatan botol susu untuk mencegah diare pada anak toddler, dengan menjaga kesehatan yang optimal.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja puskesmas sukatenang

ARYA KISNANDA
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang : Pada orang lanjut usia mekanisme tidur ini terjadi lebih lama di sebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive Sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, Aktivitas Fisik, Lingkungan dan Kecemasan. Hasil Penelitian : penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan: hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang.

HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS SENTRA MEDIKA CIKARANG

NANUN FAZRIYANI
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang: GGK adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien GGK, namun dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, tetapi banyak pasien mengalami keterbatasan fisik dan kelelahan sehingga memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan sampel 65 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,000. Pasien dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: Diperlukan edukasi dan intervensi untuk mendorong pasien agar lebih aktif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Efektivitas Edukasi Menggunakan Pamflet dengan Median Video Terhadap Tingkat pengetahuan Remaja tentang sadari Di SMAN 3 Tambun Selatan Tahun 2024

MELANI PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, di mana mereka sering menghadapi berbagai isu kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Minimnya pengetahuan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi fokus utama penelitian ini. Edukasi tentang SADARI sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMAN 3 Tambun Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental dan desain two-group pre-post test. Populasi penelitian terdiri dari 598 remaja putri, dengan teknik total sampling yang melibatkan 592 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya efektivitas edukasi SADARI menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja. Sebagian besar remaja kurang peduli terhadap kesehatan payudara. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjadikan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai kebiasaan rutin dalam memantau kesehatan payudara mereka. Dengan demikian, edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan remaja.

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT INTERNA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

DONI RAMADHAN
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI) 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.

Efektivitas Senam Vertigo Terhadap Keseimbangan Tubuh Pada Lansia (Lanjut Usia) Di Sentra Terpadu Pangudi Kota Bekasi

DEWI SAPITRI
2025 · Thesis · Open Access

Latar Belakang: Keseimbangan tubuh yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh ketika di tempatkan diberbagai posisi. Keseimbangan tubuh pada lansia sering mengalami penurunan akibat proses penuaan, yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia adalah senam vertigo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas senam vertigo terhadap keseimbangan tubuh pada lansia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi. Metode: Penelitian ini megunakan metode kuantitatif desain quasi-eksperimental dengan one group pre-test and post-test dengan pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 44 responden yang mengalami gangguan keseimbangan, dengan teknik purposive sampling. Pengukuran keseimbangan tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Balance Evaluation System Test (BESTest). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keseimbangan tubuh lansia setelah dilakukan intervensi senam vertigo P -Value 0,000 (p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa senam vertigo efektif dalam meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia, sehingga dapat menjadi salah satu metode intervensi dalam mencegah risiko jatuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Saran: Senam ini dapat dijadikan sebagai alternatif non farmakologis untuk menangani gangguan keseimbangan tubuh pada lansia.

Efektivitas Senam Vertigo Terhadap Keseimbangan Tubuh Pada Lansia (Lanjut Usia) Di Sentra Terpadu Pangudi Kota Bekasi

DEDEH SARTIKA
2025 · Thesis · Open Access

Keseimbangan tubuh yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh ketika di tempatkan diberbagai posisi. Keseimbangan tubuh pada lansia sering mengalami penurunan akibat proses penuaan, yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia adalah senam vertigo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan senam vertigo dengan keseimbangan tubuh pada lansia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi. Penelitian ini megunakan metode kuantitatif desain quasi-eksperimental dengan one group pre-test and post-test dengan pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 44 responden yang mengalami gangguan keseimbangan, dengan teknik purposive sampling. Pengukuran keseimbangan tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Balance Evaluation System Test. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keseimbangan tubuh lansia setelah dilakukan intervensi senam vertigo P -Value 0,000 (p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa senam vertigo efektif dalam meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia, sehingga dapat menjadi salah satu metode intervensi dalam mencegah risiko jatuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Kesimpulan pada penelitian ini adanya hubungan senam vertigo dengan keseimbangan tubuh pada lansia.

HUBUNGAN SIKLUS KEMOTERAPI DENGAN STATUS NUTRISI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG MEDIKA CIBINONG TAHUN 2024

GIAN ENDRA PUSPITA SARI
2025 · Thesis · Open Access

Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita yang memerlukan terapi kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan melibatkan 40 responden dari 64 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi pada Januari 2025. Status nutrisi pasien diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat 6-8 jam), 50% memiliki indeks massa tubuh (IMT) kategori berat badan normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi dengan nilai p 0,010 (P 0,05). Disarankan agar rumah sakit memonitor status nutrisi pasien secara rutin dan memberikan intervensi gizi yang sesuai, seperti konsultasi dengan ahli gizi, untuk mendukung pemulihan dan peningkatan status nutrisi pasien.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA DI RW 02 DESA PANTAI SEDERHANA KABUPATEN BEKASI

MELY AGUSTIN
2025 · Thesis · Open Access

Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.