Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Listianingsih

2 karya publik ditemukan.

2023: 12022: 1

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas di TPMB Listiyowati Graha Melasti Tambun Selatan Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang proses persalinan bisa mengakibatkan robekan atau luka pada perineum atau bahkan dibuat (episiotomy). Luka perineum menurut Winkjosastro,(2008) adalah robekan yang terjadi saat bayi lahir, baik secara spontan atau dengan alat (tindakan). Menurut penelitian sekitar 91% persen wanita dengan persalinan pervaginam meningkatkan trauma perineum dan sekitar 1% beresiko terjadi cedera pada spincter ani, menurut pendapat Djakovic, et al, 2018 (Kurniawati, E.M., 2022). Dalam proses penyembuhan pada luka perineum normalnya adalah 6-7 hari postpartum, dan dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu status gizi, pengetahuan yang cukup tentang perawatan luka perineum dan personal hygiene yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor apa saja yang memiliki hubungan dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Listiyowati Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross-sectional dengan desain penelitian deskriptif. Populasi seluruh ibu paska salin di TPMB Listiyowati yang mengalami luka perineum sebanyak 32 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dan analisis data menggunakan uji Chi-square dan dilanjutkan dengan Odd ratio dengan menggunakan derajat kepercayaan sebesar 95%. Hasil uji statsistik bahwa pengetahuan, memiliki hubungan dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas dengan nilai signifikan P value 0,00 (< 0,05), Gizi dengan P value 0,383 (> 0,05) dengan nilai OR 2,727, personal hygiene nilai P value sebesar 0,625 (>0,05) dengan nilai OR 0,519. Kesimpulan dari hasil penelitian 4 variabel yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gizi dan personal hygiene dengan penyembuhan luka perineum, namun terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan penyembuhan luka perineum ibu nifas di TPMB Listiyowati Tahun 2022. Saran dalam penelitian ini adalah dapat menambah pengetahuan yang mendukung proses penyembuhan luka perineum dan menjadi sumber informasi kepada responden bahwa menjaga kebersihan, nutrisi yang baik, pengetahuan yang cukup dan personal hygiene yang baik untuk mendukung penyembuhan luka perineum dengan baik.

Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Distres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Bayu Asih Purwakarta

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang menyerang pankreas penghasil insulin. Biasanya pasien diabetes mellitus mengalami distres karena mendapatkan informasi bahwa penyakit ini adalah penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Penelitian: untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan tingkat distress pada penderita DM di Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus tiga bulan terakhir tahun 2020 di Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta yaitu sebanyak 200 orang dan sampel sebanyak 67 orang dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner tingkat distress Diabetes Distres Scale (DDS) dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan tingkat distress pada penderita Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic Chi-Square, diperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan tingkat distress dan diperoleh puIa nilai RR=0,596, artinya tingkat pengetahuan responden mempunyai peluang 0,596 kaIi untuk terjadinya distress. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan dengan tingkat distress pada penderita Diabetes Mellitus di poli dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan nilai tingkat kemaknaan yang berarti semakin kurang adanya pengetahuan maka semakin mudah terjadinya distress pada penderita DM.