2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga perlu memperhatikan keamanan dan kehalalan makanan. Jaminan halal menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan jaminan halal dalam Program MBG pada SPPG di Kecamatan Sukawangi, mengidentifikasi kendala, mengetahui pemahaman pelaksana terhadap prosedur halal, serta menggambarkan pengawasan terhadap pelaksanaan jaminan halal. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan dan model induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala SPPG, pengawas gizi, bagian akuntansi, serta tim logistik dan dapur. Hasil: Pelaksanaan jaminan halal telah berjalan cukup baik dan terintegrasi dalam penyelenggaraan makanan. Penerapannya meliputi pemeriksaan bahan, pengecekan label atau sertifikat halal, pemeriksaan pemasok, penyimpanan, kebersihan dan sanitasi, pengolahan, penyajian, serta distribusi makanan. Pemahaman pelaksana tergolong cukup baik melalui arahan, sosialisasi, pelatihan, briefing, dan penerapan SOP. Kendala yang ditemukan meliputi proses penerbitan sertifikat halal, keterbatasan pemasok yang memenuhi persyaratan halal, dan keterbatasan ruang penyimpanan. Pengawasan dilakukan melalui monitoring harian, pemeriksaan bahan, pemantauan proses produksi, evaluasi SOP, dan audit eksternal. Kesimpulan: Pelaksanaan jaminan halal pada SPPG Kecamatan Sukawangi telah berjalan cukup baik dan terintegrasi, namun masih diperlukan penguatan edukasi, pendampingan sertifikasi, pengawasan, serta kerja sama dengan pemasok untuk meningkatkan penerapan jaminan halal secara berkelanjutan. Upaya tersebut penting untuk memastikan setiap tahapan penyelenggaraan makanan tetap sesuai ketentuan halal dan mendukung kepercayaan penerima manfaat terhadap kualitas makanan yang diberikan oleh SPPG secara konsisten.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Bakteri Mycobacterium Tuberculosis menyebabkan
Tuberkulosis (Tb), yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh
bakteri. Bakteri ini berukuran 0,5–4 milimeter x 0,3–0,6 milimeter dan memiliki
lapisan luar tebal yang terdiri dari lipoid yang sulit ditembus oleh zat kimia.
Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat menyerang banyak bagian tubuh, seperti
otak, ginjal, dan tulang belakang. Target penyakit Tb yang paling umum adalah paru-paru. Agen infeksius utama dari penyakit ini adalah Mycobacterium
Tuberculosis sehingga bakteri Tb yang masuk ke paru-paru akan merusak dan bisa
menular dari orang ke orang melalui transmisi udara. Tujuan utama dari peneliti ini
untuk mengidentifikasi dan menganalisis apakah ada Hubungan Dukungan
Keluarga Dan Tingkat Self Awareness Dengan Penularan Penyakit Pada Pasien
Tuberkulosis Paru di RSUD Kab. Bekasi. Subyek dan Metode: Jenis penelitian
ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional dengan
desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian RSUD Kab. Bekasi. Populasi
sasaran dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien Tuberkulosis Paru dengan total
100 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam
penelitian ini variabel independen adalah hubungan dukungan keluarga (X1), Self
awareness (X2) dan variabel dependen adalah penularan penyakit tuberkulosis
paru (Y) metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Terdapat
hubungan dukungan keluarga dengan penularan penyakit tuberkulosis di RSUD
Kab. Bekasi. Hasil uji Chi-square p=0,000<0,05. Berdasarkan analisis koreasional
didapatkan dukungan keluarga 85,22 di RSUD Kab. Bekasi. Kesimpulan:
Sebagian keluarga sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan atau
kepatuhan pasien Tb Paru serta memberikan dukungan dan motivasi
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Gastritis adalah kondisi inflamasi yang mempengaruhi lapisan dinding lambung dan
menyebabkan pembengkakan pada dinding lambung di saluran pencernaan yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti infeksi dan iritasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif melalui pendekatan cross sectional, di STIE Ekadharma Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa/I semester 2, 4, 6, dan 8 pada program studi Sarjana Menejemen di STIE Ekadharma Indonesia tahun 2024. jumlah sampel sebanyak 81 responden dengan teknik sampling purposive sampling. variabel dependen adalah kejadian gastritis dan variabel independen adalah tingkat stress dan pola makan. Instrumen yang digunakan pada penelitian menggunakan kuisioner FFQ dan PSS-10. Uji analisis statistik yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil: uji statistik menunjukan adanya hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis dengan nilai P = 0,063 (P < 0,1). adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian
gastritis dengan nilai P = 0,017 (P < 0,1). Kesimpulan: terdapat hubungan antara tingkat stress dan pola makan dengan kejadian gastritis, diharapkan responden menerapkan pola makan yang baik seperti menghindari minuman yang memicu terjadinya gastritis serta menghindari makanan yang memicu terjadinya gastritis seperti makanan yang tinggi asam, makanan tinggi gas, makanan yang pedas, dan makanan makanan instan.